Surat Rindu untuk Nurdin Abdullah

Mudrikan: Pak Gub, Kami Doakan Anda Tidak Bersalah Dan Kembali Ke Sulsel

Mudrikan: Pak Gub, Kami Doakan Anda Tidak Bersalah Dan Kembali Ke Sulsel

FOTO : Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dan Presiden Jokowi…

Oleh: Mudrikan Nacong *)

Penulis Gubernur Sulsel 

MAKASSAR, (otonokinews) -- Sudah seminggu sejak peristiwa itu, Pak Prof, gimana kabarmu? Semoga sehat dan selalu dalam lindunganNya. Kami rindu!

Hari itu ratusan notifikasi masuk di hape, baik itu panggilan telepon, chat WA maupun berita media online. Informasinya sama, KPK datang menjemputmu dini hari dan sedang menuju Jakarta. 

Saya tetap tenang, karena yakin anda tidak terlibat, keikutansertaan anda, kuyakini karena setuju ingin memberikan keterangan terkait peristiwa OTT. Sikap ini nampaknya terpengaruh oleh anda juga Pak. Setiap ada masalah besar, selalu tenang.

Sampai akhirnya, dini hari, menyaksikan di televisi pada konferensi pers KPK. Sosokmu mengenakan rompi orange, saya gemetar. Masih dengan keyakinan anda tidak bersalah, ini masih dugaan tindak pidana. Saya menguatkan diri mengetik semua statemen Ketua KPK untuk saya kirimkan ke juru bicara. Selanjutnya, saya cenderung enggan melihat berita bergambar, karena perlakuan yang diberikan.

Rasanya waktu terhenti. Pak, sejak dilantik menjadi gubernur, anda memberikan ruang kepada saya untuk berkarya menjadi penulis rilis dan juga mendokumentasikan berbagai kegiatanmu. 

Tapi Pak jangan mengkhawatirkan kami, kami baik-baik saja. Seperti biasa, di hari Sabtu ini, saya standby untuk menantikan tugas kerja di weekend. Biasanya agenda tambahan. Jika tidak ada kegiatan, anda manfaatkan dengan berlibur di kebun atau olahraga air. 

Pak, karena pimpinan yang saya ikuti saat ini juga tidak ada kegiatan resmi, saya ingin menuliskan beberapa catatan, sosok anda yang saya kenal 2,5 tahun ini. 

Awal bertugas, "Bagaimana kabarnya Pak? Apa berita hari ini?!" tanyamu kepada saya dengan tersenyum, juga dengan sedikit memegang pundakku. Hari itu saya resmi bertugas, seorang penulis rilis yang telah bertugas pada dua gubernur Sulsel sebelumnya.

Saya mencoba untuk mempelajari dan menyesuaikan diri. Saya membaca karakter orang Sulsel dipadukan dengan etos kerja orang Jepang sangat kuat pada diri anda. Demikian juga perpaduan seorang akademisi dan juga enterpreneur juga tergambarkan.

Kesan pertama yang ku tangkap, orangnya sederhana dan rendah hati. Gaya komunikasimu pun, tenang, sopan dan santun, temponya pelan. Yang menarik bagiku, gaya anda berpakaian, selalu mengenakan lengan panjang dan dikancing hingga leher, ternyata itu adalah kebiasaan sejak kecil. Bagiku, ini menambah aura kepemimpin anda yang kuat. 

Banyak orang mengira saya akrab dengan anda. Sejak awal, saya cukup menjaga jarak, berbicara pada saat ditanya, dimintai pendapat atau jika ada titipan pertanyaan awak media. Bercanda seperlunya saja. Karena memang anda tipikal pekerja. Saya berusaha melaksanakan tugas untuk menjaga dan membuat anda nyaman. 

Sehari-hari energi anda sangat besar, disiplin diri, on time dalam berkegiatan. Saya selalu keteteran mengikuti ritme tersebut. Kegiatan resmi mulai dari pagi hingga malam, bahkan dari subuh hingga tengah malam. Sampai kami kadang berkelakar "Apa baterai na pakai ini Pak Gubernurkah?!". Untungnya, anda jarang nongkrong, selesai tugas langsung pulang ke rumah.

