Rapuhnya Pertahanan Nasional Saat Ini

husnie | Jumat, 30 April 2021 - 05:30 WIB

Rapuhnya Pertahanan Nasional Saat Ini FOTO : Pengiriman pasukan TNI ke Papua (antara)


Oleh Kanjeng Senopati *)

SURAKARTA, (otonominews)  -- Perspektif sistem pertahanan Nasional tergantung dari sistem kondisi ancaman musuh. Baik musuh dari luar maupun musuh yang sudah berada di dalam !

Tupoksi Tugas Pokok dan Fungsi TNI dalam keadaan damai adalah LATIHAN untuk siap melaksanakan Operasi Militer dari ancaman musuh dari dalam (para musang penghianat) karena akan berimplikasi pada ancaman "perang terbuka" musuh dari luar.

Saya sebagai turunan darah pejuang putra prajurit TNI, sekaligus sebagai Putro Sentana Dalem kerajaan Mataram dan sebagai mantan mujahidin Paskas Laskar Jihad merasa peduli dengan kondisi negeri yang semakin terancam dan dipersimpangan jalan.

Harus dipahami dimutilasinya dipecah-pecahnya TNI POLRI yang dari awal satu Komando, merupakan keberhasilan peranan kelompok radikal kiri SIPILIS Sekulerisme, Pluralisme, Liberalisme dan Syiah'nisme yang menyusup kedalam barisan reformasi.

Kasus di Papua  beberapa bulan ini sudah genap ratusan anggota TNI POLRI yang gugur, jumlah fantastis yang tidak pernah ada di jaman orde baru. 

Korban yang gugur dari selevel tamtama, bintara, pama, pamen sampai pada tingkat level elite yaitu pati atau Jenderal lengkap SEMPURNA sudah..!

Terbunuhnya seorang Jenderal TNI sebagai komandan tertinggi dalam suatu operasi. Bila jamannya Soeharto, Papua sudah ditetapkan sebagai DOM (Daerah Operasi Militer) oleh presiden di bumi Papua.

TNI berkali-kali dibokongi  oleh para monyet-monyet GPK Gerakan Pengacau Keamanan atau KST Kelompok Spataratis dan Teroris OPM Papua.

Dengan adanya Dua kasus besar yang bersamaan yang memilukan bagi TNI yaitu, 

Kasus tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402 dengan gugurnya 53 orang kusuma bangsa adalah dampak dari kacaunya sistem informasi, navigasi dan IT militer yang tidak di dukung dan di backup oleh pemerintah selama ini.

Dan kasus terbunuhnya dengan tertembaknya seorang Jenderal pemimpin operasi TNI dan Kepala BIN wilayah Papua dengan mudah oleh KST Kelompok Sparatis dan Teroris OPM adalah PUKULAN dan PEDANG TERHUNUS  bagi institusi TNI saat ini.

Ini menunjukkan rapuhnya Pertahanan Nasional kita saat ini karena TNI sedang sakit dan mandul, karena sadar atau tidak sadar TNI sedang dikebiri dan dimutilasi.

Karena kenapa? Karena "elite global lokal " itu tidak menyukai jika TNI kuat. Karena jika TNI kuat maka rakyatpun akan kuat dan tiranipun bakal terancam akan digulung tikar.

Padahal semakin hari kesini ancaman musuh semakin nyata didepan mata, maka TNI harus TANGGAP dan BERANI untuk bersikap, bergerak dan bertindak terhadap ancaman yang akan ditimbulkan dari dalam maupun ancaman luar.

Walaupun kondisi pemerintah dalam keadaan apapun TNI tetap adalah TNI sebagai Tentara rakyat, sebagai Tentara Negara bukan Tentaranya pemerintah.

TNI itu adalah Tentara profesional dan tentara rakyat yang bertugas  sebagai abdi rakyat dan abdi Negara bukan sebagai abdi penguasa, ingat itu !

Sebenarnya rakyat sedang menunggu keberanian jiwa patriotisme para prajurit TNI untuk berani berjibaku, bersikap dan berbuat demi menyelamatkan rakyat dan negara !

Rakyat kita sedang menunggu sikap nyata dari TNI dalam upaya menghentikan ancaman terhadap kedaulatan bangsa dan negara, ancaman makar ideologi dan menghentikan kekuasaan otoriterian yang sedang condong 'ke kiri', harus diakui ini !

Tunjukkan, TNI itu tentara profesional sebagai leader, pelopor stabilisator, dan dinamisator terdepan dalam mengawal negara, yang memiliki peluru dan senjata berat serta pasukan perang.

Bukan sebagai pasukan "pembantu" yang berada dibelakang atau berada disamping kiri. Walau bagaimanapun kondisinya, TNI harus siap perang bila genderang  perang Asia Pasifik telah ditabuh.

Dari dua kasus peristiwa tersebut harusnya sudah cukup memberikan pesan dan peringatan. Bahwa TNI Harus kembali kepada Tupoksi TNI, Yaitu TNI Harus Segera Bersikap Dan Berbuat Untuk Menyelamatkan Kedaulatan !"

*) Putro Prajurit TNI & Putro Kerabat Sentono Dalem Keraton Surakarta Hadiningrat