Menkes Minta Gubernur Jateng Dampingi Bupati Kudus Atasi Lonjakan Covid-19

hen | Senin, 07 Juni 2021 - 15:10 WIB

Menkes Minta Gubernur Jateng Dampingi Bupati Kudus Atasi Lonjakan Covid-19 FOTO : Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama Bupati Kudus Hartopo meninjau wilayah zona merah di Kabupaten Kudus.(ist)


JAKARTA (Otonominews.co,id) - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin secara khusus meminta Gubernur Jateng Ganjar Pranowo untuk memberikan pendampingan pada Bupati Kudus, Hartopo, terkait tingginya lonjakan kasus Covid-109 di Kabupaten Kudus.

Menkes menilai, di Kudus terdapat banyak ketidaksiapan dalam menangani lonjakan Covid-19.

“Maka saya minta pak Ganjar membantu. Beliau kan pembina, jadi bisa mendukung Bupati Kudus kalau tekanannya terlalu banyak. Kadang-kadang Bupati pusing mesti ngapain, tapi kalau ada kakaknya, maka dia tenang. Sebagai kakak, pak Gub bisa membantu backup,” kata Menkes, kemarin.

Budi juga menilai, ada beberapa hal yang mesti dibenahi di Kudus. Di antaranya tekanan di rumah sakit Kudus harus dikurangi. Caranya. Kata Menkes, pasien Covid-19 yang kondisinya berat diminta dikirim ke Semarang.

“Selain itu, untuk yang positif Covid-19 namun OTG, maka harus diisolasi terpusat. Protokol kesehatan juga harus ditingkatkan, Bupati harus sering edukasi soal ini,” jelasnya.

Masih dijelaskan, Budi, untuk menanggulangi penularan di rumah, para tenaga kesehatan diminta sementara tinggal di tempat khusus seperti hotel atau asrama.

“Kami juga sudah bantu dengan menambah tenaga kesehatan. Dokter dan perawat sudah kami tambah, dengan total dokter 38 dan 70 perawat. Nanti kami carikan tambahan dari sini (Jateng), termasuk yang dari rumah sakit swasta,” jelasnya.

Kementerian Kesehatan sendiri, Menkes Budi mengatakan, juga sudah mengirimkan 50.000 antigen ke Kudus untuk mempercepat testing dan tracing. Mobil PCR dari Jogja juga sudah dikirimkan ke lokasi itu.

“Saya minta tracing dan testing ditingkatkan, tapi kalau sudah positif jangan isolasi di rumah atau di rumah sakit dan ditungguin. Siapkan tempat isolasi terpusat, agar tidak menyebar. Saya juga sudah kirim 50.000 vaksin ke Kudus dan daerah penyangga sekitarnya juga akan kami tambah jatah vaksinnya. Dengan cara-cara ini, insyaallah bisa dikendalikan, tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta Bupati Kudus segera membuat tempat isolasi terpusat. Masyarakat yang OTG harus dimasukkan ke tempat isolasi terpusat itu.

“Kalau tidak ada tempatnya, kirim ke Semarang. Kami punya beberapa tempat isolasi terpusat. Atau kalau mau ke asrama haji Donohudan, disana juga ada. Sekarang yang penting Bupati perintahkan itu, maka semua bisa berjalan,” ucapnya.

Ganjar juga mengajak masyarakat Kudus untuk membantu. Sejumlah daerah penyangga Kudus diminta saling mendukung. Termasuk TNI/Polri diminta siaga.

“Semuanya sudah diberikan, maka sekarang tinggak keputusan-keputusan dari Bupati. Kami akan terus dampingi, bahkan saya punya tim yang mulai hari ini ngantor di Kudus. Kami dampingi dan advokasi, biar semuanya semangat kembali,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, pasca libur Idulfitri 1442 Hijriah, terjadi peningkatan kasus positif 30 kali lipat dalam sepekan di Kabupaten Kudus.

Wiku menyampaikan hal tersebut dalam jumpa pers virtual, Jumat 4 Juni 2021. Wiku mengatakan kasus aktif di kudus meroket menjadi 1.280 kasus atau 21,41 persen dari total kasus positifnya.

"Dalam sepekan yaitu naik lebih dari 30 kali lipat dari 26 kasus menjadi 129 kasus, ini adalah angka yang cukup besar bila dibandingkan dengan kasus aktif nasional yang hanya 5,47 persen," kata Wiku.

Ia menerangkan, lonjakan kasus ini terjadi akibat tradisi masyarakat usai lebaran yang berkerumun tanpa menaati protokol kesehatan dengan baik.

Lonjakan kasus ini, lanjut dia, membuat angkat keterisian tempat tidur ruang isolasi di rumah sakit rujukan di Kudus penuh hingga 91,67%, dan ICU penuh 92,86%.

"Bahkan per tanggal 1 Juni lebih dari 90% dari seluruh tempat tidur terisi, ini sangat memprihatinkan," ucapnya.