Prediksi Magician Denny Darko: Akan Ada Momen Rekonsiliasi Yang Sebenarnya

Husnie | Minggu, 13 Desember 2020 - 22:38 WIB

Prediksi Magician Denny Darko: Akan Ada Momen Rekonsiliasi Yang Sebenarnya FOTO : Magician Denny Darko


JAKARTA, (otonominews) -- Penahanan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab terkait kasus kerumunan menjadi polemik. Magician Denny Darko memprediksi bahwa apa yang akan terjadi selanjutnya. Dia mengingatkan hal ini merupakan gerakan tertentu yang dipastikan gerakan politik.

Menurutnya hukum memang ditegakkan tetapi dia melihat disini bukan murni hukum akan tetapi ada juga gerakan politik yang berusaha diredam. Karena ada satu gerakan massa diluar gerakan partai politik yang sudah direstui.

"Tetapi ini gerakan keagamaan yang begitu masif. Hal seperti ini tentu saja membahayakan kebangsaan dan bernegara. Disini saya tidak memihak tetapi menyuarakan banyak orang yang was-was," ujar Denny lewat akun YouTube nya, Minggu (13/12/2020).

Bahwa penahanan Habib Rizieq Shihab adalah tindakan politik. Diharapkan tidak terjadi kerusuhan karena yang ditakutkan itu yang diinginkan orang-orang yang suka mengobok-ngobok bangsa kita. 

Habib Rizieq, katanya, bukan dipenjara atau ditangkap tetapi penahanan. Dia yakin perlakuannya masih positif disana. Dia juga meyakini yakin Habib Rizieq mendapat perlakuan special. Menurutnya, ini bukan tentang balas membalas tetapi belajar bagaimana kita bernegara dan berpolitik. 

Saat seperti ini, prediksinya, Presiden Jokowi akan turun tangan dan langsung menengahi walaupun awalnya beliau mengatakan tidak mencampuri proses hukum. Karena, lanjutnya, seorang yang memiliki massa pasti pengaruhnya akan besar dan harapannya seharusnya ini dirangkum karena ini sebuah kekuatan yang sangat amat besar 

"Sepertinya nanti ditengah-tengah penahanan bapaknya anak-anak ini akan turun tangan dan akan bilang wis wis ojo geger. Dan akan ada suatu momen dimana beliau akan diberikan opsi bisa melakukan apa yang diinginkan dan apa yang disuarakan bisa diberikan. Dan saat ini apa yang dinanti-nanti akan ada sebuah momen dimana Pak Jokowi berpelukan dengan Pak Prabowo," paparnya.

"Saya ingin hal ini akan tiba sebelum terjadi geger dimasa mendatang. Atau adanya bentrokan. Dan itu adalah momen rekonsiliasi yang sebenarnya, Jika saat ini terjadi bahwa sebenarnya memaafkan dan dimaafkan itu adalah ciri bangsa kita bangsa yang besar Indonesia, sambungnya.

Dia mengaku sebagai muslim menghormati Habib Rizieq sebagai seorang ulama. Tapi yang tidak bisa dipungkiri ini adalah negara hukum dan saat legitimasi pemerintah dipertaruhkan maka selayaknya di negara manapun mengambil tindakan menertibkan.

"Saya melihat disini bukan hanya satu kerja politik juga ada kerja intelijen. Yang memang aturannya terjadi. Dan nanti ada endingnya, pasti akan mengagetkan. Endingnya melibatkan Presiden," terang Denny yang memiliki keahlian membaca masa depan orang lewat kartu tarot.

Dia mengingatkan bahwa disini tidak ada.gerakan untuk menerangi Islam. Tetapi ini murni gerakan politik. Biasanya akan direspon dengan ketakutan politik juga. "Apa yang dilakukan saya melihat sudah menyentuh ke ranah politik. Kita siap-siap basah bahwa apa yang dianggap suatu gerakan politik akan dilawan dengan politik. Ini yang patut kita waspadai," cetusnya.

Terkait penahanan Habib Rizieq, dia melihat ada suatu kebimbangan. Kredibilitas pemerintah dipertaruhkan. Apalagi gerakan FPI diperhitungkan. Hal ini ketika menyambut kedatangan Habib Rizieq dari Arab Saudi. 

"Ini sesuatu yang harus diwaspadai dan tidak bisa dibiarkan begitu saja dan tidak bisa dipandang sebelah mata. Saya melihat penahanan ini karena terpaksa karena tidak ada pilihan lain karena ini semakin meresahkan mereka," ucapnya.

Saat ini, kata Denny, gerakan kebangsaan dan bernegara tidak seperti pada masa lalu. Dengan adanya sosial media tidak mudah meredam oposisi atau orang-orang yang tidak setuju dengan langkah politik pemerintah.

