Karanganyar Disebut Runner Up Covid-19 se-Jateng, Bupati: Jangan Takuti Masyarakat

Hen | Senin, 07 Juni 2021 - 10:23 WIB

Karanganyar Disebut Runner Up Covid-19 se-Jateng, Bupati: Jangan Takuti Masyarakat FOTO : Bupati Karanganyar Juliyatmono.(ist)


KARANGANYAR (Otonominews.co.id)  - Bupati Karanganyar Juliyatmono menyoroti persoalan data Covid-19 yang menyebutkan bahwa Kabupaten Karanganyar tertinggi kedua se-Jawa Tengah, atau 'runner-up' di Jateng.

Bupati mengatakan, sebutan itu akan menakuti masyarakatnya. Untuk itu, Juliyatmono meminta semua pihak tak menakuti warga hanya berdasarkan data.

Menurut Bupati, pihaknya selalu fokus berusaha menekan serendah-rendahnya agar kasus Covid-19 tidak meningkat.

"Orang sedang lelah menghadapi faktor apa pun [terkait kasus Covid-19], kok malah ribut soal data. Fokus kami menekan serendah-rendahnya. Data kami di kabupaten selalu update setiap hari dan terkontrol. Jangan hanya fokus pada data,” kata Juliyatmono belum lama ini.

Bupati meminta jangan menakuti warga dengan data, melainkan fokus pada penegakkan disiplin protokol kesehatan.

“Masyarakat harus diberikan keyakinan untuk kerja bareng, disiplin personal. Pikiran sehat, yakin, optimistis, pakai masker, taati protokol kesehatan. Jangan malah ditakut-takuti. Belum ada yang bisa memprediksi kondisi ini akan sampai kapan. Usaha kita menekan sekecil mungkin. Pengetatan di wilayah tertentu,” tutur Bupati.

Lepas dari hal tersebut, dari sisi pemulihan ekonomi masyarakat, Juliyatmono mengingatkan bahwa pemerintah daerah wajib mendukung program prioritas pemerintah pusat, yakni meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebanyak 7%.

Ia ingatkan sekali lagi bahwa  tidak mudah mewujudkan tantangan itu.

“Perintah Presiden bagaimana ekonomi tumbuh 7%. Itu bukan persoalan gampang. Kudu kreatif, inovatif, di satu sisi menekan kasus Covid-19. Makanya kami mohon dukungan masyarakat. Mari adaptasi hidup baru,” ujar dia.

Sementara terkait sebutan Kabupaten Karanganyar runner-up Covid 19 se Jateng, Plt Kepala Dinkes Kabupaten Karanganyar, Purwati, mengatakan, ia menduga pihak yang menyebut Karanganyar di peringkat dua tertinggi se-Jateng untuk kasus terkonfirmasi positif Covid-19 itu menggunakan data dua pekan lalu.

Diakuinya, saat itu, kasus aktif di Kabupaten Karanganyar memang mencapai 500-an.

“Saat ini, pekan ini, Kabupaten Karanganyar berada di zona oranye. Kalau urutan kasus aktif di tingkat Jawa Tengah kami berada di nomor 11. Itu data terakhir Minggu [30/5/2021]. Jadi tidak betul di urutan teratas Jateng,” ungkap Purwati.