Penjara Penuh Kalau Pejabat Baperan seperti Risma

Penjara Penuh Kalau Pejabat Baperan seperti Risma

FOTO : Walikota Surabaya, Jawa Timur, Tri Rismaharini - Foto Istimewa…

JAKARTA, (otonominews) - Kasus yang menimpa Dzikria Dzatil (43), Ibu Rumah Tangga (IRT) yang diduga menghina Walikota Surabaya, Tri Rismaharini lewat media sosial, seolah menegaskan kepada para pemimpin di negeri ini agar tidak mudah baper alias bawa perasaan.

Hal tersebut disampaikan mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Taufiqurrahman, Selasa (04/02/2020). 

"Beban pejabat di zaman demokrasi ini memang berat. Kalau baper dan semua orang yang mengkritik atau tidak suka dengan kebijakan kita dipidana, bisa makin penuh penjara," ucapnya.

Untuk itu, politikus Partai Demokrat yang pernag mempolisikan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini menitip pesan kepada Risma jangan terlalu mendengarkan suara-suara orang yang tidak suka kepadanya. 

"Bekerja saja dengan benar. Itu yang akan menentukan apakah Ibu (Risma) pejabat yang baik atau tidak," tegas Taufiq.

Seperti banyak diberitakan, meski bukan warga Jakarta, Dzikria mengaku sakit hati karena di media sosial Anies sering di-bully soal banjir. Dia pun melampiaskan dengan membalasnya juga di media sosial. 

"Motifnya pelaku sakit hati karena Gubernur DKI Jakarta (Anies) sering di-bully,” jelas Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran, kepada wartawan saat rilis perkara, Senin (03/02/2020).

Populer Berita

Temui Mendagri, APKASI Sampaikan Dukungan Ombnibus Law Cipta Kerja

Temui Mendagri, APKASI Sampaikan Dukungan Ombnibus Law Cipta Kerja

Ketua Umum APKASI (Bupati Banyuwangi) Abdullah Azwar Anas, pertemuan tersebut juga dihadiri Wakil Ketua Umum APKASI (Bupati Dharmasraya) Sutan Riska Tuanku Kerajaan, Sekjen APKASI (Bupati Lombok Utara) Najmul Akhyar, Bendahara APKASI (Bupati Minahasa Selatan) Christiany Eugenia Tetty Paruntu, …