Jujur Pak, saya akui, karena padatnya jadwal sehari-hari dan hectic. Kadang selalu berharap anda tugas dinas ke luar Sulsel atau ke luar negeri, itu artinya ada waktu untuk hang-out. Tapi jangan harap akan datang lebih lama dari jadwal yang ada, yang pasti akan pulang lebih cepat. Tidak jarang kami juga yang memanfaatkan momen untuk berlibur misalnya, harus kembali ke Makassar.

Dalam bertugas sehari-hari anda selalu memperhatikan bawahan, termasuk di tengah kegiatan yang padat, apakah kami sudah makan atau belum. 

Sejak awal, fokusmu bersama dengan Pak Andi Sudirman Sulaiman (Plt Gubernur) adalah bagaimana meningkatkan sumber daya manusia juga infrastruktur. Di awal tahun, ribuan program dipangkas menjadi ratusan. Mulanya, saya juga sempat heran dan mempertanyakan. Ternyata program yang sifatnya seremonial atau gerakan-gerakan yang dianggap tidak efektif dialihkan untuk membangun daerah terutama fisik pembangunan. 

Saya mencatat banyak sekali perubahan yang dicapai. Terutama jalan dan konektivitas daerah terpencil. Yang berkesan, anda mampu mengembalikan aset Pemprov dan juga Stadion Mattoanging yang nilainya hampir Rp10 triliun. Perjuangan yang panjang termasuk dengan mengandeng KPK. Juga dapat meyakinkan pusat, di tengah pandemi dapat memberikan anggaran dengan skema turn-key untuk pembangunan Twin Tower, dengan modal kepercayaan. Di sini keyakinan bahwa suatu daerah berhasil bukan hanya tergantung dari anggarannya tetapi leadershipnya pemimpin terlihat.

Untuk jalan misalnya di daerah terpencil, saya sering sekali menangkap wajah bahagia dari warga lokal, yang akhirnya memiliki jalan dan layak sejak Indonesia merdeka.

Gayamu perpaduan akademisi juga seorang enterpreneur, kebijakan selalu dilandasi oleh research. Penelitian terlebih dahulu serta melibatkan pakar dari dalam dan luar negeri. Pemerintahan digerakkan oleh kebutuhan masyarakat atau pelanggan (customer driven government). Sehingga saya menarik kesimpulan anda termasuk pemimpin dengan visi power to do, power to be dan power with (others).  

Yang saya ingat dalam penanganan Covid-19 sebelum masuk di Sulsel, pada sebuah kesempatan ada kekawatiran anda, selain masalah kesehatan juga persoalan ekonomi warga yang tidak kalah hebatnya dapat terdampak. Memang kenyataannya pada saat penerapan awal total PSBB perekonomian terjun drastis. Sehingga kemudian kebijakan lebih tepat diambil. 

Soal kebijakan Covid-19 di dunia belum ada yang punya pengalaman sama sekali. Semua masih dalam penelitian, bahkan boleh dikatakan kebijakan dicoba entah berhasil atau tidak. Pendapat para ahli sangat anda pertimbangkan dalam kebijakan ini, misalnya penanganan untuk orang tanpa gejala (OTG), Wisata Covid-19 awalnya dibully. Walaupun pada akhirnya diterapkan dan dicontoh di seluruh Indonesia bahkan diakui dunia. Bahkan ada dari kalangan dokter pun berpendapat agar OTG hanya diisolasi di rumah sakit. Tapi ternyata, selain saran dokter juga anda berkonsultasi dengan ahli epidemologi dan psikologi, yang hasilnya OTG beda perlakuan perawatannya.

Nampaknya anda juga sangat mengerti Pak, bahwa pembangunan yang berkelanjutan adalah yang terbaik. Tidak masalah siapa gubernurnya, jika pembangunan fisik sudah berjalan, harus dilanjutkan. Asalkan clean dan clear, sehingga jelas mulai dari mana tanggungjawab anda, seperti Masjid 99 Kubah. Itulah mengapa negara lain maju karena pembangunan fisik yang berkelanjutan. 

