Dirjen Bina Pemdes: Kepala Desa terpilih di Kabgor Para Pemimpin Amanah

Wie | Senin, 24 Mei 2021 - 06:11 WIB

Dirjen Bina Pemdes: Kepala Desa terpilih di Kabgor Para Pemimpin Amanah FOTO : Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo


GORONTALO, (otonominews) -- Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Desa serentak tahun 2021 di Kabupaten Gorontalo tuai pujian dari Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementrian Dalam Negeri (Dirjen Bina Pemdes Kemendagri) Yusharto Huntoyungo.

Yusharto menilai, setiap tahapan penyelenggaraan Pilkades di Kabupaten Gorontalo sesuai amanah Pemendagri nomor 72 Tahun 2020 tentang penerapan protokol kesehatan.

“Disamping itu, tingkat partisipasi masyarakat untuk menyukseskan Pilkades terbilang tinggi,” kata Yusharto, Minggu (23/05/2021).

Yusharto mengatakan, hasil pengamatan Dirjen Bina Pemdes disalah satu desa, yakni desa Tabongo Barat Kecamatan Tabongo, sejak 24 Maret 2021 hingga tahapan akhir Pilkades partisipasi masyarakat mengalami peningkatan dari 73,3 persen menjadi 84 persen.

“Dan ini berlaku pada 89 Desa yang melaksanakan Pilkades serentak,” tutur Yusharto.

Yusharto menilai, proses pesta demokrasi masyarakat desa terbilang sukses di Kabupaten Gorontalo. Yusharto optimis, para Kepala Desa terpilih merupakan para pemimpin amanah yang memiliki loyalitas tinggi dan akan mengabdikan diri kepada masyarakat demi mensukseskan program dan capaian visi-misi pemerintah daerah.

“Kemendagri pasti mendukung daerah-daerah yang menata administrasi penyelangaraan pemerintah desa, seperti kebijakan pelaksanaan Pilkades,” ucap Yusharto.

“Banyak program inovatif di Kabgor diantaranya pelaksanaan Pilkades, mereka melakukan perbaikan. Proses ini kami apresiasi dan menjadi bagian penyempurnaan Pemendagri yang mengatur tentang Pilkades,” tandas Yusharto.

Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo yang menerima langsung kunjungan Dirjen Bina Pemdes tersebut menjelaskan, agenda Dirjen di tubuh Kemendgari berkaitan dengan penyelenggaraan Pilkades Tahun 2021.

Kata Nelson, penyelenggara Pilkades di daerah ini telah melakukan inovasi-inovasi guna memenuhi tiga hal, yakni proses regulasinya agar berjalan baik, meningkatkanpartisipasi masyarakat, dan cara melahirkan pemimpin yang baik.

“Lahirnya pemimpin yang baik harus di godok melalui administrasi, perdebatan maupun visi-misi. Maka melalui proses partisipasi, pemimpin harus dikawal demi pembangunan dan peningkatan ekonomi desa. Sehingga dana desa dapat di kelola dengan baik,” tandas Nelson.