Viral Video Ancam Bunuh Anies

Gerindra, Golkar, dan NasDem Dukung Anies Baswedan

Gerindra, Golkar, dan NasDem Dukung Anies Baswedan

FOTO : Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Bersama Wapes Jk -Foto Koleksi Anies Baswedan…

JAKARTA, (otonominews) - Bulan Juni 2019 lalu, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menerbitkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk bangunan yang berdiri di pulau hasil reklamasi di Teluk Jakarta, Jakarta Utara. Tak ayal, kebijakan Anies Baswedan tersebut memunculkan pro dan kontra di tengah masyarakat.

Menyusul diterbitkannya IMB tersebut, Rabu (25/07/2019), otonominews menemukan video di media sosial seperti IG, FB, dan Twitter yang dibuat dan diunggah oleh seorang pria yang disinyalir menggunakan akun dengan nama Arafat Yaser.

Di dalam video berlatar belakang gedung-gedung bertingkat (seperti apartemen -red), sang pria berkacamata hitam yang diduga pemilik akun FB Arafat Yaser tersebut mengucapkan kata-kata kasar terkait kebijakan Anies Baswedan soal IMB tersebut.

"You are the most bullshit person in the world," ujarnya si pria berkacamata hitam itu.

Sepanjang durasi video 5.38 detik, pria ini lebih banyak memaki-maki Anies Baswedan dengan kata-kata kotor. Bahkan dia juga sempat mengatakan, seandainya tak ada hukum, Anies Baswedan merupakan satu dari deretan orang yang akan dia bunuh.

Sejauh pengamatan otonominews, pria ini biasa dipanggil Leo dan bekerja di sebuah restoran di Hong Kong sebagai juru masak atau koki. Hal itu diketahui dari postingannya dengan foto saat sedang berada di dapur, bersiap untuk memasak.

Alamat yang tercantum di media sosial 'Leo' ini adalah Causeway Bay Flat A2, 108, Tiffany Building, Arbedeen Road, Causeway Bay, Hong Kong.

Menanggapi video yang akhirnya viral di media sosial itu, Partai Gerindra menyatakan akan mengawal Anies. "Gubernur ini kan hasil pilihan rakyat, kita kawal terus," kata Ketua Fraksi Partai Gerindra, Abdul Ghoni, kepada wartawan, Sabtu (27/07/2019).

Dia menilai Anies sebagai sosok pilihan rakyat lewat mekanisme Pemilu Kepala Daerah yang sah. Gubernur harus dilindungi dari segala bahaya. "Kalau dia (orang dalam video yang mengancam Anies) serius, berarti bahaya juga," kata Ghoni.

Gerindra adalah partai pengusung Anies-Sandiaga di Pilgub DKI 2017. Dia menilai sampai saat ini rekam jejak Anies di DKI baik. Meski begitu, ada saja orang yang tidak puas, itu normal asalkan ketidakpuasan itu disampaikan dengan cara yang baik.

"Soal puas tidak puas, Pak Anies bukan alat pemuas. Tapi yang namanya pembangunan di Jakarta bukan hanya Pak Anies saja tapi juga semua fraksi di DPRD DKI. Kita harus dewasa membangun Jakarta," tutur Ghoni.

Senada dengan Partai Gerindra, Partai Golkar DKI menilai viralnya video yang memuat ancaman pembunuhan terhadap Anies Baswedan tak perlu dikhawatirkan. Hal seperti itu biasa terjadi bagi seorang pemimpin.

"Pak Anies nggak usah khawatir. Biasa saja bagi pemimpin Jakarta. Yang penting jalan terus!" kata Ketua Fraksi Partai Golkar DKI, Ashraf Ali, kepada wartawan, Sabtu (27/07/2019).

Golkar bahkan menyemangati Anies. Dia juga mendukung polisi mengusut tuntas pihak di balik video viral itu. Dia yakin polisi bakal dengan mudah menangkap pelakunya. "Polisi canggih, pasti bisa memproses kasus ini," kata Ashraf.

Dia mengimbau semua pihak menyampaikan kritik tanpa melanggar hukum. Ancaman menghilangkan nyawa orang jelas tidak bisa dibenarkan. "Kalau protes dan kritik terhadap kinerja gubernur, itu hak orang. Tapi kalau mengancam menghilangkan nyawa, itu tidak boleh," tegas Ashraf.

Partai NasDem DKI mengimbau semua pihak agar bijak dalam menyampaikan aspirasinya, termasuk aspirasi yang ditujukan ke Gubernur Anies.

"Saya mengimbau agar semua bijak dalam menyalurkan aspirasinya. Negara kita berlandaskan hukum. Kalau orang bisa sekena-kenanya, nanti kacau Republik ini," kata Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD DKI, Bestari Barus, kepada wartawan, Sabtu (27/07/2019).

Dia menjelaskan, kritik terhadap gubernur bisa disalurkan ke berbagai jalur. Kritik tak boleh berisi ancaman pembunuhan karena itu merupakan pelanggaran.

Populer Berita

Dilapor Polisi Dengan Pasal Berlapis, Jumras Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Dilapor Polisi Dengan Pasal Berlapis, Jumras Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Tim Kuasa Hukum Nurdin Abdullah yang diwakili oleh Mustandar SH kepada wartawan, hari ini, mengatakan, pihaknya sudah melaporkan Jumras ke Polisi, terkait pasal 310 KUHP tentang pencemaran nama baik, pasal 311 KUHP terkait fitnah, dan pasal 242 KUHP tentang sumpah palsu, pada Jamis (18 Juli 2019) lalu.…