Soal Tudingab NA Kantongi Hasil Penjualan Besi Tua Stadion Mattoanging

Luthfi Mutty: Bastian Lubis Telah Memfitnah NA Secara Keji, Bisa Masuk Ranah Pidana

Luthfi Mutty: Bastian Lubis Telah Memfitnah NA Secara Keji, Bisa Masuk Ranah Pidana

FOTO : Anggota TGUPP Sulsel, Luthfi Andi Mutty…

MAKASSAR (otonominews) – Luthfi Andi Mutty , salah seorang anggota Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Sulsel, mengecam pernyataan pengamat Pemerintahan Universitas Patria Artha Makassar (UPA) Bastian Lubis.

Hal ini terkait dengan pernyataan Bastian yang menuding Gubernur Sulsel non aktif Prof Nurdin Abdullah menjual besi tua hasil pembongkaran stadion Mattoanging dan mengambil uang hasil penjualan besi tua untuk kepentingan pribadinya.

Menurut Luthfi, panggilan akrabnya, tudingan Bastian Lubis jika tidak memiliki data valid dan hasil audit, maka mengarah pada fitnah keji dan tidak mencerminkan seorang akademisi yang harus senantiasa menjunjung tinggi etika dan nilai nilai akademik. Sebagai orang keuangan, Bastian seharusnya tahu kalau sistem lelang itu masuk ke kas negara. Sistem lelang dilakukan secara online dan semua kegiatan dengan anggaran 200 juta wajib hukumnya dilelang.

"Pernyataan itu tidak mencerminkan seorang akademisi yang harus senantiasa menjunjung tinggi etika dan nilai nilai akademik. Bastian Lubis harus punya bukti dan data kalau Nurdin Abdullah mengambil uang dari hasil transaksi besi tua hasil pembongkaran stadion Mattoanging. Jika tidak berdasar data, maka itu hanya sebuah asumsi dan pencemaran nama baik yang akan berdampak pada persoalan hukum," tegas Luthfi Mutty.

Pakar pemerintahan yang juga mantan anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem ini mengingatkan agar Bastian Lubis selaku Rektor di salah satu kampus di Makassar tidak berbicara seperti aktivis.

“Ingat, kampus memang lembaga yang sangat menjunjung tinggi kebebasan berpendapat. Tetapi kebebasan itu tidak boleh menabrak rambu-rambu  akademik. Kalau memang punya data dan hasil audit dari lembaga yang berwenang, laporkan saja ke penegak hukum, tidak memfitah, tidak menghina dan tidak menghasut,” tegas Luthfi Mutty.

Berbicara tanpa data adalah fitnah. Dan itu sesuatu yang sangat haram. Sama haramnya dengan tindakan plagiat. Lanjut Luthfi. Sebagai rektor Bastian seharusnya tampil sebagai negarawan. Bukan seperti "LSM". "Kalau memang punya data, saya sangat mendukung jika hal itu dilaporkan saja ke penegak hukum," tegas Staf Khusus Wapres Boediono ini.

Kecaman senada diungkapkan Direktur Eksekutif Forum Pemerhati Masalah Sosial Politik dan Kemasyarakatan (Forsospolmas) Sulsel, MS Baso DN.

Menurut Baso, pernyataan Bastian Lubis yang menuding Gubernur Sulsel Non Aktif Prof Nurdin Abdullah mengambil uang dari hasil penjualan besi tua bongkaran Stadion Mattoanging adalah sesuatu yang sangat subyektif dan penuh kebencian, karena tidak didasari dari hasil temuan dari aparat pemeriksa seperti dari BPKP, BPK, Inspektorat dan lembaga pemeriksa resmi lainnya.

”Silahkan buktikan, jika Nurdin Abdullah menerima uang dari hasil penjualan besi tua Stadion Mattoanging, dan harus berdasar data dan fakta, bukan hanya sekedar asumsi semata.’Jika tidak ada data dan fakta, maka ini tuduhan dan akan berdampak pada persoalan hukum,” tegas Baso DN.

Sebagaimana diberitakan, Bastian Lubis menuding sejak awal langkah Pemprov Sulsel dalam melakukan pembongkaran Stadion Mattoanging hanya untuk mencari keuntungan lewat penjualan barang bekas yang ada di stadion berkapasitas 14 ribu penonton itu.

Bastian mengatakan hasil penjualan barang bekas dari Stadion Mattoanging bisa mencapai sekitar 3.4 miliar, namun yang disetor ke kas daerah hanya sebesar 1.7 miliar. Sisanya tambah Bastian uang tersebut masuk di kantong Gubernur Sulsel Nonaktif Nurdin Abdullah.”Jadi semuanya itu untuk pembongkaran sekitar 3.4 yang diambil kalau dihitung dengan apresol, yang dimasukkan itu 1.7 miliar, sisanya itu yang ambil lingkaran NA (Nurdin Abdullah),” cetusnya.

Populer Berita