Sebagai orang awam kita melihatnya secara objektif tidak subjektif. Harapannya ini suatu pembelajaran politik untuk semua orang. Ini sebuah upaya agar kita menjadi bangsa yang besar dalam perjalanan sejarah 

"Saya pikir Habib Rizieq nanti akan menjadi orang yang bisa mengumpulkan banyak orang diluar partai politik, diluar aliran dana bahwa orang-orang ini tadi walaupun atas nama agama mereka bertindak apa yang disuarakan (Habib Rizieq). Perkara apa yang dianggap pribadi hal seperti ini bisa membahayakan untuk negara dan pemerintahan dimana pun belahan dunia," terangnya.

Walaupun Habib Rizieq disanjung sanjung,  Denny mengatakan sebagai warga negara yang tidak kebal hukum. Hal ini ditujukkan drama rompi oranye lalu dililitkan nya kabel type mirip teroris. Padahal walaupun dikenakan pasal penghasut masih bisa dianggap berpengaruh. Karena pengaruh sosial media membuat kita jadi terpolarisasi. Membuat kita kalau membenci ya membenci saja. Kalau simpati sampai mati simpati. Padahal sebagai manusia ada positif dan negatif apa yang kita lakukan dan ucapkan. 

"Sebenarnya saya melihat ada upaya untuk menunjukkan beliau ini warga negara. Kalau dianggap salah dia ditahan, kalau dianggap meresahkan dia akan dikenakan pasal. Sudah terjadi sebagai upaya kondisi bagaimana memutar seseorang yang dikultuskan bahwa dia sama seperti yang lain. Ini yang saya bang drama baju oranye tadi. Saya melihatnya berlebihan," cetusnya.

Dia mengingatkan, apapun itu kita sebagai warga negara Indonesia harus taat hukum dan kalaupun ada hal yang tidak disukai atau ingin disampaikan akan lebih baik kita sampaikan ke ranah hukum. Apapun itu sebaiknya tidak melakukan hasutan, tidak melakukan upaya gebrakan  yang melanjutkan melakukan diskriminasi apa yang kita wakilkan.

Jadi, sambungnya, sebaiknya meskipun tujuannya politik  beliau pun ditahan atas nama hukum. Kita pun kalau tidak ada yang setuju sampaikan secara hukum. Harapannya kita tidak melakukan sesuatu yang melanggar hukum. Apapun itu kita tetap di koridor hukum dan ini saran terbaik sebagai warga negara yang baik.

"Semoga Allah SWT memberikan yang terbaik, yang ditutupi akan terbuka. Jadi kita harus patuh, hormati pemimpin negara   yang sudah kita pilih. Tidak ada satupun yang melawan dan mempolarisasi yang menimbulkan sesuatu ini harus kita pertahankan ini yang harus kita lawan. Sehingga menimbulkan kedamaian," imbuhnya.

Hal Ini, katanya, dibutuhkan kesabaran kita sendiri. Sabar sebagai seseorang yang tahu semua yang kita lihat itu benar dan yang tidak kita lihat artinya salah. Jadi kesabaran yang paling utama. Institusi diperlukan bukan hanya kita lihat dan kita dengar tapi juga kita rasa. Apa yang kita dengar itu salah kadang-kadang kita harus tanyakan kepada orang disekitar kita. Yang paling penting menanyakan kepada Tuhan YME. Jadi kesabaran harus kita praktekkan dalam beberapa minggu dan bulan kedepan ini agar tidak terjadi perlawanan masyarakat yang kontraproduktif. 

Denny mengingatkan untuk berhati-hati karena nantinya akan ada beberapa oknum yang akan melakukan penghasutan untuk melakukan gerakan pembebasan Habib Rizieq. Dan dia yakin Habib Rizieq pun tidak ingin hal itu terjadi. Bentrokan adalah suatu hal yang dinginkan oleh oknum oknum tersebut.

"Saya melihat nanti akan ada orang-orang yang menunggangi. Saya meyakini meski FPI tidak terima mereka bukan orang-orang yang berbuat onar. Kalaupun ada beberapa hal yang terjadi saya bilang itu adalah oknum. Kita harus kita pandang dari dua sisi yang berbeda. Bukan artinya saya mendukung FPI tapi saya melihat dari kacamata yang selalu positif. Bahwa semua orang selalu memiliki agenda yang positif dan tidak ada sesuatu pun yang ingin berbuat kerugian atau kejelekan yang ingin mencelakakan orang lain," katanya.

Denny berharap jangan melakukan sesuatu  yang malah akan membuktikan bahwa sentimen negatif orang-orang kepada FPI yang memang sudah dibentuk tadi. Jadi tunjukkan yang sebaiknya. Tunjukkan sebagai pembela Islam yang rahmatan lil alamin ini kita harus benar-benar positif untuk melihat itu.

"Ini membuktikan bahwa FPI lebih besar daripada Habib Rizieq Shihab yang kebetulan imam saat ini. Apapun yang terjadi FPI itu akan tetap berdiri siapapun yang memimpin. Dan kemudian tidak akan melemah sampai kapanpun. Jadi tidak ada alasan apapun kalau terjadi onar gara-gara imam besarnya untuk sementara waktu. Jangan terpancing, ini membuktikan FPI itu tidak seperti yang dituduhkan," ujarnya.