Sehingga belajar dari pengalaman ini. Saya yang juga awalnya, jika ada kebijakan yang dianggap tidak tepat, tidak populer bahkan terpengaruh dengan opini dan pendapat dari berbagai pihak. Saya akhirnya, mengatakan, "Lihat saja hasilnya nanti, itu sudah dikonsultasikan sama ahlinya, diteliti juga, pasti paling tepat atau pasti yang paling sedikit efek negatifnya dipilih, kalau ada yang kurang akan dikoreksi,".

Saya menilai anda sangat cepat dalam bertindak. Juga berani merubah sistem yang sudah ada, sesuatu yang dianggap tidak benar atau salah. Tapi memang itu yang diperlukan. 

Di Pemprov sendiri, banyak hal yang anda lakukan. Bukan, hanya untuk pencegahan korupsi. Tetapi bagaimana anggaran negara tidak bocor dan bisa digunakan seefektif mungkin. Hal paling kecil misalnya, sistem pengajian kami yang honorer dibuat digital. Sehingga langsung masuk ke rekening masing-masing. Ini sesungguhnya sangat membuat kami bekerja dengan tenang.

Satu hal lagi yang saya ingat tentang anda, dalam memilih pejabat. Di tahun pertama apakah anda langsung menganti saat dinyatakan jadi Gubernur?! Ternyata tidak. 

Yang saya perhatikan, anda selalu memberikan kesempatan orang untuk bekerja dan membuktikan diri. Jika memiliki visi yang jelas, komunikasi kerja yang baik dan dapat bekerjasama. Tidak peduli latar belakanganya. Pejabat lama anda berikan waktu satu tahun untuk membuktikan diri, tidak dapat bekerja, diganti dengan pejabat lain atau sekretaris dinasnya. Sekretaris dinas pun yang merupakan Plt diberi kesempatan berkarya, jika dianggap kompeten maka akan dilanjutkan menjadi kepala dinas defenitif.

Di awal tahun ini, pada Rapat Kerja Gubernur dan Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Sulsel, hadir seluruh kepala dinas sementara bidang agrokompleks untuk memaparkan blueprintnya, seperti apa langkah-langkahnya. Asli, suasananya seperti ujian proposal/meja bagi mahasiswa yang harus mempertahankan penelitiannya. Penekanan anda jika tidak mengetahui apa yang akan dilakukan, akan diisi oleh pejabat lain yang kompeten. Demikian juga merubah mindset birokrat yang dari awal bagaimana menghabiskan anggaran berubah menjadi bagaimana menghasilkan untuk PAD melalui aset daerah dan kesejahteraan rakyat meningkat.

Toh pun jika ada marahmu, itu mengarah ke sesuatu yang baik. Itu ketika ada program yang sudah direncanakan kemudian tidak dijalankan dengan baik. Atau memang ada pejabat bawahan yang mempersulit pelaksanaan kerja.

Dalam menegur pejabat, khusus dalam pembinaan untuk pejabat laki-laki anda akan menegur langsung. Berbeda dengan pejabat perempuan, anda akan menegur dengan cara lembut atau menyampaikan melalui pejabat perempuan lainnya.

Ingatan saya juga menuju pada suatu momen, yang saya yakini melakukan kesalahan. Protokol keluar masuk pintu rumah jabatan berubah. Saat itu anda sedang rapat nampaknya dengan Pemerintah Pusat. Saya masuk ke ruangan, pintu saya buka, saya tidak mengetahui rapat sedang berlangsung. Jalannnya rapat sedikit terganggu. Anda tidak menegur saya secara langsung tetapi melalui ajudan. Saya berbuat salah tetapi tidak dimarahi. Seingatku juga saya belum pernah dimarahi, bahkan jika anda memanggil saya dengan sopan, dengan sebutan kata awal "Pak" membuat saya canggung.

