Bupati Karanganyar Minta Makanan Sehat Olahan Singkong Masuk ke Sekolah

hen | Kamis, 10 Juni 2021 - 09:24 WIB

Bupati Karanganyar Minta Makanan Sehat Olahan Singkong Masuk ke Sekolah FOTO : Bupati Karanganyar Juliyatmono pada Lomba Cipta Menu Tahun 2021 Beragam Bergisi Seimbang.(ist.(ist)


KARANGANYAR (Otonominews.co.id) – Sebanyak 17 Kecamatan di Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah mengikuti Lomba Cipta Menu Tahun 2021 Beragam Bergisi Seimbang.

Bupati Karanganyar Juliyatmono yang hadir dikesempatan tersebut menyampaikan, dirinya mengakui kreativitas dari 17 kecamatan sungguh luar biasa dalam menciptakan makanan olahanan yang baik.

Bupati juga mengatakan, dengan kreativitas menciptakan menu bergizi tersebut, sekaligus bisa meminimalisir konsumsi makanan mi instan. 

Untuk mengurangi makanan instan, kata Bupati yang biasa disapa Yuli ini, ia berjanji akan mengupayakan agar olahan makanan dari singkong atau tales bisa masuk sekolah. Tentu saja dikemas sedemikian rupa. 

Sebab, menurut Yuli, makanan instan dapat melemahkan kecerdasan otak. Selain itu, produk olahan makanan dapat makin eksis dan maju di Bumi Intanpari.

“Dalam waktu dekat saya akan bicara dengan Dispermades, Disdikbud dan Dinkes untuk mencoba makanan olahaan ini masuk ke sekolah-sekolah. Menjadi alternatif para siswa agar mencintai produk lokal dan mengangkat perekonomian masyarakat,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat memberikan sambutan pada Lomba Cipta Menu Tahun 2021 Beragam Bergisi Seimbang dan Aman di Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Rabu (09/05)

Lomba Cipta Menu tersebut sekaligus mensosialisasikan untuk mengurangi konsumsi nasi. Hal ini supaya masyatakat sehat dan terbebas dari penyakit. 

Dikesempatan itu Yuli pun menyinggung soal pertumbuhan ekonomi yang masih melemah minus 1 persen. Sebab tidak ada gerakan apapun. Namun minus itu tidak terlalu banyak karena dipengaruhi makanan olahan. 

“Makanan olahaan betapapun jenisnya mempengaruhi peningkatan ekonomi. Di masa pandemi saat ini tidak banyak yang dibeli masyarakat kecuali makanan,” imbuhnya.

Sementara Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, Siti Maysaroh mengatakan kegiatan merupakan kerjasama Dinas Pertanian dengan Penggerak PKK. Hal ini untuk meningkatkan pemahamaan konsumsi Makanan beragam bergizi Seimbang dan aman (B2SA) berbahan pangan sumber lokal. Sekaligus untuk mendorong kreativitas, khususnya ibu rumah dalam menciptakan dan membuat sumber makanan lokal. 

“Kegiatan ini juga dapat membiasakan keluarga di Kabupaten Karanganyar dengan aneka makanan olahaan lokal yang berbahan sumber lokal,” jelasnya.