Bupati Merauke: Papua Jangan Dibuat Stigma Chaos Melulu

Husnie | Rabu, 09 Juni 2021 - 18:12 WIB

Bupati Merauke: Papua Jangan Dibuat Stigma Chaos Melulu FOTO : Bupati Merauke, Romanus Mbaraka


JAKARTA, (otonominews) -- Revisi Undang-undang Otonomi Khusus (Otsus) Papua sedang berjalan di DPR RI, berbagai tokoh Papua ikut menyampaikan masukan berbagai pendekatan untuk kemajuan Bumi cenderawasih.

Salah satunya, Bupati Merauke Romanus Mbaraka. Ia menilai stigma yang selama ini dialamatkan kepada Papua yang identik dengan chaos (kerusuhan) tak tepat.

"Jangan dibuat stigma chaos melulu. Mari kita membuat papua ini menjadi bagian integral dari Indonesia," kata Romanus saat Dialog Kenegaraan yang digelar DPD RI bertajuk 'RUU Otsus Papua, Apakah Menyejahterakan Rakyat?', di Ruang Diskusi, Media Center, Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (9/6/2021)

Romanus menegaskan, orang Papua tidak memikirkan merdeka, sebab kini, yang dibutuhkan masyarakat Papua adalah kesejahteraan, dan sudah dibuktikannya selama memimpin Merauke.

"Kebijakan saya menyekolahkan anak-anak Merauke di dunia saya sedang dorong contoh di bidang IT kedokteran engginering saya harus dorong. Isu begini harus didorong pada orang Papua, jadi dia akan mendunia," papar Romanus.

Romanus juga memiliki catatan khusus mengenai kebijakan pemerintah pusat selama ini.

Menurut Romanus, setiap kebijakan harus dikontrol dari atas sampai ke bawah. 

"Sebenarnya lumbung pangan nasional yang sebenarnya layak dibangun di Papua. Selama ini lumbung pangan nasional baru difokuskan pemerintah di Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Sumatera Utara (Sumut), Sementara Papua, NTT, dan Sumsel masih sebatas rencana," papar Romanus.

Romanus menghimbau, kebijakan Presiden harus masuk ke kementerian/lembaga sampai ke eksekutor bupati hingga kelembagaan daerah memang harus satu irama seperti paskibraka.

"Yang paling penting adalah pendekatan kesejahteraan. Kita gali untuk pengembangan pertanian, tetapi hari ini kebijakan Presiden sudah ada tetapi actionnya menjadi cadangan lumbung pangan nasional sampai hari ini juga nol. Ini yang harus diclearance dengan baik," imbuh Romanus.

Lebih lanjut, bagaimana dengan pendekatan keamanan yang selama ini digaungkan pemerintah? Romanus berpendapat, semua pejabat harus melihat Papua secara utuh. 

Menurut Romanus jika menggeneralisir masalah di Papua, sangatlah tidak rasional.

"Saya diskusi dengan pangdam, kapolda, kita ini kirim pasukan gede padahal untuk melawan warga negara, kita mengirim serdadu kita yang terlatih ini dunia menertawakan kita kita harus melihat secara utuh, sehingga penanganan lebih baik," tambah Romanus. 

"Dan Papua itu orang Timur itu mulai dari NTT ke sana, saya pikir seluruh Indonesia, orang Indonesia itu ramah, orang Papua itu ramah. Kalau mau pendekatan, pendekatan kemanusiaan, suruh gereja duluan. Puji Tuhan negeri ini pastilah damai," pungkas Romanus.