Gubernur Edy Rahmayadi: PPKM Mikro di Sumut Diperpanjang

hen | Kamis, 22 April 2021 - 20:14 WIB

Gubernur Edy Rahmayadi:  PPKM Mikro di Sumut Diperpanjang FOTO : Pertmuan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dengan para Kepala Daerah se-Sumut.(ist)


MEDAN (Otonominews.co.id) – Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengumpulkan para bupati dan Walikota se-Sumut untuk membahas implementasi Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Sumut.

Kebiakan Pemerintah Pusat, Edy menyampaikan, bahwa PPKM Mikro diperpanjang mulai 20 April sampai 3 Mei 2021. Dalam peraturan tersebut mengatur kegiatan masyarakat harus berakhir pada pukul 21.00 WIB.

Namun di Sumut, Edy menambah satu jam dari kebijakan nasional menjadi pukul 22.00 WIB. Hal ini, karena dirinya mendukung aktivitas perekonomian yang dilakukan kepala daerah. Meskipun begitu, Edy menegaskan, Protokol Kesehatan benar-benar harus diterapkan dengan ketat.

"Perekonomian harus tetap dijalankan, saya setuju itu. Tapi juga harus mengutamakan kesehatan. Sumut saat ini deflasi, ekonomi minus," kata Edy dikutip dalam keterangan tertulis, Rabu (21/4/2021).

Para Kepala Daerah yang hadir pada pertemuan tersebut diantaranya, Walikota Medan, Deliserdang, Binjai, Langkat, Karo, Siantar, Dairi dan Simalungun.

Sementara pada pertemuan tersebut, Wali Kota Medan Bobby Nasution menyampaikan kepada Gubernur bahwa, tingkat penularan COVID-19 Kota Medan turun menjadi zona orange atau zona risiko sedang.

"Kita telah input data sebaran COVID-19 hingga ke lingkungan," ujar Bobby.

Bobby menegaskan pihaknya akan mengikuti aturan PPKM. Bobby menyatakan siap merevisi jam operasional Kesawan City Walk (KCW) yang mengalami lonjakan pengunjung pada akhir pekan lalu.

"Kesawan City Walk menjadi simbol pergerakan ekonomi. Kami sadari masyarakat sudah sangat jenuh. Maka ketika ada even sedikit saja langsung ramai. Di sisi lain, ada pergerakan ekonomi yang signifikan di Kesawan City Walk dan hal ini sangat penting dalam upaya pemulihan ekonomi daerah," jelas Bobby.

Kesawan City Walk, lanjutnya, akan memicu perputaran perekonomian di masa pandemi saat ini. Namun, ia menekankan operasional KCW menerapkan protokol kesehatan sangat ketat. Petugas Satpol PP hingga Dishub rutin berpatroli di Kesawan City Walk menggunakan sepeda dan motor listrik. Mereka mengingatkan masyarakat agar tak berkerumun.

"Faskes juga kita lengkapi, petugas terus berjaga. Pintu masuk kita awasi. Dan pedagang juga petugas di Kesawan sudah ikuti vaksinasi," ulas Bobby.

Diketahui, sebelumnya persoalan kerumunan di Kesawan City Walk ini sempat menjadi sorotan. Pasalnya, Kawasan ini melanggar aturan PPKM, yang seharusnya tutup pukul 22.00 WIB, tapi aktivitas di pusat jajanan dan kuliner itu berlangsung hingga pukul 23.00 WIB.

Sejumlah pihak bahkan meminta Bobby Nasution sebagai orang nomor 1 di Kota Medan tersebut, agar bertanggung jawab, karena akibat kerumunan, maka Medan menjadi zona merah.

Gubernur Edy Rahmayadi sudah menegur menantu Presiden Jokowi tersebut.

Edy meminta agar Bobby mengikuti aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, berdasarkan Instruksi Gubernur Sumut Nomor 188.54/2/INST/2021, yang isinya kegiatan kuliner hanya dibatasi hingga pukul 22.00 WIB.

"Diberikan peringatan dan tadi sudah disampaikan tidak akan diulangi lagi," kata Edy.

Edy meminta agar kegiatan di Kesawan City Walk tetap dibatasi hingga pukul 22.00 WIB. Selama ini, aktivitas di pusat jajanan dan kuliner itu berlangsung hingga pukul 23.00 WIB.

Namun, Edy belum bisa menjelaskan apakah akan ada sanksi yang akan diberikan terhadap Pemerintah Kota Medan terkait kerumunan yang terjadi di Kesawan City Walk.