Kapitra Ampera: Tebar Fitnah, Abdullah Hemahua Terlalu Kerdil dan Halusinatif

Husnie | Jumat, 11 Juni 2021 - 19:19 WIB

Kapitra Ampera: Tebar Fitnah, Abdullah Hemahua Terlalu Kerdil dan Halusinatif FOTO : Kapitra Ampera dan Abdullah Hehamahua


JAKARTA, (otonominews) --
Pratisi Hukum DR. M. Kapitra Ampera menjelaskan untuk Abdullah Hemahua yang selalu mempertontonkan kebusukannya sendiri dengan melemparkan tuduh - tuduhan liar ke orang - orang yang menurut halusinasi nya memiliki dendam kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Soal tes wawasan kebangsaan (TWK) KPK itu, menurut Kapitra, kejadian biasa di setiap tingkat profesional masyarakat dan di instansi manapun.

"Tetapi Abdullah Hemahua justru melebarkan kejadian itu menjadi peristiwa yang justru menampar mukanya sendiri. Betapa terselubungnya kebusukan dalam pikiran Abdullah itu," ujar Kapitra di Jakarta, Jumat (11/6).

Dalam hal ini, ucap Kapitra, dirinya sangat prihatin melihat kondisi seperti sekarang ini, sebagai anak bangsa dan pratisi hukum. Kapitra sangat - sangat mengkritik Abdullah Hemahua.

"Apa betul cara seperti ini adalah cara yang jujur, melihat permasalah yang ada atau Abdullah sendiri yang memperlihatkan ambisinya untuk selalu ikut bercakram di KPK dengan mempermainkan isu yang sesungguhnya bukan isu," katanya.

Menurut Kapitra, disinilah sudah Kelihatan betapa kerdilnya Abdulllah itu. Kapitra juga menjelaskan tentang Napoleon Bonaparten. Dia adalah Kaisar Prancis dari tahun 1804 sampai tahun 1814, dan kembali pada tahun 1815.

"Begini kata Napoleon Bonaparten, orang kerdil melihat masalah kecil Selalu akan menjadi dibesar - besarkan," beber Kapitra untuk Abdullah Hemahua agar mengerti.

Selanjutnya, kata Kapitra, tidak perlu kita melayani orang - orang seperti Abdullah Hemahua. "Kalau kita tidak ingin jadi kerdil," tandas Kapitra Ampera.

Sebelumnya mantan penasehat KPK Abdullah Hehamahua mengomentari perihal polemik TWK yang dilaksanakan dalam rangkaian tes alih status pegawai KPK.

Abdullah Hehamahua secara terang-terangan mengomentari pembuat pertanyaan tes TWK yang menyinggung masalah personal seperti kepercayaan, status perkawinan hingga perihal hijab bagi pegawai KPK wanita.

Melalui webinar yang diadakan Youtube Bang Edy Channel, Abdullah menilai pembuat soal ini nampaknya tak memahami esensi dari Pancasila dan UU 1945. Abdullah juga menyebut pembuat soal TWK KPK tak lulus mata kuliah Pancasila saat berada di bangku perkuliahan.

"Kalau soal wawasan kebangsaan, soal jilbab dan seterusnya, orang yang buat soal ini saya yakin tidak paham Pancasila, tidak paham UUD 1945," ujar Abdullah, belum lama ini.

Abdullah menilai persoalan hijab telah tertuang dalam sila pertama Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Tak hanya itu, dalam Pasal 29 ayat 1 UUD 1945, negara wajib menjaminb setiap warga negara memeluk agama dan melaksanakan ajaran agamanya. "Jadi kalau perempuan pakai jilbab itu perintah UUD 1945," tuturnya.