Nama Kepala Badan Keuangan Kabupaten Gorontalo Dicatut dalam Baliho Aksi Bela Panji Tauhid

Nama Kepala Badan Keuangan Kabupaten Gorontalo Dicatut dalam Baliho Aksi Bela Panji Tauhid

FOTO : Kepala Badan Keuangan Daerah Kabuapetn Gorontalo, Abdul Manaf Dunggio.…

GORONTALO (otonominews.net) - Rencana Gerakan Aksi Bela Panji Tauhid oleh masyarakat Gorontalo yang digelar pada Jumat Sore di kota Gorontalo mulai dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, pasalnya sebelum aksi ini dimulai, beredar di media sosial baliho yang menyerukan hastag #Gerakan Bela Panji Tauhid.

Pada hastag itu tertulis nama organisasi Hizbut Tahrir Indonesia dan tercantum pula foto Ketua HTI Propinsi Gorontalo yang juga Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Gorontalo Abdul Manaf Dunggio.

Menanggapi hal ini, Kepala Badan Keuangan Daerah Kabuapetn Gorontalo, Abdul Manaf Dunggio langsung menggelar konfrensi Pers untuk mengklarifikasi soal foto dirinya yang tercantum dibaliho tersebut.

Dihadapan sejumlah awak media Manaf menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menyuruh atau mencetak baliho tersebut, Bahkan ia mengaku kaget setelah mengetahui informasi beredarnya baliho tersebut di media sosial. 

Manaf kemudian menjelaskan, sejak dekeluarkannya putusan pengadilan yang menyatakan mencabut badan hukum organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), maka seluruh struktur yang ada, baik di tingkat DPP hingga DPD II di setiap daerah dinyatakan tidak berlaku lagi, termasuk struktur yang ada di Propinsi Gorontalo dimana dalam struktur itu dirinya menjabat sebagai Ketua Propinsi Gorontalo.

Namun dia mengakui bahwa sejauh ini belum ada pembubaran pengurus di tingakat daerah, sebab masih menunggu hasil inkrah di pengadilan karena saat ini masih dalam proses banding yang diajukan organisasi ini.

Adapun menyangkut baliho yang sudah beredar dan mencatut foto dan namanya, dirinya menyampaikan hal itu bukan dari dirinya maupun organisasi HTI, dan itu hanya dilakukan oleh oknum-oknum yang mengatasnakan HTI.

"Saya tegaskan, Foto dan jabatan saya yang tercantum di baliho itu, bukan atas permintaan saya maupun organisasi HTI, begitu pula dengan logo HTI, dan mereka tidak pernah memberitahukan atau meminta ijin kepada kami untuk mencetak baliho tersebut. Saya juga sudah melakukan konfirmasi ke pihak panitia penyelenggara aksi ini, dan ternyata mereka juga tidak mengetahui hal tersebut." Tegas Manaf.

Manaf juga sudah meminta pihak Kesbangpol Kabupaten Gorontalo agar melakukan koordinasi dengan pihak kesbangpol Kota Gorontalo, serta pihak kepolisian untuk melakukan pencopotan baliho tersebut, sebab sebagian baliho itu tersebar diwilayah Kota Gorontalo. Sedangkan menyangkut langkah hukum apa yang akan ditempunya, Manaf menegaskan masih akan berkoordinasi dengan pimpinan pusat. 

"Adapun tentang pencatutan itu, kami masih mempertimbakan apakan akan dilanjutkan lewat proses hukum atau tidak meskipun ada beberapa saran dari teman-teman untuk meneruskan kasus ini ke proses hukum, yang jelas untuk saat ini kami sudah meminta pihak kesbangpol untuk mengusut akun yang sudah menyebarkan foto tersebut," ujarnya.

Sementara itu menyangkut aksi bela Islam yang dilakukan oleh oleh masyarakat diakuinya memang benar adanya, hal itu sebagai ekspresidari keberimanan setiap individu.

"Sebagai umat muslim pasti tidak rela, jika simbol-simbol Islam diperlakukan tidak pada semestinya, sehingga aksi ini sebagai langkah untuk mengingatkan jangan sampai hal ini terulang lagi. Bahkan kami mensinyalir ada upaya adu domba diantara umat muslim yang dilakukan oleh ansir-anasir yang tentu ini perlu diwaspadai." pungkasnya.(roy)

Populer Berita