Din Syamsuddin

Kasus Pembakaran Bendera HTI  Jangan Sampai Memecah Umat Islam

Kasus Pembakaran Bendera HTI  Jangan Sampai Memecah Umat Islam

FOTO : Din Syamsudin…

DEPOK (otonominews.net) - Menanggapi kasus pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid yang diduga milik HTI, Ketua Dewan Kehormatan PP Muhamadiyah, Din Syamsudin, meminta kasus ini jangan sampai memecah belah umat Islam. Ia pun tak menginginkan kasus ini merusak ukhuwah Islamiyah.

Saat di Auditorium Djokosoetono Universitas Indonesia, Depok, Dien mengatakan, jika sampai terjadi perpecahan dan merusak ukhuwah Islamiyah, maka terlalu mahal harga yang harus ditanggung. 

"Terlalu mahal harganya. Jadi saya pesankan, khususnya kepada umat Islam, karena umat Islam itu mayoritas. jangan kasus itu menimbulkan perpecahan," kata Din kepada wartawan, Kamis (25/10).

Din juga menyarankan agar pihak yang membakar bendera untuk minta maaf. Menurutnya tidak ada alasan apapun yang bisa membenarkan.

"Akuilah itu sebagai kesalahan, jangan dibungkus-bungkus dengan sanggahan, dengan alibi, itu tidak menyelesaikan masalah, karena Tuhan Maha Tahu," ujarnya.

Kalau ada kalimat lailahailallah, lanjutnya,  itu syahadat orang Islam. Jadi tidak ada alasan apapun untuk membenarkan.

"Yang jelas membakar apapun, bendera, kain, warna apapun, kalau ada kalimat lailahailallah itu syahadat orang Islam. Itu nggak ada alasan apapun bisa dibenarkan," lanjut Din.

Dia menegaskan tak semestinya bendera tersebut dibakar. Menurutnya, pihak berwajib juga semestinya mengamankan bendera tersebut agar tak dibakar.

"Mau ada provokasi, mau ada apapun ini tugas polisi menghalangi, dan tidak dibakar. Kan seyogyanya bisa saja tidak dibakar kan, diambil saja, dilipat, dijadikan barang bukti," tutur Din.

Din berharap umat Islam bisa juga memaafkan pelaku pembakaran bendera dan pelaku juga meminta maaf.

"Jadi pesan saya, satu minta maaf kepada Allah SWT, pelaku-pelakunya kan banyak itu, minta ampun. Kedua umat Islam nggak usah ribut-ribut, berilah maaf, ajaran Islam itu memaafkan," tutup Din.

Diketahui, sebelumnya, pada peringatan HSN (hari Santri Nasional) di Limbangan Garut, terjadi pembakaran bendera yang diduga merupakan atribut HTI (hisbuth Thahir Indonesia), ormas yang dilarang Pemerintah.

Pembakaran bendera berkalimat tauhid itu dilakukan oleh oknum Banser. Sontak peristiwa ini memicu kemarahan umat Islam,  karena bendera tersebut bertuliskan laa Illaha Illa Allah.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, menjelaskan yang dibakar di Garut itu adalah bendera HTI. Dalam banyak kegiatan, polisi juga mengamati HTI menggunakan bendera itu.

Populer Berita