Gubernur Wayan Koster Sampaikan 10 Aspirasi Pelaku Pariwisata Bali ke Presiden

hen | Kamis, 10 Juni 2021 - 16:32 WIB

Gubernur Wayan Koster Sampaikan 10 Aspirasi Pelaku Pariwisata Bali ke Presiden FOTO : Gubernur Bali Wayan Koster bertemu Presiden Jokowi.(ist)


DENPASAR (Otonomines.co.id) - Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan sepuluh permintaan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Dalam keterangan  tertulisnya, Wayan mengungkapkan, sepuluh permintaan berdasarkan aspirasi masyarakat Bali itu diajukannya ke Presiden saat ia diundang mengikuti rapat terbatas oleh Presiden Jokowi di Istana Merdeka, pada Senin (7/6) lalu.

Menurut Wayan, permohonan terkait pemulihan pariwisata Bali yang disampaikan kepada Presiden, berdasarkan masukan dari para pelaku usaha pariwisata di Bali.

“Permohonan pertama adalah tambahan vaksin sebanyak 3 juta dosis agar vaksinasi di Bali bisa selesai tuntas bulan Juli 2021. Kemudian, kedua mendorong kunjungan wisatawan domestik ke Bali dengan memberi insentif khusus,” ungkap Wayan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (9/6).

Ia melanjutkan, permintaan ketiga adalah meningkatkan program Work From Bali (WFB) agar menjangkau semua kementerian atau lembaga. Keempat, meningkatkan pertemuan-pertemuan nasional dan dunia di Bali dan kelima, mengusulkan agar wisatawan mancanegara bisa dibuka secara terbatas pada akhir bulan Juli 2021.

"Keenam, melanjutkan program hibah pariwisata untuk pelaku usaha pariwisata dan pendukung pariwisata serta untuk membantu pendapatan Pemerintah Kabupaten (atau) Kota, karena Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang turun drastis," kata Wayan.

Selanjutnya, yang ketujuh, kata Wayan, adalah perpanjangan jangka waktu membayar cicilan pinjaman bagi pelaku usaha pariwisata melalui perubahan peraturan otoritas jasa keuangan, menyesuaikan dengan pulihnya pariwisata atau ekonomi Bali.

“Kedelapan, mengusulkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) padat karya dan kesembilan, mengusulkan pinjaman lunak bagi pelaku usaha dan pendukung usaha pariwisata Bali. Dan terakhir, memohon Presiden Jokowi berkenan membuka secara resmi acara Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-43, tanggal 12 Juni 2021, secara daring atau virtual,” bebernya.

Menurut, dalam Wayan, pembahasan topik-topik, setelah berdiskusi dengan mendengarkan dukungan penuh, pendapat, dan masukan dari Menteri Pariwisata, Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia dan Ketua OJK maka Presiden secara prinsip menyetujui permohonan dan usulan Gubernur Bali.

"Bapak Presiden menugaskan para menteri dan pejabat terkait agar menindak lanjuti sehingga keputusan rapat terbatas dapat dilaksanakan secara efektif," tutup Koster.