Oh, ia Pak Gub, beberapa kali saya anda temukan mengantuk dan menguap dalam ruangan kerjamu. Juga anda tidak marah. Saat itu, tiga hari berturut-turut, setiap malam saya begadang menjaga ayah saya kemudian lanjut kerja paginya. Ini sebelum beliau meninggal. Saat mengetahui meninggalpun, anda ingin melayat, padahal jadwal padat dan harus berangkat ke Jakarta siang itu juga. Saya telat mengabarkan.

Pak, cobaanmu juga cukup banyak, mulai dari hak angket yang notabenenya ingin menjatuhkanmu, fitnah, ucapanmu yang diplintir bahkan digambarkan atau dinarasikan sebagai sosok tidak kompeten. 

Pak anda sangat kompeten dan punya jaringan luas. Dalam politik seperti yang anda akui tidak memiliki kekuatan di situ. Pak Gub saya sempat kepikiran kenapa sih mau menerima tanggung jawab jadi gubernur. Jadi menteri saja langsung atau tetap jadi pengusaha sukses yang dimana para investor sangat mempercayai anda.

Terkait banyaknya komentar dari berbagai orang. Bahwa apakah peristiwa yang anda alami merupakan sebuah hasil dari upaya atau konspirasi politik. Saya tidak merespon ke situ, pengalaman yang saya dapatkan dan hormati saja proses di KPK yang saya sampaikan. Saya jadi ingat kata professor politik saya Pak, seorang veteran perang Amerika yang mengatakan dan mengingatkan intrik dalam dunia politik itu menjijikan "Politic is so nasty,". 

Pak Gub, saya masih percaya bahwa apa yang anda alami adalah sebuah kerikil kecil yang entah datangnya dari mana, ada di lintasan marathon pengabdianmu.

Yang pasti, semua yang anda programkan dalam visi-misi anda sebagai gubernur saya catatkan terlaksana sesuai dengan lintasan dan juga waktu yang diharapkan. Janji kampanye juga ditunaikan. Peristiwa yang anda alami membuat semuanya terasa terhenti. Kasihan Sulsel.

Banyak pandangan orang tentangmu. Yang baik dan tidak baik, semua ku dengarkan dengan baik. Tapi saya punya pengalaman yang baik dengan anda Pak, mungkin mereka belum mengenal anda saja. 

Ada juga yang langsung mengatakan bahwa anda hanya citranya di media baik. Menurutku, apa yang diberitakan media bahkan masih kurang. Selama bertugas, saya diminta untuk fokus pada program atau kinerja anda saja. Sedangkan, hal-hal yang tidak ada kaitannya sebagai gubernur tidak dinaikkan untuk dipublikasikan. Termasuk kebaikan personal.

Semalam, Pak seorang teman dari Samarinda mengatakan hal baik tentang anda, "Itu saya di sana pemimpin daerahnya selalu na bilang contoh Sulsel, itu daerah dan gubernurnya bagus. Begitu-begitu Kan, selalu jadi patokan,".

Pak Gub anda dengan Ibu Lies sangat baik, memiliki sifat yang hampir sama. Peduli pada orang, cepat akrab dan ringan tangan membantu. 

Dirimu sosok yang memperhatikan keluarga. Pada beberapa momen melihat keakraban anda. Baik dengan istri saling merangkul dan berpelukan. Sering ku jumpai Pak sebelum dan saat anda tiba dari bekerja, mencium istri, saya sebagai jomlo tidak kuat Pak, langsung mengalihkan pandangan... Hehe.

Saya perhatikan dengan anak-anak anda saling santun dalam bertutur. Dengan cucu, juga suka bermain dan bermanja serta bercengrama. Sulit menemukan sosok sepertimu, baik itu sebagai pemimpin dan pribadi. 

Pak Gub, kami semua mendoakan tetap sehat, anda terbukti tidak bersalah dan kembali ke Sulsel. Insya Allah  Allah SWT selalu melindungi dan membalas kebaikanmu. 

Saya rindu Pak, menantikan Bapak kembali, mengajak saya ke kebun dan makan mangga manis yang dikupaskan atau salak yang dipetik langsung dari tanganmu.)

Populer Berita