Sambut HUT RI ke-74

Tumbuhkan Cinta Tanah Air, Grand Metropolitan Mall Bekasi Gelar Gempita Nusantara

Tumbuhkan Cinta Tanah Air, Grand Metropolitan Mall Bekasi Gelar Gempita Nusantara

FOTO : Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto memukul gong tanda dbukanya Gempita Nusantara Grand Metropolitan Mall Bekasi, Minggu (4/8).(doc/hen)…

BEKASI (Otonominews) – Menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-74, Grand Metropolitan Mall Bekasi menggelar acara penuh ragam pentas budaya tanah air. Kegiatan menawarkan rangkaian euforia semarak kemerdekaan, tersebut hadir di mall ternama di Kota Bekasi sejak 4 Agustus hingga 18 Agustus 2019.

Pembukaan dilakukan oleh  Wakil Walikota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono didampingi isterinya, Wiwiek Hargono, dan jajaran manajemen Grand Metropolitan jajaran manajemen Grand Metropolitan, Minggu (4/8).

Tak sendiri, Grand Metropolitan menggandeng Yayasan Belantara Budaya Indonesia (BBI) dan Griya Aristy dan Delima Resto & Catering yang aktif dalam dunia kulinari Indonesia dan tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI).

Kepada awak media, General Manager Grand Metropolitan Mall Augusman Turnip menuturkan, melalui Gempita Nusantara ini, Grand Metropolitan mengajak menumbuhkan rasa cinta tanah air.

Ia menjelaskan, ragam kegiatan yang ditampilkan Gempita Nusantara, antara lain adu bakat menghias jajanan pasar, menari daerah dan menyanyi lagu-lagu nasional yang didukung oleh berbagai pihak yang memiliki visi memajukan budaya Indonesia. 

Foto: GM Grand Metropolitan Mall Augusman Turnip diapit Arie Widyaningsih dan Dyah Kusumawardhani usai jumpa pers acara Gempita Nusantara.(doc/hen)

 

“Momentum kemerdekaan merupakan hal bersejarah yang selalu dinantikan oleh masyarakat Indonesia. Tentunya semangat kemerdekaan ini tidak luput dari perhatian Grand Metropolitan. Menghadirkan ragam pentas budaya sebagai entitas kesatuan bangsa, kami berharap bahwa semangat nasionalisme dapat dirasakan oleh para pengunjung setia Grand Metropolitan,”

 

Dihari pertama gelaran itu, lanjut Augusman, kegiatan diawali dengan lomba menghias jajanan pasar. Sedangkan lomba tari kreasi daerah akan digelar pada tepat 17 Agustus 2019, yang akan dimeriahkan juga oleh penampilan HIVI. Sementara itu, lomba vokal Grandmet Voice yang digelar pada 18 Agustus 2019 didukung oleh Yamaha Smile Music.

Menurut Augusman, melalui Gelaran Gempita Nusantara tersebut, Grand Metropolitan juga memfasilitasi sekolah-sekolah di sekitar Bekasi. Dari jenjang TK, SD, SMP hingga SMA, untuk menampilkan kemampuan pada bidang olah vokal, tari tradisional dan ragam kesenian lainnya.

“Ini sebagai bentuk  apresiasi kepada para pelajar untuk menyalurkan bakat dan menumbuhkan kecintaan terhadap Tanah Air,” ucapnya.

Dikesempatan itu Arie Widyaningsih dari Griya Aristy dan Delima Resto & Catering, menjelaskan,  melalui Gempita Nusantara, sekaligus mengapresiasi cita rasa unik jajanan pasar serta menjadi wadah kreativitas bagi industri jasa boga.  

Menurut komisaris Griya Aristy yang juga pemrakarsa acara lomba menghias jajajan pasar ini, jajanan pasar sendiri merupakan produk perempuan-perempuan rumahan. Namun jika diseriusi bisa menjadi aset tinggi dan komoditas yang luar biasa.

"Sebagai perempuan yang telah berkecimpung di dunia kuliner khususnya Catering dan Bakery selama kurang lebih 15 tahun, saya ingin melihat teman-teman di Jabodetabek khususnya Pengusaha dan UMKM jajanan pasar mendapat tempat untuk menampung kreativitas mereka semua," tutur Arie Widya Ningsih, 

Kegiatan lomba menghias jajanan pasar ini, lanjut dia, sekaligus mengapresiasi cita rasa unik jajanan pasar serta menjadi wadah kreativitas bagi industri jasa boga. 

Diterangkannya, peserta lomba Menghias Jajaanan Pasar sudah melalui seleksi ketat. Diakuinya baru sehari ia mensosialisasikan kegiatan lomba ini, sudah 60 peserta mendaftar. 

“Namun kami seleksi ketat, dan tidak sembarangan yang bisa ikut dalam lomba ini. Sehingga tersaring 43 peserta yang berkompetisi dihari ini,” jelas Ari.

Hal sama dilakukan Yayasan Belantara Budaya Indonesia (BBI), Dyah Kusumawardani dalam merekrut peserta lomba menari tadisional.

Menurut Dyah, sebelum diputuskan jadi peserta lomba, pendaftar harus terlebih dahulu mengirimkan performancenya melalui Instagram kepada panitia. 

“Dari itu maka terlihat peserta tidak bisa asal bisa menari, namun harus memiliki kemampuan layak berkompetisi,” ucapnya.

Ia menjelaskan, lomba menari tersebut akan dinilai langsung oleh juri-juri yang kompeten di dunia tari, seperti Karina Syahna, Puteri Indonesia Kalimantan Barat 2019 yang aktif menjadi pelatih tari anak berkebutuhan khusus.

Diketahui, BBI adalah sebuah yayasan yang melestarikan tari tradisional dengan membangun sekolah tari tradisional gratis yang bertempat di berbagai lokasi, khususnya di museum-museum bersejarah di Indonesia.(hen)

Populer Berita