Dirintis Sejak 1999, PPKIB Yakin Pemekaran Kabupaten Indramayu Barat tak Akan Gagal

Dirintis Sejak 1999, PPKIB Yakin Pemekaran Kabupaten Indramayu Barat tak Akan Gagal

FOTO : Ketua Panitia Pembentukan Kabupaten Indramayu Barat (PPKIB) Sukamto, SH.…

INDRAMAYU , (otonominews) - Ketua Panitia Pembentukan Kabupaten Indramayu Barat (PPKIB) Sukamto, SH, menegaskan, proses pembentukan Kabupaten Indramayu Barat (Inbar)  telah melewati waktu yang sangat panjang sejak dirintis tahun 1999.  Ia optimis upaya itu tak akan gagal.

Meski perjalanan waktunya sangat panjang, yakni mencapai  dua dasawarsa, namun dia  merasa yakin pada akhirnya akan berbuah manis.

“Apalagi saat ini pembentukan Kabupaten Inbar itu telah memperoleh persetujuan eksekutif dan legislatif  Indramayu sehingga optimis pemekaran Inbar  tidak akan gagal,” ujarnya di Indramayu, Jum’at (09/08/2019).

Menurutnya, pembentukan Kabupaten Inbar semakin menemui titik terang. Hal itu setelah upaya-upaya yang dilakukan mendapat persetujuan eksekutif dan legislatif di Indramayu bahkan didukung Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

“Kita optimis  Gubernur Jabar ingin berusaha menebus ketertinggalan ini,  sehingga harus dikejar selama memimpin Jabar. Apalagi Provinsi Jabar ini menjadi provinsi dengan jumlah penduduk terbesar se-Indonesia,  tetapi jumlah kabupaten dan kotanya masih relatif sedikit, yaitu  hanya 27 kabupaten dan kota saja,” katanya.

Dibandingkan dengan Provinsi Jateng, ujarnya sudah memiliki  35 kabupaten dan kota. Bahkan Provinsi Jatim sudah ada 38 kabupaten dan kota. “Provinsi Jabar dengan jumlah penduduk terbesar se-Indonesia tetapi hanya  mempunyai 27 kabupaten dan kota saja,  ini yang disebut ketertinggalan itu,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, kondisi Kabupaten Indramayu saat ini berbeda dengan masa lampau. Dahulu pada  tahun 1999, upaya pemekaran terkesan tidak mendapatkan restu dari eksekutif dengan alasan yang memang masuk akal.

Karena saat itu jumlah  APBD masih relatif kecil. Selain itu kondisi infrastrukturnya  masih semrawut. Sekarang kondisi infrastruktur di wilayah Inbar  sudah tertangani 90 persen dan jumlah   APBD Indramayu mencapai Rp3 Triliun.

Belum lagi katanya apabila melihat jumlah penduduk Kabupaten Indramayu  sangat besar, mencapai  1,9  juta jiwa atau hampir 2 juta jiwa. “Jadi menurut kami merupakan  hal yang wajar jika Kabupaten Indramayu dimekarkan,” katanya.

Dengan pemekaran, katanya, diyakini pelayanan  masyarakat semakin efektif dan efisien,  karena akan memotong rentang kendali yang membentang sangat jauh.

Singkat kata pembentukan Kabupaten Inbar akan banyak dampak positif yang dirasakan masyarakat. “Harapannya pemekaran ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Populer Berita