Pulihkan Situasi Keamanan di Timika

Dua SSK Brimob dari Malut dan Gorontalo Mendarat di Timika

Dua SSK Brimob dari Malut dan Gorontalo Mendarat di Timika

FOTO : Pasukan Brimob - Foto Istimewa…

TIMIKA, (otonominews) - Untuk memulihkan situasi keamanan pascaunjuk rasa warga yang berakhir rusuh di Timika, Papua, sebanyak dua Satuan Setingkat Kompi/SSK Brimob Satgas Amanusa perbantuan dari Polda Maluku Utara dan Polda Gorontalo dengan personel 200 orang mendarat di Timika, Kamis (22/08/2019) pagi.

Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto mengatakan, kedatangan dua SSK Brimob perbantuan tersebut untuk membantu pemulihan situasi keamanan di Timika Rabu (21/08/2019).

"Kedatangan rekan-rekan Brimob dan Polda Maluku Utara dan Polda Gorontalo untuk membantu Polres Timika dengan lama penugasan selama 11 hari, namun nantinya tergantung perkembangan situasi ke depan," kata AKBP Agung.

Pasukan Brimob perbantuan tersebut tiba di Timika menggunakan penerbangan Lion Air dari Makassar. Dari Bandara baru Mozes Kilangin, pasukan Brimob tersebut langsung menuju Kantor Pelayanan Polres Mimika dan selanjutnya akan ditempatkan pada sejumlah titik strategis maupun rawan di sekitar Kota Timika.

Kapolres mengatakan, situasi kamtibmas di Kota Timika sejak Rabu petang sekitar pukul 15.00 WIT sudah sepenuhnya terkendali dan aman.

Pada Rabu malam hingga Kamis pagi, aparat gabungan Polri-TNI menggelar patroli ke semua sudut Kota Timika guna memberikan jaminan rasa aman kepada warga.

"Kami mengimbau warga Timika untuk kembali menjalankan aktivitas seperti biasa. Pertokoan, warung, rumah makan, pusat perbelanjaan, kantor-kantor, sekolah-sekolah silakan membuka kembali usaha dan kegiatan mereka," imbau AKBP Agung.

Sejumlah obyek vital yang masih ditempati oleh aparat gabungan Polri dan TNI di Kota Timika seperti Kantor DPRD Mimika, Kantor Pusat Pemerintahan, Rumah Jabatan Bupati Mimika, Kantor BPJS Ketenagakerjaan, kediaman pribadi Bupati Eltinus Omaleng dan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Timika.

Populer Berita

Dilapor Polisi Dengan Pasal Berlapis, Jumras Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Dilapor Polisi Dengan Pasal Berlapis, Jumras Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Tim Kuasa Hukum Nurdin Abdullah yang diwakili oleh Mustandar SH kepada wartawan, hari ini, mengatakan, pihaknya sudah melaporkan Jumras ke Polisi, terkait pasal 310 KUHP tentang pencemaran nama baik, pasal 311 KUHP terkait fitnah, dan pasal 242 KUHP tentang sumpah palsu, pada Jamis (18 Juli 2019) lalu.…