Nekat Mudik Karena Kelaparan

Langgar Masa PSBR, 14 Mahasiswa Asal Seram Ditangkap Satpol PP

Langgar Masa PSBR, 14 Mahasiswa Asal Seram Ditangkap Satpol PP

FOTO : Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat berlakukan PSBR…

AMBON, (otonominews) - Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Seram Bagian Barat menangkap empat belas orang mahasiswa asal Seram Bagian Timur, Maluku, Ahad (3/5) sore. 

Mereka ditangkap lantaran melanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Regional (PSBR) di tengah masa pandemi corona (Covid-19) di wilayah Maluku. Para mahasiswa tersebut saat ini diamankan disebuah penginapan di kawasan Kairatu Seram Bagian Barat. 

"Mereka sudah diamankan di sebuah penginapan di Seram Barat, mereka kami tahan karena melanggar larangan PSBR selama masa pandemi," ujar Kepala Bagian Satuan Polisi Pamong Praja Seram Bagian Barat Alberto.

Berdasarkan introgasi, terangnya, mereka mengaku nekat pulang kampung lantaran keuangan menepis selama masa PSBR yang diperpanjang sampai 15 mei mendatang.

Setelah Pemerintah Seram Bagian Timur menolak mereka sebagai pelaku perjalanan, para mahasiswa terdiri sembilan laki-laki dan tiga perempuan, ini berencana akan dikembalikan lagi ke Ambon.

"Hal ini, untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19) diwilayah Seram Bagian Barat," terang Alberto.

Sementara itu, seorang mahasiswa yang enggan namanya mengaku mereka nekat mudik ke kampung halaman lantaran kehabisan uang belanja dan sempat menahan lapar akibat bahan makanan mulai menipis dikontrakkan. 

"Kalau kami bertahan dikamar kontrakan, kami mau makan apa, mendingan pulang kampung biar bisa makan, kami minta pemerintah seram bagian timur bisa memulangkan kami biar tak menjadi beban pikiran orang tua," katanya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Seram Bagian Timur Usman Kaliobas meminta Pemda Seram Bagian Barat untuk mengembalikan mahasiswa ke tempat asal kota Ambon. 

Populer Berita