Hari Ini, Habib Rizieq akan Diperiksa Polda Metro Jaya

Husnie | Selasa, 01 Desember 2020 - 04:54 WIB

Hari Ini, Habib Rizieq akan Diperiksa Polda Metro Jaya FOTO : Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab


JAKARTA, (otonominews) -- Hari ini, Selasa, 1 Desember 2020, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab akan diperiksa sebagai saksi oleh Polda Metro Jaya, terkait dugaan pelanggaran protokol kesehatan dalam kerumunan saat acara akad nikah putrinya di Petamburan, Jakarta Pusat, Sabtu (14/11/2020) lalu.

Dalam pemeriksaan kali ini, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan penyidik akan menerapkan protokol kesehatan, termasuk akan melakukan swab test kepada Habib Rizieq. Hal ini, katanya, untuk menghindari orang yang diperiksa terpapar Covid-19, sehingga takut menularkan penyidik.

"Jadi kami menerapkan protokol kesehatan yang ketat saat memeriksa siapa pun. Dengan menerapkan 3 M, yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan, plus kita lakukan swab test kepada yang bersangkutan di sini sebelum diperiksa," kata Yusri, Senin (30/11/2020).

Yusri mengatakan protokol kesehatan adalah langkah yang tidak bisa diabaikan di masa pandemi Covid-19 dan tes usap tersebut dilakukan demi keamanan pihak yang diperiksa maupun penyidik kepolisian. "Untuk bisa memastikan jangan sampai yang diperiksa positif, penyidiknya kena," tambahnya.

Selain Habib Rizieq, kata Yusri, pihaknya juga menjadwalkan pemeriksaan 2 saksi lainnya yakni menantu Habib Rizieq, Hanif Alatas dan Biro Hukum FPI.

Sebelumnya, Penyidik Subdit I Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah melayangkan surat panggilan pemeriksaan terhadap Habib Rizieq. Selain itu, penyidik juga turut melayangkan surat panggilan pemeriksaan kepada menantunya Rizieq, yakni Hanif Alatas dan Biro Hukum FPI.

Ketiganya akan diperiksa sebagai saksi terkait dugaan pelanggaran protokol kesehatan dalam kerumunan massa pada Sabtu malam (14/11) di Petamburan, Jakarta Pusat.

"Kita lakukan pemanggilan beberapa saksi yang ada tersangkut ke Pasal 160 KUHP atau Pasal 93 di UU Karantina Kesehatan dan di Pasal 216 KUHP," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus.

Yusri berharap, ketiga saksi yang hendak diperiksa itu hadir memenuhi panggilan pemeriksaan tersebut. Apalagi, lanjut Yusri, ketiga saksi tersebut merupakan tokoh yang faham agama. Tentunya mereka akan lebih taat terhadap hukum.

Yusri Yunus mengatakan, secara aturan, saksi yang dipanggil memang bisa tidak memenuhi panggilan polisi. Mekanismenya, asalkan terperiksa bisa menyampaikan alasan yang pasti.

"Kami harap yang bersangkutan hadir sebagai warga negara yang baik. Jika tidak hadir, semoga ada alasan yang jelas.
Alasan yang menurut aturan UU itu betul, sehingga akan dijadwalkan kembali," kata mantan Kabid Humas Polda Jabar itu.

Jika Habib Rizieq berhalangan hadir karena sakit, Yusri mencontohkan, perwakilan Habib Rizieq harus menyertakan bukti sakit dari rumah sakit ke kepolisian. Nantinya polisi akan memeriksa dokter yang menangani Habib Rizieq untuk memastikan kondisi kesehatannya.

"Misalnya yang bersangkutan sakit dengan membawa surat keterangan sakit dari dokter. Nanti dokternya kita cek. Sakitnya sakit apa. Kan nggak mungkin orang sakit diperiksa. Yang penting harus ada alasan yang pasti," ungkapnya.

Dalam perkara ini, Yusri menjelaskan, penyidik mempersangkakan calon tersangka dengan pasal berlapis.  Berdasar hasil gelar perkara penyidik mempersangkakan calon tersangka dengan Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Yusri mengatakan terkait Habib Rizieq masih akan dipanggil sebagai saksi. Penyidik akan mendalami dugaan pelanggaran di Pasal 160 KUHP. Pasal 160 KUHP sendiri berkaitan dengan adanya hasutan orang lain untuk melakukan perbuatan pidana. 

Menurut Yusri, pihaknya akan mendalami indikasi terkait Habib Rizieq yang diduga menghasut masyarakat untuk berkerumun. Yusri juga memastikan satuan kerja di Polda Metro Jaya siap mengamankan jalannya pemeriksaan terhadap Habib Rizieq Shihab.

Sementara itu, Persaudaraan Alumni atau PA 212 dikabarkan akan menggelar aksi yang dikemas dengan reuni akbar 212 di Polda Metro Jaya, Jakarta, pada Selasa (1/12/2020).  Berdasar poster undangan yang beredar di media sosial tertulis "Reuni 212 Dimajukan Tanggal 1 Desember 2020 di Polda Metro Jaya Jakarta acara Mengawal IB HRS dan Habib Hanif Al Althos".