Habib Rizieq Minta Dihadirkan Seperti Irjen Napoleon Bisa Hadir Langsung Di Persidangan

Husnie | Selasa, 16 Maret 2021 - 17:26 WIB

Habib Rizieq Minta Dihadirkan Seperti Irjen Napoleon Bisa Hadir Langsung Di Persidangan FOTO : Habib Rizieq Shihab


JAKARTA, (otonominews) - Sidang perdana Habib Rizieq Shihab yang digelar secara virtual melalui aplikasi Zoom, Selasa (16/3/2021), di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, kasus dugaan kerumunan yang diduga melanggar protokol kesehatan sempat mengalami kendala karena sinyal internet buruk. 

Persidangan yang sejatinya dimulai pukul 09.00 ini belum bisa berjalan hingga pukul 10.50 lantaran terganggunya kualitas baik video. Habib Rizieq Shihab menjalani sidang virtual dengan agenda pembacaan dakwaan kasus tes swab RS Ummi Bogor.

Kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Eks imam besar Front Pembela Islam (FPI) itu meminta untuk dihadirkan secara langsung di muka persidangan, bukan secara virtual dari Rutan Salemba cabang Bareskrim Polri. Namun usulan itu ditolak oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Habib Rizieq Shihab yang berada di Bareskrim mengaku sulit mendengar penasihat hukum maupun Jaksa Penuntut Umum."Saya ingin minta dihadirkan bukan di Mabes Polri tapi di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Timur," kata Habib Rizieq dalam persidangan.

Dalam kesempatan itu, Habib Rizieq selaku terdakwa mempertanyakan alasan dirinya tidak dihadirkan secara langsung di persidangan. Padahal, kata dia, pihak lain seperti jaksa penuntut umum (JPU) dapat dihadirkan secara langsung.

Habib Rizieq Bandingkan kemudian membandingkan Irjen Napoleon yang bisa hadir langsung di persidangan dalam sidang atas kasus dugaan suap penghapusan red notice Djoko Tjandra di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). 

Habib Ruzieq menyebutkan 5 alasan mengapa dirinya harus dihadirkan langsung di ruangan persidangan. Pertama adalah karena kendala teknis yang disebabkan buruknya penerimaan sinyal.

"Pertama, suara ini tidak jelas dan sering putus. Gambar pun sering terhenti bahkan hanya bergantung dengan sinyal dan setiap saat teknologi ini bisa disabotase. Jadi online ini akan sangat-sangat merugikan saya sebagai terdakwa," ucap Habib Rizieq.

Yang kedua, lanjutnya, kalau alasannya Covid, kita bisa lebih memprioritas yaitu tentang protokol kesehatan. "Apakah dengan jaga jarak, masker, dan lainnya," lanjut Rizieq.

Meski berkeinginan untuk hadir langsung, Hakim Khadwanto tetap memutuskan agar persidangan dilanjutkan secara daring. Mendengar keputusan majelis hakim, pihak pengacara Rizieq memutuskan untuk walk out.

Hal serupa dilakukan Habib Rizieq, yang keluar dari ruang persidangan di Bareskrim Polri. Melalui layar virtual, Habib Rizieq tampak meninggalkan kursinya dan meminta agar kamera persidangan dimatikan. “Saya tidak akan mengikuti sidang online, mohon maaf majelis hakim,” ujar Habib Rizieq dalam video virtual.

Habib Rizieq juga meminta polisi yang mengamankan jalannya sidang online di Bareskrim Polri untuk mematikan videonya. Habib Rizieq ingin kembali ke sel. Dia menyebut walk out merupakan hak terdakwa.

“Ana kan sudah menyatakan keluar dari sidang, pengacara ana semua sudah keluar dari ruang sidang. lihat dulu. Ana pernah disidang, ana pernah dua kali. Saya mau balik ke sel, Anda jangan ikut campur ini urusan hukum,” ucap Habib Rizieq. 

Ketua Majelis Hakim Suparman Nyompa akhirnya menerima keluhan tersebut. Dia memutuskan menunda persidangan dengan terdakwa Habib Rizieq Shihab, lantaran persoalan teknis sidang online, dan melanjutkannya kembali pada Jumat (19/3) pekan ini.

"Kami tidak ingin, kalau suara kurang bagus, karena ini (persidangan) tempat terakhir bagi terdakwa membela diri. Makanya kami memutuskan untuk sidang ditunda Jumat 19 Maret 2021," kata Majelis Hakim dari ruang sidang, Selasa (16/3).

Usai sidang perdana yang digelar secara virtual, kuasa hukum Habib Rizieq Shihab, Aziz Yanuar meminta agar sidang kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan bisa digelar secara normal di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. 

Menurut Aziz Yanuar, sidang dengan agenda pembacaan dakwan kali ini ditunda karena pihaknya ingin Habib Rizieq bisa hadir secara fisik. "Sidang ditunda hingga Jumat 19 Maret jam 09.00 WIB," ujar Aziz kepada wartawan di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (16/3).

Aziz Yanuar lantas menyinggung soal sidang kasus dugaan suap penghapusan red notice Interpol atas nama Djoko Tjandra dengan terdakwa Irjen Napoleon Bonaparte. Pasalnya, dalam proses persidangan, Napoleon selalu dihadirkan secara fisik.

"Kami minta sebagaimana sidang lain seperti Napoleon itu dihadirkan, kami minta equality before the law kepada majelis hakim dan MA," pungkas Aziz.