Berlahan Tapi Pasti, Elektabilitas Puan Maharani Akan Terus Naik

Berlahan Tapi Pasti, Elektabilitas Puan Maharani Akan Terus Naik

FOTO : Puan Maharani dan Presiden Jokowi…

Oleh: Rahmat Sahid *)

JAKARTA, (otonominews) -- Berlahan tapi pasti, eksistensi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Puan Maharani, sebagai salah satu tokoh nasional yang potensial diusung sebagai Calon Presiden 2024 terus menguat. Banyak pengamat dan tokoh politik Tanah Air akhir-akhir ini mulai memperhitungkan perempuan bernama lengkap Puan Maharani Nakshatra Kusyala Devi itu sebagai figur tepat penerus estafet kepempimpinan Presiden Joko Widodo di Indonesia.

Pengamat politik Emrus Sihombing misalnya, pernah mengatakan kepada media bahwa Puan Maharani merupakan kader terbaik dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang pantas diusung sebagai Calon Presiden. Sementara, Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, menilai peluang cucu Bapak Proklamator Indonesia, Soekarno, menjadi Calon Presiden memang sangat terbuka.

Di internal PDI-Perjuangan, dukungan terhadap Puan juga mengalir. Politikus PDI-Perjuangan, Aria Bima, mengakui Puan memang sudah tepat diusung sebagai Calon Presiden. Politikus PDI-Perjuangan lain seperti Effendi Simbolon pun juga mengatakan hal serupa seperti dikatakan Aria Bima.

Sejumlah lembaga survei dalam beberapa bulan terakhir ini menempatkan Puan Maharani sebagai salah satu Calon Presiden 2024. Meskipun harus diakui elektabilitas Puan masih terpaut jauh dari Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subiyanto, yang sudah dua kali mengikuti kontestasi Pemilihan Umum sebagai Calon Presiden.

Karena persoalan elektabilitas yang masih minim, akhir-akhir ini muncul letupan-letupan wacana 'bargaining politic' kepada PDI-Perjuangan. Dibilang partai banteng moncong putih itu mengambil langkah bunuh diri apabila nekat mengusung Puan sebagai Calon Presiden pada Pemilu 2024.

Letupan wacana itu mengemuka di media dan jagad internet Tanah Air berupa keluarnya 'gerakan' mem-bully Puan sebagai tokoh politik yang tidak cakap menjadi pemimpin dan nir-prestasi semasa berkiprah di dunia politik nasional. Bahkan, sesekali muncu pula upaya percobaan men-downgrade Puan dengan mendengungkan wacana kebencian berbasis agama dan kelompok.

Media dan dunia maya harus diakui beberapa tahun belakangan memang punya peran besar dalam memoles citra seseorang menjadi pemenang atau pecundang. Sampai di titik ini, Puan harus berhati-hati dan jeli merespon wacana bernada sumbang tersebut.

Tapi, ketokohan Puan sebagai pemimpin bukan dibangun dari polesan citra media dan dunia maya. Ketokohan Puan sebagai pemimpin juga bukan berdiri di atas lembaga-lembaga survei. Sepak terjang politik Puan Maharani yang nyaris tidak diwarnai 'drama' di depan media menjadi bukti kalau putri Presiden kelima, Megawati Soekarnoputri, itu memang menghindari polesan citra.

Sejak memutuskan terjun ke dunia politik dengan menjadi menjadi Anggota Pengurus KNPI Bidang Luar Negeri pada 2006, Puan setapak demi setapak merintis karir kepemimpinannya dengan membangun basis massa di akar rumput dan merawat jejaring di tingkat elit.

Jabatan Ketua DPR merupakan bukti Puan sudah mumpuni dalam merawat jejaring elit. Sementara di akar rumput, Puan merupakan Anggota Dewan yang mengantongi 404.034 suara atau yang terbanyak di banding semua Calon Legislator lain di Tanah Air pada Pemilu 2019.

Dengan kata lain, karakter kepemimpinan Puan di Tanah Air berdiri di atas kekuatan pengorganisasian, bukan semata polesan citra media dan lembaga survei. Tentu, karakter kepemimpinan ini bisa menjadi modal bagi Puan untuk memimpin Indonesia, karena tidak semua elit politik punya kapasitas dan kapabilitas sebagai organisatoris.

Dengan modal ini, apabila terpilih pada Pemilihan Presiden 2024, Puan tidak akan gagap lagi bagaimana mencari formula menyejahterakan rakyat. Lewat kekuatan pengorganisasian, Puan bisa menjadi penerus estafet Presiden Joko Widodo dan langsung mendistribusikan kesejahteraan bagi 270 juta rakyat seperti yang dicita-citakan Bung Karno.

Serangan bullying dan kritik di media dan dunia maya tidak akan menyurutkan langkah Puan terus berjuang untuk dan bersama rakyat. Dalam banyak kesempatan, Puan Maharani sudah menunjukkan komitmennya pro terhadap rakyat. Yang terbaru adalah keberpihakan Puan terhadap kaum perempuan dengan mendukung dan memasukkan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual dalam Program Legislasi Nasional prioritas 2021.

Secara politik, Puan merupakan tokoh politik nasional yang sudah matang secara ideologis. Dia bukan semata cucu biologis Bung Karno. Lebih dari itu, seperti ibunya, Puan juga memiliki semangat nasionalisme yang kuat berdasarkan ajaran-ajaran Presiden Indonesia pertama tersebut.

*) Konsultan Komunikasi, Eks Wartawan Politik

Populer Berita