Pemuda Marindanim Akan Audiensi Dengan Gubernur Bahas Dapsus Bagi Orang Asli Papua

Pemuda Marindanim Akan Audiensi Dengan Gubernur Bahas Dapsus Bagi Orang Asli Papua

FOTO : Ketua Pemuda Marindanim Merauke, Fransiskus Ciwe…

 MERAUKE (otonominews.net) - Berkaitan dengan permintaan Dapil khusus (Dapsus) bagi orang asli Papua (OAP) di Papua, dalam waktu dekat perwakilan pemuda Marindanim Kabupaten Merauke akan melakukan audiensi dengan Gubernur Papua, DPRP dan MRP di Jayapura.

"Karena kita ada dalam kerangka Otsus maka harus ada raperdasus tetang rekrutmen politik di Provinsi Papua. Sehingga ini bisa memenuhi permintaan untuk adanya dapil khusus," jelas Ketua Pemuda Marindanim Merauke, Fransiskus Ciwe, Rabu (24/10).

Pelaksanaan audiensi sementara masih menunggu kelonggaran waktu dari Bupati Merauke Frederikus Gebze untuk mendampingi dan memfasilitasi pemuda Marind ke Jayapura.

Sebelumnya, secara pribadi Fransiskus Ciwe pernah menyampaikan perihal Dapsus kepada Ketua Pokja Adat MRP dan Ketua DPRP Provinsi Papua. Keduanya menanggapi positif untuk cita-cita tersebut.

"Memang untuk pileg kali ini sudah tidak memungkinkan karena waktunya sangat mempet, tapi kita perjuangkan ini untuk jangka panjang," tambah Fransiskus Ciwe.

Dalam audiensi nanti, pemuda Marind minta agar raperdasus rekrutmen politik di Provinsi Papua segera dilakukan konsultasi publik di semua Kabupaten.

Permintaan kedua, pada pemilihan bupati dan wakil bupati selanjutnya di Papua harus dari orang asli Papua. 

"Saya pikir dalam situasi saat ini yang kita alami di Merauke, keterwakilan orang asli Papua di DPRD Merauke sangat minim, kita harap pemerintah merespon ini dengan baik," ucap Fransiskus.

Menurutnya, sudah puluhan tahun tidak ada pengkaderan dari partai politik terhadap  orang asli Papua. Masalah finansial menjadi alasan bagi Parpol tidak mengkaderkan OAP.

"Makanya kami minta dapil khusus supaya ada ruang untuk itu. Tujuannya,  kedepan nanti tidak timbul kerawanan sosial di tengah masyarakat Papua, " katanya. 

Dapil khusus yang dimaksudkan, adalah proses demokrasi tetap berjalan sebagaimana tercantum dalam UU Pemilu. Dalam dapil khusus tersebut menjadi basis  dari komunitas  OAP. Tetapi orang asli Papua juga bisa mencalonkan diri di dapil lainnya.(GT)

Populer Berita