Terungkap, PT Tech Data Menggugat Karyawannya Tanpa Legalitas

Terungkap, PT Tech Data Menggugat Karyawannya Tanpa Legalitas

FOTO : Sidang ketiga perkara PHK sepihak oleh PT Tech Data…

JAKARTA, (otonominews) -- PT Tech Data Advanced Solutions ternyata belum memiliki legalitas dalam mengajukan gugatan di Pengadilan Hubungan Industrial kepada para karyawan yang dipecat.   

Hal itu terungkap dalam sidang ketiga perkara PHK sepihak oleh PT Tech Data dengan agenda pengajuan jawaban karyawan selaku pihak tergugat. 

Belum adanya legalitas gugatan membuat tergugat tidak bisa menyampaikan jawaban. 

Pihak tergugat mengetahui penggugat tidak melengkapi surat kuasa khusus dalam berkas legal standing setelah mereka melakukan inzage (pemeriksaan berkas) ke Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 14 Mei 2020. 

"Jadi ini hal yang mendasar sebenarnya buat para lawyer. Tidak boleh dong gugat tanpa legalitas yang jelas," kata Yanto Robert selaku kuasa hukum tergugat di PN Jakpus, Rabu (20/5).

Menurutnya, hal seperti ini jarang ditemui saat menangani suatu perkara. Padahal, legal standing sangat diperlukan sebagai syarat formal untuk mengajukan gugatan. Di mana, pihak yang mengajukan harus jelas. 

Sementara pihak kuasa hukum penggugat beralasan belum melengkapi legal standing lantaran pimpinan perusahaan masih berada di luar negeri dan mematuhi aturan terkait pandemi Covid-19. 

"Jadi penggugat beralasan di sana (luar negeri) itu lockdown. Hakim ketua menyatakan pengadilan di sini tidak sampai tangannya. Itu urusan anda. Intinya ini jarang kita temukan di persidangan," tutur Robert. 

Kuasa hukum tergugat lainnya Edward Sinaga menambahkan, poin utama yang ingin disampaikan ialah pihak penggugat mengajukan gugatan tanpa legalitas. Karena dianggap ada suatu kendala. 

"Majelis hakim sudah menerima. Artinya kita menunggu proses berjalannya sidang. Kalau hakim tadi menyampaikan mereka akan melihat tapi sidang tetap berjalan. Majelis hakim akan mempertimbangkan itu," jelasnya. 

Tim kuasa hukum tergugat tetap menghormati proses persidangan. Sementara waktu pengajuan jawaban diberikan selama satu pekan sekaligus pihak penggugat melengkapi legal standing. 

"Sidang hari ini tentu tidak puas tapi kita juga menghormati pengadilan. Kita ikuti. Selagi kita pikir itu masih masuk akal, kita ikuti saja," kata Edward. 

Adapun, majelis hakim mengagendakan persidangan berikutnya akan digelar pada 10 Juni 2020. 

Populer Berita