Kadisdukcapil Merauke, Drs. Marthen Gana

Tingkatkan Pelayanan, Disdukcapil Merauke Lakukan Berbagai Terobosan 

Tingkatkan Pelayanan, Disdukcapil Merauke Lakukan Berbagai Terobosan 

FOTO : Drs Marthen Gana…

MERAUKE (otonominews.net) - Dalam memberikan pelayanan terkait dokumen kependudukan terhadap masyarakat, sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Daerah Kabupaten Merauke, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil telah melakukan banyak terobosan. 

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Merauke, Drs. Marthen Gana, menuturkan, terobosan yang dimaksudkan adalah untuk mendekatkan pelayanan di tengah masyarakat, terutama di tingkat distrik dan kampung- kampung melalui sysem jemput bola.

"Kami sudah melaksanakan kegiatan jemput bola berkaitan dengan pengurusan dokumen kependudukan. Sehingga masyarakat akan lebih mudah dalam mengurus data atau dokumen kependudukan," jelas Marthen di Merauke,  Rabu (24/10).

Ia menjelaskan, persentase dari hasil pelayanan yang dilakukan ini mencapai sekitar 80 persen. Antusias warga begitu tinggi, terutama yang sudah berumur 17 tahun, harus dilayani untuk kepentingan pemilu legislatif dan presiden 2019.

"Sekaligus kita mengejar batas waktu yang ditetapkan oleh Kementerian Dalam Negeri RI, per tanggal 31 Desember 2018 semua masyarakat yang wajib KTP harus sudah memiliki KTP," jelas Marthen.

Oleh katena itu, lanjut dia, pihaknya selaku instansi pelaksana akan terus meningkatkan pelayanan melalui system jemput bola ke Distrik dan kampung-kampung, hingga tanggal yang ditentukan. 

Distrik yamg sudah dilakukan pelayanan langsung, kata Marthen,  ada sebanyak 15 Distrik. Diantaranya,  Distrik Muting, Okaba, Tanah Miring, Sota, Elikobel, Kaptel, Animha, Ngguti, Tubang, Waan, Kurik, Jagebob, Ulilin, Naukenjerai dan Tabonji. 

"Namun ada kendala saat ini, terjadi gangguan pada peralatan komputer dan alat percetakan. Mulai dari kemarin, kami tidak bisa mencetak  KTP karena alat cetak kami rusak. Memang sudah ada dua alat yang diberikan oleh pak bupati, tetapi yamg menjadi hambatan sekarang adalah bagian servernya. Ini perlu diganti lagi karena sudah tua dan terlalu lama pemakaiannya," papar Kadisdukcapil.

Terkait itu, menurut Marthen,  membutuhkan puluhan juta dana yang disiapkan untuk pengganti. Pihaknya sementara berkoordinasi dengan pihak pengadaan barang dan jasa untuk segera ada solusinya, guna kembali mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat. 

"Saya mengimbau, kepada masyarakat yang mau mengurus KTP dan sangat mendesak dibutuhkan, akan kami layani dengan surat keterangan dulu. Secara nasional ini diberlakukan apabila tidak bisa mencetak KTP karena gangguan, dan lain-lain," tandas dia.

Ia mengatakan, tahun lalu Disdukcapil telah berhasil mencapai target perekaman sebanyak 37 ribu.  Sementara di 2018 ini akan dikejar  karena angkanya bertambah menjadi 150 ribu yang harus dicapai. 

"Dalam perjalanan pelayanan, banyak masyarakat yang datang dengan marah-marah. Untuk itu, petugas harus diberikan motivasi untuk melayani dengan hati dan tepat waktu masuk kantor," katanya. 

Selaku pimpinan, dikatakannya, sudah memberikan teguran, namun teguran dan pola penerapan  yang diberikan tidak diindahkan.

Sehingga, kata Marthen, ini perlu keterlibatan pemerintah daerah untuk sekali-sekali datang mengontrol pelayanan disana supaya ada kesadaran dari pegawai dalam hal tepat waktu datang ke kantor.

"Saya melihat ini, perlu cuci gudang ini, pegawai-pegawai disini kita ganti semua. Karena kelihatan mereka sudah jenuh disini, mungkin harus diroling untuk meningkatkan pelayanan," ucap dia.

Masih dijelaskannya, saat ini persediaan blanko atau keping e-KTP di Disdukcapil Merauke tinggal 925 ribu dari 6000. 

"Dari 925 ribu blanko ini, kalau diperhitungkan jika percetakan tidak bermasalah, akan habis dalam waktu lima hari," ucapnya.

Ia menambahkan, pihaknya tengah mempersiapkan untuk mengambil blanko dengan permintaan 10 ribu blanko.  Sebab, antusias masyarakat dalam mengurus dokumen sangat tinggi, mengingat akan ada penerimaan calon pegawai negeri sipil.

"Komitmen saya bahwa saya ditempatkan disini saya ingin masyarakat yang datang mengurus dokumen selalu ada kenyamanan karena dilayani dengan baik. Tetapi komitmen ini akan berhasil ketika didukung oleh para pegawai, Pemerintah Daerah dan masyarakat," pungkasnya.(GT)

Populer Berita