Wakapolri Usulkan Tambahan Anggaran Rp28,584 Triliun

Husnie | Senin, 07 Juni 2021 - 15:51 WIB

Wakapolri Usulkan Tambahan Anggaran Rp28,584 Triliun FOTO : Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono


JAKARTA, (otonominews) -- Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono mengusulkan tambahan anggaran untuk Polri sebesar Rp28,584 triliun pada tahun anggaran 2022.

"Polri telah mengusulkan tambahan anggaran pada penetapan pagu anggaran tahun anggaran 2022 kepada Kementerian Keuangan dan kepada Kementerian PPN Bappenas dengan Surat Kapolri Nomor B/3433/V/REN.2.3./2021 tertanggal 27 Mei 2021 perihal usulan kebutuhan anggaran tambahan dalam penetapan pagu anggaran Polri tahun anggaran 2022 sebesar Rp 28,584 triliun," kata Gatot dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (7/6/2021).

Gatot memaparkan, tambahan anggaran itu terdiri dari pengamanan destinasi wisata, pengamanan ibu kota baru, kebutuhan pasukan Satgas Garuda, perubahan kurikulum pendidikan, pendidikan dan latihan personel. 

Selain itu juga, lanjut Gatot anggaran itu juga untuk pengadaan bahan bakar minyak, pengadaan perlengkapan perorangan, pemeliharaan transportasi, pemeliharaan peralatan dan IT, dan kebutuhan anggaran telepon, listrik, air, dan internet.

"Terdiri dari belanja pertama barang sebesar Rp10,222 triliun yang diprioritaskan untuk meningkatkan pelayanan kamtibmas terkait pemenuhan yang pertama operasional kepolisian sebesar Rp2,273 triliun; B, kebutuhan fungsi reskrim sebesar Rp2,226 triliun; C, kebutuhan fungsi intelijen sebesar Rp705,10 miliar, kebutuhan fungsi Sabhara sebesar Rp589,70 miliar," Pengamanan Ibu Kota Negara baru sebesar Rp 63,37 miliar," urai mantan Kapolda Metro Jaya ini.

Komjen Gatot meminta dukungan kepada Komisi III DPR RI agar ada penambahan anggaran pada tahun 2022 mendatang. 

"Mohon dukungan pimpinan dan anggota Komisi III DPR RI, kiranya Polri mendapatkan penambahan anggaran sumber rupiah murni pada penetapan pagu anggaran tahun anggaran 2022 sebesar Rp 28,584 triliun," ucapnya.

Selain Gatot Eddy Pramono, Raker yang dipimpin Ketua Komisi III DPR RI Herman Herry ini juga dihadiri oleh pihak Wakil Menkumham dan Wakil Jaksa Agung.

Seusai mengikuti Raker dengan Komisi III DPR RI kepada para awak media, Gatot menjelaskan anggaran Polri pada tahun 2021 ini mengalami pengurangan lantaran terjadi refocusing anggaran.

"Jadi gini, dulu kan anggaran kita pada 2021 itu kan sejumlah kurang lebih Rp112 triliun, kemudian ada refocusing jadi Rp106 triliun. Nah sekarang pagu indikatif ada Rp97 sekian triliun," terang Gatot.

Gatot mengungkapkan, penambahan anggaran tersebut akan digunakan untuk belanja pegawai yang memang masih kurang, belanja barang karena ke depan ada kegiatan-kegiatan yang memang harus kita kerjakan. sl

"Seperti belanja barang, kita juga akan menambah jumlah pendidikan bintara Polri yang sekarang berjumlah 10.600 orang nanti akan ditambah menjadi 25 ribu orang. Itu udah biaya untuk pendidikan kemudian gaji mereka. Ini kan akan bertambah," urai Gatot.

Gatot juga mengaku, penambahan anggaran juga untuk pemeliharan persenjataan dan kegiatan-kegiatan lainnya.

"Kemudian juga untuk pengiriman pasukan PBB, kemudian ada kegiatan pemeliharaan-pemeliharaan dan sebagainya. Ini untuk kegiatan kita, itu kan pengajuan dari pihak kita," tutur alumni Akpol 1988 ini.

Lebih lanjut, terkait pengamanan ibukota negara baru, Gatot menyebut sudah menyiapkan anggaran terkait hal tersebut.

"Itu kan nanti ada biaya untuk berangkat mereka karena anggota dari Brimob itu akan kita kirim ke Kaltim dan mereka melaksanakan kegiatan keamanan di sana. Itu biaya transport, berangkat pulang termasuk ada indeks-indeks untuk kegiatan mereka di sana," pungkas Gatot Eddy Pramono.