Soal Bencana Alam dan Konflik Sosial Berkepanjangan, Wagub Klemen Tinal: Kepala Daerah Harus Lebih Terbuka

Soal Bencana Alam dan Konflik Sosial Berkepanjangan, Wagub Klemen Tinal: Kepala Daerah Harus Lebih Terbuka

FOTO : Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal - Foto: Istimewa…

JAYAPURA, (otonominews) - Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal menegaskan, pihaknya akan turun ke tiga kabupaten untuk menyelesaikan segala persoalan yang tidak tertangani pemerintah daerah. Tiga kabupaten tersebut adalah Kabupaten Keerom, Nduga, dan Kabupaten Intan Jaya.

"Tiga kabupaten ini memiliki perbedaan penanganan. Kalau Kabupaten Keerom dalam hal ini penanganan soal banjir, sedangkan Kabupaten Nduga dan Intan Jaya soal pengungsian warga akibat konflik sosial," kata Klemen di Jayapura, Kamis (18/02/2021).

Lebih jauh Klemen Tinal mengatakan, pengungsian di Kabupaten Nduga sudah berlangsung cukup lama, begitu juga yang terjadi di Kabupaten Intan Jaya.

"Besok, kami sudah berada di Timika dan saya sudah perintahkan ke Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial untuk secepatnya membatu masyarakat di tiga kabupaten tersebut," ujarnya.

Klemen Tinal menyebutkan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan dinas terkait di tiga kabupaten tersebut untuk pemulihan situasi daerah. Termasuk mengembalikan para pengungsi yang sudah mengungsi ke beberapa kabupaten tetangga.

"Kami (Provinsi) selama ini ketika ditanya soal konflik di kabupaten yang sudah menjawab karena kami tidak tahu duduk persoalan seperti apa, karena para pemimpin daerah kurang melakukan koordinasi dengan provinsi," terangnya.

Klemen meminta para bupati untuk lebih terbuka serta duduk bersama dengan masyarakat di daerahnya. Dia meminta para pemimpin di tiga kabupaten tersebut jangan banyak berbicara di depan media.

"Masyarakat itu bos kamu yang harus kami layani. Tidak usah sok pintar di depan media masa, tetapi pelayanan kepada masyarakat tidak sebanding dengan apa yang dikatakan di hadapan media masa. Lebih baik bekerja membangun kabupaten dan masyarakat ketimbang harus mencari nama melalui media," tegas Klemen.
 

Populer Berita