Kapendam XVII/Cenderawasih: Mereka Tiga Hari Sembunyi di Hutan 

Mengaku Tertipu Kordinator Aksi Massa Anarkis, 300 Warga Wamena Komitmen Tak Mau Ikut Demo

Mengaku Tertipu Kordinator Aksi Massa Anarkis, 300 Warga Wamena Komitmen Tak Mau Ikut Demo

FOTO : Ratusan warga Wamena Papua mengaku tertipu korlap aksi demo anarkis.(ist)…

WAMENA (Otonominews) - Kodam XVII/Cenderawasih menyatakan ratusan warga Wamena Papua telah menyatakan merasa tertipu dengan provokasi berujung anarkis yang dilakukan kordinator aksi massa.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Lektol Cpl Eko Daryanto dalam siaran persnya, Senin (2/9) menyampaikan, sekitar 300 warga di pegunungan Wamena tersebut berkomitmen untuk tak lagi ikut aksi demo dalam bentuk apapun.

Eko menjelaskan, 300 warga Wamena itu sempat bersembunyi di Kompleks Kelurahan Numbay, Distrik Jayapura Selatan, Minggu (1/9) sore. Mereka, kata Eko, mengaku menyesal dan ketakutan untuk kembali ke tempat tinggalnya di wilayah Abepura dan Waena.

"Tiga ratusan orang yang merupakan bagian dari massa pendemo sepakat untuk tidak mau lagi ikut-ikutan aksi demo massa dalam bentuk apapun. Kelompok massa pendemo ini merasa telah ditipu oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan isu rasisme,"

 

Ratusan warga itu, kata Eko, bersembunyi di hutan selama tiga hari lantaran takut mendapat aksi balasan dari masyarakat yang telah menjadi korban penjarahan, pembakaran, perusakan ketika terjadi demo yang berakhir rusuh di sepanjang jalan Waena-Jayapura.

"Pada hari Minggu siang, perwakilan kelompok yang sebagian besar berasal dari Wamena tersebut menemui Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Bapak Desman Kogaya, untuk memohon bantuan agar diberikan jaminan keamanan dan angkutan dalam proses mereka kembali ke daerah Abepura dan Waena," papar Eko.dalam keterangan persnya, Senin (2/9/2019).

Selanjutnya, Desman Kogoya menghubungi Kodam XVII/Cenderawasih dan perwakilan Komnas HAM wilayah Papua sebagai mediator. 

Menurut keterangan Eko, pihak Kodam diwakili Asintel Kasdam Kolonel Inf JO. Sembiring dan Ketua Komnas HAM Perwakilan Papua Frits Ramanday melakukan mediasi dan negosiasi untuk memberikan solusi terbaik guna proses evakuasi terhadap 300-an warga ini.

Dalam mediasi yang dihadiri Pendeta, Wakil Bupati Lanny Jaya, anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) tersebut dibahas pula soal evakuasi pemulangan dan pengamanan agar terhindar bentrok susulan antar kelompok massa khususnya di wilayah Jayapura. 

"Kodam XVII/Cenderawasih telah menyiapkan kurang lebih 15 truk TNI/Polri guna mengangkut massa yang sempat bertahan di wilayah Kelurahan Numbay pasca aksi demo beberapa hari yang lalu. Pukul 17.00 WIT dilakukan evakuasi gelombang pertama sebanyak 116 orang dan pukul 19.50 WIT evakuasi gelombang kedua sebanyak 172 orang," jelas Eko.

Eko menerangkan, proses evakuasi dan pemulangan dengan pengawalan ketat Kodam XVII/Cenderawasih dan Polda Papua ini berjalan lancar dan aman. 

"Pukul 17.00 WIT dilakukan evakuasi gelombang pertama sebanyak 116 orang dan pukul 19.50 WIT evakuasi gelombang kedua sebanyak 172 orang," katanya.

Eko menambahkan, ada satu orang diduga pelaku penjarahan diamankan pihak Polres Jayapura, karena ditemukan kunci sepeda motor baru di kantongnya

"Karena pada saat pemeriksaan ditemukan kunci SPM baru dikantong yang bersangkutan," katanya.

Populer Berita

Dilapor Polisi Dengan Pasal Berlapis, Jumras Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Dilapor Polisi Dengan Pasal Berlapis, Jumras Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Tim Kuasa Hukum Nurdin Abdullah yang diwakili oleh Mustandar SH kepada wartawan, hari ini, mengatakan, pihaknya sudah melaporkan Jumras ke Polisi, terkait pasal 310 KUHP tentang pencemaran nama baik, pasal 311 KUHP terkait fitnah, dan pasal 242 KUHP tentang sumpah palsu, pada Jamis (18 Juli 2019) lalu.…