Kasus Covid-19 Tinggi, Panglima TNI, Kapolri dan Kepala BNPB Tinjau Vaksinasi di Jateng

Hen | Senin, 07 Juni 2021 - 10:41 WIB

Kasus Covid-19 Tinggi, Panglima TNI, Kapolri dan Kepala BNPB Tinjau Vaksinasi di Jateng FOTO : Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit, bersama Kepala BNPB Ganip Warsito dan Gubenur Jateng Ganjar Pranowo, meninjau langsung vaksinasi di kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Minggu (6/6).


GROBOGAN (Otonominews.co.id) – Tingginya angka kasus Covid-19 di Jawa Tengah belakangan ini, menjadi perhatian pemerintah. 

Seperti diketahui, Jawa Tengah termasuk provinsi penyumbang tinggi angka penyebaran virus Covid-19.

Khususnya wilayah Kabupaten Kudus, tercatat sebagai penyumbang tertinggi, setelah ratusan tenaga kesehatan di wilayah tersebut terpapar Covid-19.

Pemerintah menggenjot program vaksinasi, yang menjadi salah satu upaya menekan laju penyebaran virus Corona tersebut.

Untuk itu, sejumlah petinggi negara, terdiri dari Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit, bersama Kepala BNPB Ganip Warsito dan Gubenur Jateng Ganjar Pranowo, meninjau langsung vaksinasi di kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Minggu (6/6).

Menurut Kapolri, beberapa hari ini TNI Polri sudah melakukan peninjauan di jawa tengah terkait Covid di Kudus. Karena efeknya bagi wilayah wilayah di perbatasaan dengan Kabupaten Kudus yang terdampak Covid 19 ini.

“Kami sudah meninjau di beberapa daerah Kabupaten yang ada di jawa tengah, diantaranya, Cilacap, Pati Kudus, Blora dan Grobogan. Untuk diwilayah kudus dengan melakukan langkah langkah dengan menambah personil PPKM Mikro dengan kekuatan TNI Polri,” kata Sigit.

Dalam keterangan tertulisnya, Sigit menjelaskan, 

penambahan personel diperlukan untuk melakukan Tracing. Kemudian, kata dia, yang sudah ditracing, dilakukan pemeriksaan lanjutan PCR. Karena saat ini angkanya sudah demikian tinggi, untuk itu yang melakukan isolasi mandiri di rumah, mulai hari ini akan dilakukan evakuasi di Asrama G Donoyudan.

“Karena disana salah satu sentral rujukan isolasi mandiri yang sudah kita siapkan tenaga kesehatan dan pengobatan. Kemudian secara bertahap, untuk tempat tempat rujukan yang ada diwilayah kudus, juga kita persiapkan, sehingga kemudian ada dua wilayah yang sudah kita persiapkan, yaitu wilayah Kudus dan Donoyudan,” ujar Sigit.

Selanjutnya, Sigit menambahkan, untuk wilayah perbatasan, saat ini angkanya masih cukup bagus, namun situasi kudus harus bisa dikendalikan, jangan sampai berkembang hingga kemana mana. Oleh karena itu, harus diperkuat lagi edukasi 3M, PPKM Mikro, kepatuhan terhadap penggunaan masker, hal itu harus diingatkan kepada masyarakat.

Sementara itu, Panglima TNI MAserkal Hadi Tjahjanto, mengungkapkan, permasalahan Covid-19 merupakan tanggung jawab bersama bukan hanya pemerintah, TNI ataupun Polri saja. Tetapi hal ini menjadi tanggung jawab bersama dalam memutus mata rantai Covid-19.

Dikatakan Hadi, saat ini pemerintah, TNI dan Polri membutuhkan peran serta masyarakat untuk mencegah penularan Covid-19. Minimal, kata dia, semua saling mengingatkan untuk disiplin terhadap protokol kesehatan yaitu 3 M (memakai masker, mencuci tangan dan menghindari kerumunan).

“Dengan cara pola berjalan sesuai dengan arah, pertama untuk menyehatkan situasi, kedua memberikan wawasan kepada masyarakat, ketiga PPKM Mikro harus lebih maksimal dalam penangan Covid di Kudus dan Grobogan ini,” ujar Hadi.

Hadir dalam kunjungan tersebut, Gubenur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang diwakili Sekda Provinsi Jateng, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi, Pandam IV Kodam Diponegoro Mayjend TNI Rudianto, pejabat utama Polda Jateng dan Kodam IV Diponegoro, mendampingi Panglima TNI dan Kapolri usai mengecek Kabupaten Kudus yang terdampak Covid 19.