Anies Baswedan: Pemprov Akan Screening Para Pemudik Yang Masuk Jakarta

husnie | Selasa, 18 Mei 2021 - 07:49 WIB

Anies Baswedan: Pemprov Akan Screening Para Pemudik Yang Masuk Jakarta FOTO : Gubenur DKI Jakarta, Anies Baswedan


JAKARTA , (otonominews) - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan Pemprov DKI Jakarta beserta jajaran akan melakukan pemeriksaan atau screening terhadap para pemudik yang memasuki Jakarta.

Anies menewgaskan, kebijakan kepada warga yang baru kembali dari kampung halaman merupakan salah satu cara untuk mendeteksi potensi penularan Covid-19, bukan bentuk larangan pendatang untuk masuk. Tetapi sebagai bentuk pengawasan usai adanya mudik Lebaran 2021.

"Saya ingin garisbawahi bahwa kebijakan Jakarta tidak pernah melarang orang masuk Jakarta. Jadi ini bukan pelarangan masuk Jakarta, karena Jakarta bagian dari Indonesia, siapa saja penduduk Indonesia bisa datang ke kota mana saja," kata Anies usai melakukan Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang dipimpin Presiden Joko Widodo, Senin (17/5/2021).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengatakan bahwa antisipasi lonjakan kasus positif Covid-19 selama masa arus mudik Lebaran masih terus dilakukan hingga sepekan ke depan. Screening terhadap warga hingga ke tingkat RT/RW tempat tinggal merupakan bagian dari upaya tersebut.

Screening tersebut dilakukan dengan dua lapis yakni lapis pertama di pintu masuk menuju Jakarta dan lapis kedua di lingkup komunitas warga. Gugus Tugas RT/ RW berkoordinasi dengan jajaran camat, lurah, Bhabinkamtibmas dan Babinsa akan bersama-sama melakukan pendataan atas warga yang masuk ke wilayah itu.

"Jadi ketua RT, Ketua RW, gugus tugasnya akan melakukan monitoring sehingga seluruh warga yang datang akan dilakukan pemantauan, dicek kondisinya, dipastikan bahwa yang bersangkutan sehat, yang bersangkutan tidak bergejala. Dan akan dilakukan rapid test antigen," jelasnya. Anies meminta para Gugus Tugas RT dan RW untuk melakukan pelaporan dua kali sehari atas kondisi warga di wilayahnya.

Sebelumnya, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta Budi Awaludin mengimbau agar masyarakat yang pulang dari kampung usai mudik dapat melaporkan diri ke RT ataupun RW setempat. Kata dia, laporan tersebut untuk data pemeriksaan atau screening guna mencegah adanya kasus Covid-19.

"Nanti RT akan menscreening dan mengecek data-datanya dan memasukkan ke aplikasi. Kalau memang ada tindakan lanjut hasil swabnya reaktif atau ada gejala sakit, itu nanti kita tindaklanjuti," kata Budi saat dihubungi, Minggu (16/5).

Nantinya lanjut dia, hasil pemeriksaaan akan dilaporkan melaui website datawarga-dukcapil.jakarta.go.id. Selain itu, hasil pemeriksaan tes Covid digunakan untuk memberikan rasa kenyamanan bagi warga yang tidak melakukan mudik.

"Kita akan meminta mereka melakukan swab antigen atau PCR, bisa secara mandiri, untuk lebih menenangkan masyarakat sekitarnya atau bisa kita bantu juga nanti dengan mereka ke Puskesmas terdekat," pungkasnya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mewajibkan pemudik yang kembali ke Pulau Jawa dan melewati Pelabuhan Bakauheni untuk melakukan rapid antigen. Hal ini untuk mengantisipasi penyebaran covid-19 selama arus balik.

Pemudik juga diminta melakukan tes kesehatan secara mandiri di daerah asal untuk menghindari penumpukan di pelabuhan. Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan covid-19 dalam satu bulan terakhir terjadi peningkatan kasus yang signifikan di hampir seluruh provinsi di Pulau Sumatra.