Dewan Pers Desak Polisi Serius Selidiki Kasus Penembakan Wartawan Marsal Harahap

husnie | Minggu, 20 Juni 2021 - 06:35 WIB

Dewan Pers Desak Polisi Serius Selidiki Kasus Penembakan Wartawan Marsal Harahap FOTO : Pemakaman Almarhum Marasalem Harahap


JAKARTA, (otonominews) -- Dewan Pers mendesak pihak kepolisian secara serius menyelidiki kasus penembakan yang menewaskan wartawan di Sumut bernama Marasalem Harahap.

Dewan Pers mengutuk kekerasan dan pembunuhan terhadap korban. Terlebih-lebih jika kekerasan itu dilakukan terkait dengan pekerjaan seseorang sebagai wartawan.

"Pelaku dan motif pembunuhan harus diungkapkan. Rasa keadilan keluarga korban juga harus ditegakkan," kata Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh, dalam pernyataan sikap yang dikirimkan kepada media, Sabtu, 19 Juni 2021.

Karena itu, Dewan Pers juga mengimbau agar segenap komunitas pers Sumatera Utara untuk memperhatikan masalah pembunuhan Marah Salem Harahap dan secara proporsional membantu aparat kepolisian dalam mencari bukti-bukti dan mengungkapkan fakta.

Menurut Muhammad Nuh, Dewan Pers juga mengimbau semua pihak yang merasa dirugikan pers agar menempuh prosedur penyelesaian sengketa pers seperti telah diatur dalam Undang-undang Pers Nomor 40 tahun 1999 dan Peraturan Dewan Pers.

"Kepada semua pihak yang merasa dirugikan pers untuk menempuh prosedur penyelesaian sengketa pers seperti telah diatur dalam UU Pers No. 40 Tahun 1999 dan Peraturan Dewan Pers," sambungnya.

Hal yang tidak kalah penting, kata Muhammad Nuh, adalah Dewan Pers mengimbau agar segenap unsur pers nasional senantiasa mengedepankan keselamatan diri. “Dan menaati kode etik jurnalistik dalam menjalankan tugas profesional sebagai wartawan,” imbuhnya.

Dewan Pers menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Marah Salim Harahap. “Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan batin dan Lasser News Today dapat melanjutkan kiprah sebagai pers yang profesional dan menegakkan kode etik jurnalistik," kata Muhammad Nuh.

Sebagaimana diketahui, Marah Salem Harahap diduga dibunuh orang tak dikenal di dalam kendaraan pribadi tidak jauh dari kediamannya di Karang Anyer, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Sabtu 19 Juni 2021. Hal ini terlihat dari adanya jejak kekerasan berupa dua luka tembak di tubuhnya.

Hasanuddin Harahap yang merupakan abang kandung dari Marsal kepada wartawan mengatakan, adiknya tersebut ditemukan pertama kali oleh warga sekitar 300 meter dari rumahnya di Huta 7 Pasar 3 Nagori Karang Anyer Kabupaten Simalungun.

Lokasi ditemukan almarhum dengan rumahnya itu berjarak 300 meter. Orang rumah sakit tadi bilang, ada luka tembak di bagian paha sebelah kiri, tambah abang kandung Marsal.

Kabar meninggalnya Marsal pun sontak mengagetkan kerabat dan kalangan pers di Kota Pematangsiantar. Wartawan pun mendatangi RS Vita Insani Pematangsiantar, di mana Marsal dilarikan untuk memperoleh perawatan medis.

Selama hidup, Marsal dikenal sebagai pemilik sekaligus Pemimpin redaksi (Pemred) lassernewstoday.com, bendahara Sarikat Media Siber Indonesia (SMSI) Siantar, dan pengurus Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Humas RS Vita Insani Pematangsiantar Sutrisno Dalimunthe kepada wartawan mengatakan, Marsal dibawa ke RS Vita Insani sekira pukul 01.00 WIB, dalam keadaan sudah meninggal dunia.

“Beliau (Marsal) datang sudah dalam keadaan meninggal dunia dan dibawa ke RS Vita Insani 01.00 WIB tadi,” kata Sutrisno.