Gerakan #BangkitDariMasjid, Dorong Kembalinya Fungsi Sosial Masjid

Gerakan #BangkitDariMasjid, Dorong Kembalinya Fungsi Sosial Masjid

FOTO : Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lilik Kurniawan Saat #BangkitDariMasjid, di Masjid Raya Al-Kautsar, Villa Dago, Pamulang, Tangerang Selatan…

TANGERANG SELATAN, (otonominews) - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19 mendukung kembalinya fungsi sosial masjid yang sebelumnya turut terdampak pandemi melalui kampanye #BangkitdariMasjid, yang diluncurkan bersama DKM Masjid Raya Al Kautsar Villa Dago Pamulang, Tangerang Selatan, Jumat (22/05/2020).

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang dalam hal ini diwakili oleh Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lilik Kurniawan mengakui bahwa dampak COVID-19 tidak hanya soal masalah kesehatan saja, akan tetapi juga menyangkut masalah ekonomi, sosial, pendidikan dan ketahanan pangan.

"Dampak COVID-19 ini tidak hanya masalah kesehatan saja, tapi juga berdampak pada masalah ekonomi, sosial, pendidikan dan ketahanan pangan,” ujar Lilik di sela peluncuran #BangkitDariMasjid, di Masjid Raya Al-Kautsar, Villa Dago, Pamulang, Tangerang Selatan.

Oleh sebab itu, melalui kampanye #BangkitdariMasjid, Lilik mengajak gerakan masyarakat bantu masyarakat, melalui penyuluhan edukasi, pangan, pendataan, ekonomi, medis dan psikologi melalui masjid. Sehingga masjid dengan fungsi sosialnya dapat menjadi tempat untuk implementasi konsep gerakan masyarakat.

“Gugus Tugas mengajak gerakan masyarakat bantu masyarakat, dengan bantu edukasi, pangan, pendataan, ekonomi, medis dan psikologi. Dan masjid dengan fungsi sosialnya bisa menjadi tempat untuk implementasi konsep gerakan masyarakat ini,” kata Lilik.

Ada banyak fungsi dari masjid yang tetap bisa berjalan dan bermanfaat untuk kepentingan umat muslim, sebagai contoh seperti yang dilakukan DKM Masjid Raya Al Kautsar Villa Dago Pamulang Tangerang Selatan Provinsi Banten yang menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan edukasi pencegahan untuk memutus mata rantai penyebaran, dan penanganan dampak COVID-19.

Adapun beberapa implementasi kegiatan yang sudah berlangsung di Masjid Al Kautsar antara lain mengadakan penyemprotan disinfektan setiap dua kali dalam seminggu di seluruh wilayah Villa Dago dan sekitarnya, memberikan bantuan sosial untuk warga yang terdampak, bekerjasama dengan Dinas Kesehatan untuk mengadakan rapid test untuk seluruh Pengurus RT RW dan warga.

Kemudian kegiatan edukasi yang digalakkan dengan publikasi melalui media online dan spanduk di seluruh wilayah tentang protokol kesehatan, kerja sama dengan semua aparat pemerintahan termasuk Polsek dan Koramil untuk membantu check point, dan setiap hari melakukan himbauan-himbauan protokol kesehatan dengan menggunakan mobil komando dan ambulan.

Selain itu, kegiatan ini juga bekerjasama dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (IAKMI) Jakarta dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Tangsel sebagai Organisasi Profesi kesehatan yang bergerak bersama mendukung kegiatan ini

“Alhamdulillah atas ikhtiar ini sampai dengan saat ini warga Villa Dago yang hampir 5000 warga semua aman dan tidak ada yang ODP, PDP dan yang positif. Terakhir kami juga lakukan dakwah online setiap hari Rabu dan Minggu sekalian menghimbau kepada seluruh warga tetap konsisten mengikuti anjuran pemerintah tentang protokol kesehatan. Kami bangkit untuk tidak hanya diam dalam kondisi pandemi ini, dan kami bangga dan semangat melakukannya, Insya Allah berkah,” ungkap H.Juni Sukasmono SE, Ketua DKM Al Kautsar.

Gerakan ini juga didukung oleh Pemuda Dewan Masjid Indonesia yang menilai pentingnya keterlibatan seluruh stakeholder dalam konsep pentahelix untuk mempercepat kesuksesan kegiatan kampanye “Bangkit dari Masjid”, khususnya organisasi kepemudaan.

Saat ini tercatat ratusan organisasi kepemudaan secara nasional, puluhan mungkin ratusan ribu komunitas yang berjejaring di daerah, dengan jutaan potensi generasi muda ini sangat bisa digerakkan untuk ikut membantu gerakan ini.

“Seperti yang kita tahu, ada sekitar 800.000 Masjid seluruh Indonesia, yang tersebar dari kota hingga pelosok, di jalan utama hingga di gang-gang sempit. Potensi ini harus diberdayakan secara sosial ekonomi oleh generasi muda tidak hanya dalam momentum pandemi Covid-19, tapi juga setelahnya,” jelas drg. Arief Rosyid Ketua Pemuda Dewan Masjid Indonesia.

Populer Berita