Habib Rizieq: FPI Tak Ada Masalah dengan Pancasila Sebagai Peninggalan Ulama

Wie | Senin, 03 Mei 2021 - 19:41 WIB

Habib Rizieq: FPI Tak Ada Masalah dengan Pancasila Sebagai Peninggalan Ulama FOTO : Hsbib Rizieq Shihab (int)


JAKARTA, (otonominews) - Habib Rizieq Shihab mengatakan, bahwa organisasi Front Pembela Islam (FPI) tidak memiliki masalah dengan Pancasila. Dia juga mengaku pihaknya tidak setuju bila Pancasila diganti.

"Kami FPI tidak pernah punya masalah dengan Pancasila, bahkan kami tidak setuju kalau Pancasila diganti. Sebab, Pancasila merupakan peninggalan ulama," kata Habib Rizieq dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), Senin (3/5/2021).

Habib Rizieq menjelaskan secara tegas saat menjawab pertanyaan Hakim ketua Suparman Nyompa terkait visi-misi dan dasar dari organisasi FPI.

Dalam persidangan ini, Rizieq menjelaskan antara syariat Islam dan Pancasila tidak bertentangan. Karena hampir seluruh syariat Islam sudah diterapkan dalam Pancasila hanya pada bagian sanksi hukuman saja yang belum diterapkan sepenuhnya.

Hakim menyebut dalam perkara kasus teroris, disebut tujuan teroris adalah mengganti dasar negara. Hakim lantas mempertanyakan tujuan FPI.

Habib Rizieq menerangkan bahwa bagi FPI, Pancasila bukan sekedar pilar, tapi juga fondasi atau dasar. Ia pun tak sependapat dengan kelompok teroris yang ingin mengganti Pancasila.

"Kami tegaskan bahwasannya kami tidak pernah ada masalah dengan Pancasila. Maka, dengan kelompok yang disebutkan Pak Hakim mengenai adanya kelompok terduga teroris menolak Pancasila, kami tidak sependapat atas hal itu," katanya.

Habib Rizieq mengatakan FPI menilai Pancasila sebagai dasar negara. Dia juga mengaku tidak sependapat dengan kelompok terduga teroris yang menolak Pancasila.

"Jadi sekali lagi bagi kami FPI Pancasila itu adalah dasar bukan lagi pilar, tapi dasar. Jadi kami tidak pernah punya masalah dengan Pancasila, maka dengan kelompok-kelompok yang tadi Pak Majelis Hakim sebutkan ada kelompok yang terduga teroris menolak Pancasila dan sebagainya kami tidak sependapat dengan mereka," kata Habib Rizieq.

Habib Rizieq menilai Indonesia telah menerapkan syariat Islam. Syariat Islam ini berkaitan dengan perorangan, hukum rumah tangga, hukum sosial kemasyarakatan, dan hukum berkaitan pidana.

Menurutnya, FPI memiliki tujuan mendorong syariat Islam diformalkan di lembaga hukum. Hal ini dilakukan lewat prosedur konstitusional. "Jadi gerakan kami di FPI ini mendorong bagaimana syariat Islam itu bisa diformalisasikan di lembaga sebagai hukum positif lewat prosedur konstitusional," kata Rizieq.

Dengan tegas Habib Rizieq juga membantah tudingan yang menyebut Front Pembela Islam (FPI) terkait dengan kelompok teroris hingga ISIS. "Itu tidak benar," kata Habib Rizieq.