Menkes Usulkan Vaksinasi Diadakan di Mal-mal Besar

Hen | Rabu, 02 Juni 2021 - 13:49 WIB

Menkes Usulkan Vaksinasi Diadakan di Mal-mal Besar FOTO : Menteri Kesehatan Budi Gunadi.(ist)


JAKARTA (Otonominews.co.id) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat, dari target 360 juta dosis untuk didistribusikan, sudah ada 27 juta vaksin yang dibagikan dan terdistribusi.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, dari target awal Maret 2022, namun pada Desember 2021 sebanyak 180 juta penduduk Indonesia sudah bisa menerima vaksin COVID-19.

Untuk percepatan pemberian vaksin COVID-19, Menkes mengusulkan agar sentra- sentra vaksinasi bisa tersedia di mal- mal besar.
Usulan itu, menurut Menkes dinilai mempermudah masyarakat mengetahui lokasi pemberian vaksin COVID-19 sehingga tertarik untuk menerima suntikan vaksin.

"Jadi ada banyak potensi kegiatan masyarakat yang banyak dihadiri dan kita bisa gabungkan dengan program vaksinasi. Contohnya belanja di mal. Itu kan orang- orang senang belanja di mal, ya kita kerjasama untuk adakan vaksinasi," ujar Budi dalam wawancara dengan wartawan di Tangerang Selatan, Rabu (2/6).

Ia mencontohkan misalnya untuk di daerah Tangerang Selatan ada tiga wilayah yang berpotensi untuk mal- malnya digunakan sebagai lokasi vaksinasi.

Ada pun tiga wilayah itu ialah BSD (Bumi Serpong Damai), Alam Sutra, dan Bintaro yang diharapkan dapat ikut dalam proses percepatan pemberian vaksinasi COVID-19 kepada masyarakat Indonesia.

"Bapak (Wali Kota Tangerang Selatan) punya Alam Sutra, Bintaro, dan BSD. Mungkin perlu minta ke pengembangnya sekali-sekali kerja sosial untuk warganya. Sekali- sekali (warga) dikasih tempat untuk vaksinasi gratis,"kata Budi.

Ia pun mencontohkan kegiatan lain yang bisa dikolaborasikan dengan program vaksinasi misalnya kegiatan travel menggunakan pesawat.

Ia mengambil contoh untuk di Bandara Angkasa Pura II Cengkareng dengan memiliki jumlah pendatang setiap harinya mencapai 10.000.

"Itu bisa kan dibikin rempat yang agak besar (untuk vaksinasi), bisa lah sekitar 5000 orang dalam sehari (dapat vaksin COVID-19)," ujar Budi.

Budi menyebutkan kolaborasi banyak pihak dengan pemerintah sangat dibutuhkan untuk mempercepat target pemberian vaksin COVID-19 di Indonesia.