Abdee Slank Sosok Yang Dibutuhkan PT. Telkom

Wie | Minggu, 30 Mei 2021 - 12:42 WIB

Abdee Slank Sosok Yang Dibutuhkan PT. Telkom FOTO : Abdee Slank (int)


Oleh: Ade Irfan Pulungan *)

JAKARTA, (otonominews) -- Secara pribadi saya prihatin dan menyayangkan adanya tuduhan dari sejumlah kalangan yang menilai penunjukan dan pengangkatan Abdee Negara Nurdin atau yang lebih dikenal Abdee Slank sebagai Komisaris  PT. Telkom Indonesia hanya didasarkan perannya sebagai mantan relawan Joko Widodo - Ma’ruf Amin. Padahal Abdee sebagai seniman dan musisi merupakan sosok yang visioner dan pekerja keras khususnya dalam menghadapi era disrupsi digital di masa modern seperti ini saat ini.

Jangan terlalu cepat under estimate pada sosok Abdee Slank. Ia merupakan sosok visioner dan kreatif yang memang sangat dibutuhkan. Visi dan ide kreatif Abdee ini sangat dibutuhkan oleh PT. Telkom Indonesia dalam menghadapi tantangan bisnis di masa modern dan era digital seperti saat ini.

Bahwa dalam menghadapi disrupsi teknologi dan digital, tidak hanya dibutuhkan ahli-ahli di bidang teknologi informasi (TI), namun juga diperlukan sosok yang bisa memanfaatkan kemajuan teknologi guna menghadirkan industri kreatif. Bahwa Telkom bukan hanya perusahaan yang bergerak di bidang perangkat dan infrastruktur telekomunikasi, namun juga merambah di industri kreatif. Anak-anak perusahaan PT.Telkom misalnya ada yang bergerak di bidang konten seluler, ecommerce, dan lainnya.

Abdee merupakan sosok yang memiliki pemikiran “out of the box” yang sangat dibutuhkan Telkom untuk mengembangkan bisnis di era digital ini. Ia bisa memberikan masukan yang mungkin belum pernah terpikirkan sebelumnya oleh PT. Telkom.  Sudah banyak pengalaman bisnis yang dia lakukan, apakah itu dalam industri musik dan digital teknologi. Bahkan pengalamannya dalam bidang sosial dan lingkungan sudah pernah dia lakoni dan terlibat secara intensif.

Beberapa pengalam sosok Abdee Slank yang dilakukannya seperti, Tim Pakar Ditjen HKI Kemenkumham  untuk pembuatan UU Hak Cipta & pembentukan Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) di tahun 2013, Anggota Badan Pengawas Pengelolaan Sampah Nasional, Kementerian LHK, di tahun 2016.

Maka seharusnya penilaian masyarakat kepada Abdee Slank haruslah secara objektif.  Saya sebagai eks. Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanye  Nasional (TKN) saat Pilpres 2019 lalu, meminta masyarakat untuk tidak terjebak pada dikotomi pendukung Jokowi atau Prabowo lagi, karena hal tersebut sudah menjadi masa lalu. Saat ini masyarakat harus bersatu untuk membangun bangsa dan negara, serta semua SDM yang berprestasi, berdedikasi, semangat tinggi dan perlu berkontribusi bagi negara.

Jangan lagi kita kembali ke masa rivalitas Pilpres 2019 dimana ada dikotomi Jokowi-Prabowo. Tidak ada lagi pendukung Jokowi dan Probowo, sebab saat ini semua anak bangsa harus mendukung NKRI untuk kemajuan Indonesia. Berikan keleluasaan kepada pemerintahan dan Pak Jokowi untuk memilih talenta-talenta yang terbaik agar dapat membantu beliau membangun bangsa ini, termasuk membantu mengembangkan BUMN seperti dalam penunjukan Abdee Slank sebagai Komisaris PT. Telkom Indonesia Tbk. saya yakin dan percaya, Abdee Slank ini  orang baik yang mempunyai kemampuan utk mengelola perusahaan dan mengelola bisnis ataupun mengelola dan mengawasi manajemen yang ada di  PT. Telkom.

Kita ketahui bersama Slank ini adalah grup musik yang sudah lama lahir dan berkiprah di pentas musik Indonesia, yang sama sekali kita ketahui tidak pernah ada konflik internal sesama personel dan tidak juga gonta-ganti personel. Artinya, kalau seluruh personel Slank tidak mengalami konflik internal, ini membuktikan komunikasi dan keterbukaan yang dibangun dalam semangat kekompakan serta rasa kebersamaan, persaudaraan dan persatuan di Group musik Slank ini luar biasa, di junjung tinggi.

Kita juga jangan melihat kemampuan seseorang dari kasat mata yang dangkal, apakah dengan tidak adanya gelar pendidikan, maka dianggap orang tersebut tidak mampu untuk mendapatkan kesempatan berkiprah di jajaran BUMN.  Marilah kita semua berpikir secara obyektif, jernih dan rasional untuk kemajuan NKRI. Setiap manusia yang dilahirkan tentunya memiliki potensi dan kualitas berbeda serta talenta yang bisa dikembangkan sesuai dengan kemampuan masing-masing.

*) Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden,
Eks. Direktur Hukum dan Advokasi