Anies: Kami Berbagi Pengalaman Praktik Aplikasi e-Order Atas Rekomendasi KPK

Wie | Rabu, 26 Mei 2021 - 05:23 WIB

Anies: Kami Berbagi Pengalaman Praktik Aplikasi e-Order Atas Rekomendasi KPK FOTO : Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (kanan) menerima kunjungan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie


JAKARTA, (otonominews) - Gubernur Gorontalo Rusli Habibie didampingi Sekretaris Daerah Darda Daraba diterima oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota, Jumat lalu. Pertemuan itu untuk membahas sejumlah hal diantaranya menyangkut pengadaan belanja langsung melalui aplikasi e-order yang dikembangkan oleh Pemprov DKI.

Momen pertemuan dengan gubernur Rusli  diceritakan Anies melalui akun media sosialnya, twitter @aniesbaswedan pada Selasa (25/5/2021). Dalam ceritanya, Anies menyampaikan maksud dari kedua gubernur bertemu dengan dirinya.

"Alhamdulillah, menerima Gubernur Gorontalo, Pak Rusli Habibie dan Sekda Darda Daraba di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat lalu," tulis Anies.

Kedatangan Gubernur Rusli, kata Anies,  bermaksud untuk belajar aplikasi pengadaan barang dan jasa e-order yang dikembangkan dan dikelola oleh Pemprov DKI atas rekomendasi dari KPK dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) RI.

"Dengan senang hati kami berbagi pengalaman praktik aplikasi e-Order. e-Order adalah sistem Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) untuk belanja UMKM sampai dengan 50 juta," terangnya.

Anies memaparkan, market place yang diluncurkan sejak Januari 2020 ini telah membuka ruang bagi UMKM untuk ikut menikmati PBJ di Indonesia.

Kita terus mendorong kolaborasi warga dalam pengadaan barang dan jasa. Sekarang kita bisa mengajak warga menjadi mitra pemerintah. "Dengan kolaborasi tentu saja akan membuat apa yang pemerintah kerjakan makin akuntabel dan transparan," sebutnya.

"Alhamdulillah, tahun lalu Pemprov DKI Jakarta berhasil meraih penghargaan di ajang Indonesia Government Procurement Award 2020 atas kategori Inovasi Pengadaan yang Mendukung Transparansi Belanja Pengadaan dari LKPP RI," sambungnya.



Selain belajar pengelolaan pengadaan belanja Pak Rusli dan jajarannya juga bertukar gagasan tentang pengelolaan Jakarta Smart City dan metode pengadaan design and build untuk pembangunan rumah sakit Ainun Habibie.

"DKI Jakarta akan terus menjadi rujukan dan terbuka untuk berbagi pengalaman sistem teknologi terkini, membangun sistem aplikasi kota cerdas (smart city), memberikan pelayanan yang efektif, cepat dan mudah bagi warga," pungkasnya.

Gubernur Rusli didampingi Sekda Darda Daraba sempat diterima oleh Gubernur Anies di ruang kerjanya. Pertemuan yang berlangsung sekitar 30 menit itu turut dihadiri oleh Asisten I Bidang Pemerintah DKI Sigit Widyatmoko dan Kadis Perhubungan Safrin Liputo.

“Beberapa hari lalu kita video conference dengan KPK, kita didorong untuk menggunakan aplikasi untuk pengadaan belanja langsung. Kemarin kita sudah audiensi dengan kepala LKPP kita direkomendasikan untuk belajar ke DKI yang punya aplikasi e-order. Makanya hari ini kita ke sini untuk belajar” kata Gubernur Rusli saat pertemuan.

Menurutnya Rusli, pengelolaan dana puluhan triliun di DKI patut untuk dijadikan rujukan khususnya menyangkut pengadaan barang dan jasa. Rusli tidak minder meski hanya bermodal APBD kecil sekitar Rp1,7 triliun tapi tetap ingin belajar pengadaan barang dan jasa yang baik dan benar.

“Walaupun APBD kami kecil, tetapi pengelolaannya baik maka pasti selamat, tetapi APBD kecil dikelola tidak baik pasti celaka. Jadi kami ucapkan terima kasih buat Pak Gubernur Anies dan para pejabatnya yang sudah menerima kami di sini,” imbuh gubernur dua periode itu.

Selain belajar pengelolaan pengadaan belanja lanjut, Rusli beserta sejumlah pejabatnya belajar tentang pengelolaan Jakarta Smart City yang dikembangkan oleh Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) setempat. Pemprov juga belajar tentang metode pengadaan design and build untuk pembangunan rumah sakit Ainun Habibie.

Usai diterima Anies, pertemuan dilanjutkan dengan mendengarkan paparan tentang pengelolaan aplikasi e-order dari pemerintah setempat. Rusli dan Anies sempat bertukar cinderamata sebagai kenang-kenangan.