Wagub Ariza: Mikropon Tidak Boleh Dipakai Bergantian, Ruangan Hanya Boleh Satu Kali Digunakan

husnie | Jumat, 04 Juni 2021 - 05:52 WIB

Wagub Ariza: Mikropon Tidak Boleh Dipakai Bergantian, Ruangan Hanya Boleh Satu Kali Digunakan FOTO : Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria


JAKARTA, (otonominews) -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang mempersiapkan sejumlah mekanisme sementara untuk melakukan uji coba pembukaan tempat usaha karaoke yang akan dilakukan dalam waktu dekat.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menuturkan ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi penyelenggara tempat usaha karaoke dalam uji coba tersebut. 

Ruangan tempat karaoke juga hanya boleh digunakan satu kali setiap hari. "Uji coba hanya diperkenankan (ruangan) satu kali digunakan," ujar Ahmad Riza, Kamis (3/6/2021).

Ahmad Riza Patria menjelaskan, dalam uji coba nanti, mikrofon tidak boleh dipakai bergantian. "Jadi mic-nya juga tidak boleh bergantian, nanti harus didesinfektan. Jadi satu hari satu ruang satu kali. Sementara begitu," kata pria yang akrab disapa Ariza ini.

Pengelola tempat usaha karaoke, terangnya, hanya boleh membuka 50% dari seluruh ruangan yang ada dengan jumlah pengunjung tiap ruangan dibatasi maksimal hanya 25%. 

Selain itu, ruangan karaoke yang bisa dibuka adalah ruangan dengan kapasitas besar. Untuk ruangan yang hanya menampung 2 sampai 3 orang sementara tidak digunakan.

Begitu pula dengan jam operasional, Riza Patria mengatakan, hal tersebut akan dibatasi. Namun, ia tidak merincikan batasan, dan mekanisme lebih lanjut terkait pembukaan tempat karaoke.

"Tentu akan kita batasi. Tidak seperti biasanya. ada tahapannya, pembukaannya. Kemudian mekanismenya, SOP-nya. Kemudian jam operasi juga dibatasi," tambahnya.

Politisi Partai Gerindra ini menyebut hingga kini Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI masih menggodok kajian untuk mengoptimalkan uji coba itu.

"Uji cobanya akan begitu nanti akan kita lihat semua dalam kajian. Dalam proses," tandasnya.

Orang nomor dua di Ibu Kota itu menambahkan, saat ini Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) telah menyusun standar operasional prosedur (SOP) yang mengatur tahapan dan mekanisme uji coba. “Tentu jamnya akan kami batasi," tandasnya.

Sebelumnya Plt Kepala Dinas Pariwisata Gumilar Ekalaya menjelaskan, pihaknya telah menerima ratusan permohonan izin pembukaan tempat usaha karaoke selama pandemi Covid-19. Hasilnya, sebanyak 50 karaoke kembali mengirimkan perbaikan berkas ke Disparekraf DKI.

Nantinya, hanya karaoke yang memenuhi persyaratan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 yang diizinkan beroperasi selama uji coba. Gumilar menegaskan, rrencanya sekitar 15 karaoke akan menjalani uji coba.

"Paling nggak dari yang tahap uji coba ini kita kan benar-benar pantau day by day nya, dari Satpol PP, kepolisian, (dinas) pariwisata kita lihat prokes-nya gimana," kata Gumilar Ekalaya.