Anies: Perokok Miliki Risiko Meninggal Akibat Covid-19

Husnie | Selasa, 01 Juni 2021 - 11:35 WIB

Anies: Perokok Miliki Risiko Meninggal Akibat Covid-19 FOTO : Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan


JAKARTA, (otonominews) -' Mengingat perokok memiliki risiko lebih besar mengalami gejala berat saat pandemi Covid-19, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta warga Jakarta untuk berhenti merokok.

"Perokok memiliki risiko lebih besar mengalami gejala yang parah dan meninggal akibat Covid-19," kata Anies dalam unggahan akun Instragram milik pribadinya @aniesbaswedan pada, Senin (31/5).

Berdasar Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik Maret 2019 menyampaikan bahwa sebagian warga Ibu Kota merupakan perokok aktif. 

"Sebanyak 26 persen warga DKI Jakarta adalah perokok dan menghabiskan 10,3 batang rokok per hari," ujar Anies. 

Maka itu, dia meminta masyarakat mulai berhenti merokok dan dapat memulai menciptakan kualitas hidup yang lebih baik.

"Ayo berhenti merokok. Ciptakan kualitas hidup yang lebih sehat bagi diri sendiri dan keluarga, bisa lebih banyak menabung, dan bisa dibelanjakan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat," pesan Anies.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut Indonesia menjadi negara peringkat ketiga setelah India dan China untuk jumlah perokok terbesar di dunia.

Menurut dia, jumlah perokok untuk usia 10 hingga 18 tahun juga terus mengalami peningkatan.

"Risiko perokok penyakit tidak menular dan dapat meningkatkan kerentanan paparan terinfeksi virus corona, serta keparahan Covid-19 yang lebih," terang Budi.