Gubernur Anies: Peringatan Pada Kita Semua, Mari Kita Kembali Lebih Disiplin

husnie | Rabu, 16 Juni 2021 - 07:12 WIB

Gubernur Anies: Peringatan Pada Kita Semua, Mari Kita Kembali Lebih Disiplin FOTO : Gubenur DKI Jakarta, Anies Baswedan


JAKARTA, (otonominews) – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro hingga 28 Juni 2021.

Pasalnya, kata Anies, adanya tren peningkatan kasus konfirmasi positif Covid-19 yang signifikan selama dua pekan terakhir.  Anies Baswedan mengingatkan seluruh masyarakat kembali menegakkan protokol kesehatan yang disiplin.

"Jadi, ini adalah peringatan pada kita semua, mari kita waspada, mari kita kembali lebih disiplin," kata Anies dalam keterangannya, Selasa (15/6/2021).

Anies menerangkan kondisi saat ini harus membuat semakin waspada dan menyadari akan bahaya Covid-19 dan mutasinya. Dengan demikian, masyarakat mesti disiplin dan mengikuti seluruh peraturan PPKM Mikro yang telah ditentukan.

Anies meminta agar semua aturan dalam PPKM  Mikro dapat dijalankan, seperti perkantoran, tempat makan, hingga tempat hiburan guna menekan laju penyebaran virus corona.

"Semua perkantoran evaluasi, bila kegiatan sudah lebih 50 persen pekerja, kembalikan 50 persen. Semua fasilitas hiburan, seperti tempat-tempat berkumpul, restoran, rumah makan, kafe, ikuti ketentuan 50 persen," terangnya.

"Begitu juga jam operasi harus ditaati, jam 9 malam harus selesai, harus tutup. Bila tetap buka, kami akan disiplinkan, akan kami berikan sanksi sesuai ketentuan gak ada pengecualian. Semuanya mari ambil sikap tanggung jawab,” tambah Anies.

Anies menilai, apabila protokol kesehatan dalam PPKM mikro dijalankan, maka Pemprov DKI bisa mengendalikan kasus Covid-19, dan tak memasuki fase genting.

“Ibu Kota kini dalam kondisi yang memerlukan perhatian ekstra. Bila kondisi sekarang tak terkendali, kita akan masuk fase genting, dan jika fase itu terjadi, maka kita harus ambil langkah drastis seperti yang pernah dialami bulan September dan Februari tahun lalu,” kata Anies.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, kondisi pandemi di Ibu Kota menunjukkan tren yang mengkhawatirkan, karena peningkatan terjadi terus-menerus dan signifikan, terutama pascalibur lebaran.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Widyastuti menerangkan, pada tanggal 31 Mei 2021 saja atau tepatnya saat perpanjangan PPKM Mikro sebelumnya, kasus aktif di Jakarta sudah menunjukkan angka 10.658 dengan positivity rate 7,6 persen dari hasil tes PCR.

“Selama dua minggu ini, kenaikannya konstan dan cenderung mengalami lonjakan hingga per 14 Juni 2021 kasus aktif di Jakarta mencapai angka 19.096 atau naik 9.000-an kasus. Bahkan, beberapa hari ini pertambahan kasusnya mencapai 2.000, 2.300, 2.400, dan 2.700 dengan kenaikan positivity rate yang juga signifikan di angka 17,9 persen,” ungkapnya.