Mahfud MD Tegaskan TNI-Polri Perangi Teroris OPM Bukan Perangi Masyarakat Papua

husnie | Kamis, 27 Mei 2021 - 06:30 WIB

Mahfud MD Tegaskan TNI-Polri Perangi Teroris OPM Bukan Perangi Masyarakat Papua FOTO : Menko Polhukam Mahfud MD


JAKARTA, (otonominews) -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menegaskan, tindakan tegas TNI-Polri di tanah Papua tidak bertujuan untuk memerangi masyarakat Papua secara umum. Yang diperangi adalah kelompok teroris OPM (Organisasi Papua Merdeka) yang bergerak secara separatis dan kerap melakukan aksi teror kekerasan.

Mahfud MD menjelaskan, saat ini pemerintah tengah memerangi 19 kelompok Teroris OPM. Mereka disebutnya kerap melakukan berbagai aksi teror dengan kekerasan yang dilakukan di Papua.

“Mohon dipahami dan jangan disalah artikan. Kita tidak perangi Papua secara umum tapi kita perangi kelompok teroris, ada 19 kelompok. Kita mulai dari yang menonjol dulu,” kata Mahfud MD saat rapat kerja dengan Komite I DPD RI, Selasa (25/5/2021).

Ia pun menegaskan, label teroris yang disematkan pemerintah hanya dialamatkan kepada kelompok teroris OPM, bukan untuk Papua secara umum. Dan dalam hal ini pemerintah tidak  memerangi masyarakat Papua. Melainkan kelompok masyarakat yang bergerak secara separatis dan kerap melakukan aksi teror kekerasan serta sudah dilabeli sebagai teroris.

“Jadi teroris separatis itu adalah kelompok dan nama pemimpin, misal kelompok Lekagak, itu namanya. Kita tidak sebut Papua. Ya karena kita tahu Papua itu menyangkut bumi, etnis, dan budaya,” papar Menko Polhukam.

Penggunaan padanan katanya pun kata Mahfud tak akan menggunakan embel-embel Papua. Sebab Papua adalah nama wilayah yang merujuk pada bangsa, suku dan bahkan budaya.

“Kalau ada yang katakan Papua teroris, itu tak ada dan itu tidak benar. Itu yang kita gariskan sebagai kebijakan pemerintah,” lanjut Menko Polhukam.

Menko Polhukam juga menegaskan bahwa TNI-Polri yang bertugas melakukan tindakan tegas dan terukur dalam memerangi kelompok-kelompok tersebut. Sejauh ini tindakan tegas dan terukur aparat TNI-Polri telah berhasil merampas senjata yang terdiri dari senapan peluru dan sejumlah alat lain yang kerap digunakan kelompok teroris OPM untuk menyerang bukan hanya anggota TNI Polri tetapi juga masyarakat sipil, penduduk asli Papua.