Walikota Palopo Judas Amir Apresiasi Gubernur NA tangani Covid-19 di Sulsel

Program Wisata Covid-19 Gubernur Sulsel Mendapat Pujian Sejumlah Tokoh Nasional.

Program Wisata Covid-19 Gubernur Sulsel Mendapat Pujian Sejumlah Tokoh Nasional.

FOTO : Walikota Palopo, Drs. HM. Judas Amir, MH …

MAKASSAR  (otonominews) -- Walikota Palopo, Drs. HM. Judas Amir, MH menilai dua tahun pemerintahan Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah kontribusi untuk Kota Palopo cukup baik.

"Kita lihat saat ini saja menangani  Covid-19 di Sulawesi Selatan, alhamdulillah sangat dirasakan baiknya tidak bermasalah di daerah. Begitu ada yang sakit dibawa ke Makassar saja. Yang sakit dibawa ke rumah sakit sedangkan yang masih sehat dibawa ke hotel," kata Judas kepada otonominews di Makassar, Jumat (16/10/2020).

Pasien itu, jelas Judas, berasal dari masing-masing daerah, bukan hanya Palopo saja. Gubernur NA, katanya, tidak bicara kabupaten kota tapi bicara Sulawesi Selatan.

"Artinya tidak ada daerah yang dianggap anak emas atau anak tiri.  Semua ini beliau lakukan serba profesional. Biar bagaimana ke ilmuwannya selalu nampak," tuturnya.

Untuk mempersingkat jarak tempuh menuju Bandara Bua. katanya, Gubernur Nurdin membangun jalan baru dua jalur Luwu Raya-Tanah Toraja. Hal ini sebagai pertanda bahwa gubernur ingin antar daerah dengan provinsi betul-betul bisa lebih dekat lagi. 

"Sehingga kesempatan untuk berkonsultasi, berdiskusi masyarakat daerah butuh investasi merasakan kemudahan," ujarnya.

Selain itu, jalan tersebut bisa menjadikan Bua dan Bastem sebagai daerah penyangga Palopo serta Toraja. Jalur itu membentang sejauh 40 kilometer (km). 

Gubernur, kata Judas, berharap pembangunan jalur ini juga akan mendorong potensi pertanian, memperlancar penyebaran produk masyarakat setempat, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Jadi saya kira masa kini dan masa depan keduanya sudah kita rasakan. Masa kini kita dalam suasana Covid-19 alhamdulillah  sudah ditangani secara baik," kata Judas.

Khusus untuk Luwu dan Toraja karena biasanya jalan dari Palopo yang dilewati dibuat dua jalan. Dari lapangan bandara Bua Kota Palopo ke Rantepao. Dari Walenrang ke Rantepao. Sehingga pempermudah lagi dari Toraja ke Palopo juga dari Selatan. 

Terkait pandemi Covid-19 di Palopo, jelasnya, pada empat bulan terakhir Maret-Juni tidak ada pada saat kita masih ada posko. Ketika posko ditarik langsung 7 yang terpapar Covid-19.
.
"Palopo sangat sedikit yang terkena Covid-19 karena Lutra terkena bencana orang-orang dari seluruh Indonesia malah bertambah bawa bantuan. Sebelum sampai singgah dulu di Palopo. Pulang singgah lagi.

Orang-orang yang datang ke Palopo ada dua kategori. Kategori pertama orang Luwu sendiri banyak keluarganya di Palopo. Dia kunjungi keluarganya dalam kondisi pandemi Covid. 

Jadi mulai disitu tersebar pandemi Covid-19. Pulang tidak ada keluarganya singgah di warung atau di hotel. Ada yang dari Gorontalo, Palu semua lewat Makassar. Susah ditertibkan. Tapi tetap kita rasakan tidak karena masyarakat diam-diam saja tidak ada yang tahun kalau kekuarganya dibawa ke Makassar.

Rencananya Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah akan membuka program wisata Covid juga di Kota Palopo. Tujuannya untuk mendekatkan Toraja, Luwu Timur dan Wajo turun di Palopo.

Pasien positif terinfeksi virus Corona tak perlu lagi jauh-jauh menjalani karantina ke Makassar melalui program wisata Covid. Nantinya ada beberapa hotel yang akan digunakan sebagai pusat penyembuhan pasien Corona di Kota Palopo. 

"Hal itu sebagai bentuk upaya dalam menekan angka penyebaran Covid-19 yang cenderung naik beberapa hari terakhir ini," walikota.

Judas menyebutkan isolasi mandiri bagi pasien Corona yang dilakukan di rumah kurang efektif, sehingga berencana akan menyediakan tempat yang representatif.

“Kita tawarkan, hotel mana yang representatif dan bersedia untuk dijadikan tempat isolasi pasien Covid-19. Tentu kita bayar hotelnya termasuk fasilitasnya,” ungkap wali kota.

Sebulan lalu Wali Kota HM Judas Amir, MH mengadakan pertemuan dengan  sejumlah pengelola hotel yang ada di Palopo. 

Di tengah pandemi Covid-19, Pemerintah Kota Palopo tetap gencar melakukan sosialisasi protokol kesehatan ke masyarakat. 

Masifnya sosialisasi hingga ke tingkat kelurahan ini, membuat Palopo masih berstatus zona hijau dengan tingkat penderita positif virus corona terendah di Luwu Raya.

"Salah satu upaya yang dilakukan hingga saat ini adalah memperkatat pergerakan warga masuk dalam wilayah Kota Palopo," terangnya.

Judas Amir juga mengimbau dan mengingatkan warga Kota Palopo untuk tetap mematuhi protokol kesehatan di tengah Covid-19 saat menjalankan aktivitas keseharian.

"Status pandemi virus corona belum dicabut termasuk di Indonesia. Olehnya itu, saya mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi protokol Covid-19," ujarnya.

Program Wisata Covid-19 Sulsel yang diinisiasi Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah, mendapat pujian dari sejumlah tokoh nasional.

World Health Organization (WHO) pun  merilis pujian tentang program Wisata Covid pada 16 Juni 2020 lalu, tulisan tersebut secara singkat menjelaskan tentang Program Wisata Covid-19 yang menjadi strategi utama penanganan wabah di Pronvisi Sulsel. 

Memberdayakan hotel sebagai tempat isolasi dengan maksud untuk mengurangi beban perawatan Covid-19 di fasilitas kesehatan atau rumah sakit.

“Alhamdulillah inovasi ini dirilis oleh WHO dan mendapat apresiasi nasional. Saya juga terus mengajak kepada kita semua untuk disiplin terapkan protokol kesehatan dengan memakai masker, rajin cuci tangan, dan jaga jarak,” tulisnya melalui akun instagram pribadinya @nurdin.abdullah yang diposting, Selasa 22 September 2020.

Populer Berita