Walikota Semarang Wajibkan Pegawai Pemkot Gunakan Transportasi Umum Setiap Selasa

hen | Minggu, 30 Mei 2021 - 21:22 WIB

Walikota Semarang Wajibkan Pegawai Pemkot Gunakan Transportasi Umum Setiap Selasa FOTO : Wali Kota Semarang Hendrar Pribadi.(ist)


SEMARANG (Otonominews.co.id) – Pemerintah Kota (Prmkot) Semarang menerbitkan aturan kebijakan terkait penggunaan transportasi publik kepada masyarakat Kota Semarang.

Kebijakan tersebut dikeluarkan Wali Kota Semarang Hendrar Pribadi dalam rangka menyambut Hari Lingkungan Hidup yang jatuh pada 5 Juni 2021.

Dalam jumpa pers Minggu (30/5), Wali Kota akrab disapa Hendi itu menyampaikan,  ia menetapkan Hari Selasa sebagai Public Transport Day atau Hari Angkutan Umum. Hendi mengumumkan hal itu melalui akun Instagramnya, @HendrarPrihadi.

Hendi mewajibkan para pegawai pemerintah kota ini menggunakan transportasi umum atau daring saat berpergian di setiap hari Selasa, mulai 8 Juni hingga 6 Juli 2021.

"Menyambut hari lingkungan hidup yang jatuh pada tanggal 5 Juni 2021, maka mulai 8 Juni sampai 6 Juni nanti, Pemerintah Kota Semarang mengajak masyarakat untuk beraktifitas dengan transportasi umum dan daring setiap hari Selasa, selama rentang waktu tersebut," kata Hendi, Minggu (30/5).

Meski kebijakan Public Transport Day secara umum berbentuk imbauan bagi masyarakat, Hendi menegaskan, kebijakan tersebut bersifat wajib bagi seluruh pegawai Pemerintah Kota Semarang.

"Untuk masyarakat tidak wajib, karena kami menyadari bahwa tidak bisa langsung tiba-tiba merubah kebiasaan masyarakat," jelas Hendi.

Ia menjelaskan, semangatnya adalah untuk mengurangi pemakaian kendaraan pribadi. Kalau pegawai Pemkot Semarang sifatnya wajib, kalau untuk masyarakat sifatnya masih imbauan. 

“Hanya saja pada hari Selasa itu kita berlakukan tarif parkir insidentil dan progresif di Kota Semarang bagi kendaraan pribadi roda 2 dan roda 4," imbuhnya. 

Ia mengharapkan pelaku usaha transportasi umum dan daring mendukung pelaksanaan kebijakan tersebut.

Ia menyambut baik jika para pelaku usaha transportasi umum ini menyiapkan inovasi maupun promosi dalam menyukseskan kebijakan ini.

Selain itu, ia juga meminta para pelaku usaha transportasi umum untuk selaku menguatkan penerapan protokol kesehatan dalam pelayanan yang diberikannya.

"Saya menyambut baik jika ada inovasi dan promosi layanan yang diberikan khusus pada Public Transport Day, karena pasti akan juga semakin meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi umum dan daring," tambahnya.