PPKM Mikro Jabar Terproduktif se-Indonesia, Ridwan Kamil Minta Dipertahankan

hen | Kamis, 15 April 2021 - 08:02 WIB

PPKM Mikro Jabar Terproduktif se-Indonesia, Ridwan Kamil Minta Dipertahankan FOTO : Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.(ist)


BANDUNG (Otonominews.co.id) – Provinsi Jawa Barat (Jabar) dinilai paling produktif dalam menjalankan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Indonesia. Jumlah kegiatan terkait PPKM Mikro di Jabar mencapai 1.896.148 kegiatan. Jumlah tersebut tertinggi se-Nasional.

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil ingin prestasi ini tetap dipertahankan.

Gubernur biasa disapa Kang Emil ini minta kepada para aparat desa, ketua RT/RW, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol-PP serta semua pihak terkait tetap menjalankan tugasnya sesuai tupoksi, sehingga menghasilkan kinerja terproduktif.

“Ini yang diapresiasi pemerintah pusat, mohon dipertahankan oleh kita semua,” kata Kang Emil.

Dalam jumpa pers dengan para awak media, Kang Emil menyampaikan, penilaian sebagai PPKM terbaik diperoleh berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Nasional per 11 April 2021.

“Semua kegiatan tersebut terkait penanganan COVID-19. Mulai dari edukasi dan sosialisasi 3M, pembagian masker, penegakan disiplin, penulusuran kontak, sampai vaksinasi COVID-19. Ini menandakan kerja keras kita konkret selama PPKM Mikro,” kata Kang Emil dalam jumpa pers di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (14/4/2021).

Kang Emil pun melaporkan, selama empat pekan berturut-turut, tidak ada daerah di Jabar berstatus Zona Merah atau Risiko Tinggi. Berdasarkan data Bersatu Lawan COVID-19 pada periode 5-11 April 2021, 19 daerah masuk Zona Oranye atau Risiko Sedang, dan delapan daerah berstatus Zona Kuning atau Risiko Rendah.

Adapun delapan daerah yang berstatus Zona Kuning atau Risiko Rendah, yakni Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bandung, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Subang, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Pangandaran.

“Kalau perkembangan kasus masih stabil, kita berada di zona yang turun. Tidak ada lagi Zona Merah di Jawa Barat. Mudah-mudahan seterusnya seperti itu,” tutur Kang Emil.

Terkait progres vaksinasi, Kang Emil mengatakan bahwa pihaknya akan fokus pada sasaran lansia, terutama di daerah tujuan mudik.

“Vaksinasi kita ini masih lemah di lansia. Jadi, tadi arahan saya, lansia ini butuh pendampingan saat penyuntikan. Diutamakan lansia yang punya anak yang merantau,” ucapnya.

Selain itu, Kang Emil menuturkan bahwa Kepolisian Daerah (Polda) Jabar akan menyiapkan skenario penyekatan sebagai antisipasi mudik di daerah Jabar.

“Skenario dari sekarang harus sudah disiapkan, sehingga mereka-mereka yang melanggar bisa diputarbalikan,” ucapnya.

Kang Emil pun mengimbau kepada semua masyarakat Jabar untuk menjalankan ibadah di Bulan Ramadan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Hal itu mesti dilakukan untuk menekan potensi penularan COVID-19.