Anies: Pusat Perbelanjaan Jangan Kompromi, Kapasitas Maksimal 50 Persen

husnie | Sabtu, 19 Juni 2021 - 05:24 WIB

Anies: Pusat Perbelanjaan Jangan Kompromi, Kapasitas Maksimal 50 Persen FOTO : Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan


JAKARTA, (otonominews) – Untuk mengurangi potensi ancaman virus Corona kepada masyarakat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta  bersama TNI-Polri terus mengambil inisiatif. Hal ini terkait peningkatan kasus Covid 19 di ibukota Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut, pihaknya tidak akan kompromi dan akan semakin menggalakkan operasi penegakan disiplin bagi pelanggar protokol kesehatan.

 “Kita akan makin menggalakkan operasi penegakkan kedisiplinan, ketertiban, ketaatan atas protokol kesehatan di lingkungan DKI jakarta dan Jabodetabek,” kata Anies saat menghadiri apel bersama Pangdam Jaya dan Polda Metro Jaya terkait pengawasan PPKM di Jakarta, sehubungan adanya lonjakan kasus Covid-19 di Monas, Jumat (18/6/2021).

Lebih lanjut, Gubernur Anies Baswedan menegaskan bahwa seluruh kegiatan tanpa terkecuali harus berhenti di pukul 21.00 Wib.

“Saya ingatkan kepada warga yang melihat yang enggak bawa masker ingatkan, kalau anda bawa masker ekstra bagikan. Kita semua yang apel akan melakukan operasi penertiban seluruh kegiatan di Jakarta harus tutup jam 9 malam,” tegasnya.

Anies menyebut sebanyak 24.511 kasus aktif saat ini sangat tinggi, bahkan angka tinggi mirip lonjakan pada Februari lalu.

“Kita minta kalau masyarakat melihat pelanggaran laporkan pakai aplikasi jaki, pengawasan harus sama-sama,” katanya.

Gubernur DKI Jakarta mengingatkan segala aktivitas di pusat perbelanjaan agar lebih memperhatikan keselamatan dari pada mengejar keuntungan.

Adapun jumlah kapasitas yang harus ditaati para pengelola pusat perbelanjaan dan pertokoan, yakni 50 persen dari luas ruangan.Untuk mengawasi penegakan protokol kesehatan, Pemprov DKI Jakarta, TNI dan Polri sepakat melakukan operasi patroli gabungan di DKI Jakarta dan Jabodetabek.

Dalam operasi penertiban tersebut, petugas akan memastikan seluruh kegiatan di ibu kota selesai pada pukul 21.00 WIB. “Nanti petugas kita harus memastikan prokes, masker, jumlah orang harus sesuai ketentuan, pusat pertokoan, pusat tempat orang datang, tidak boleh melampaui,” katanya.

Anies menekankan bahwa jumlah kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta terus meningkat dan semakin mengkhawatirkan setiap harinya.

Karena itu dia mengimbau kepada para pengelola pusat perbelanjaan dan pertokoan tidak kompromi dengan batas kapasitas jumlah pengunjung demi keuntungan semata.

“Jangan kompromi demi mendapatkan keuntungan yang lebih besar, sekarang adalah keselamatan warga,” pungkasnya.