DPRD DIY Dukung Keputusan Sri Sultan HB X Lockdown Yogyakarta

hen | Minggu, 20 Juni 2021 - 11:47 WIB

DPRD DIY Dukung Keputusan Sri Sultan HB X Lockdown Yogyakarta FOTO : Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono (HB) X.(Ist)


YOGYAKARTA (Otonominews.co.id) – Tingginya lonjakan kasus Covid-19 di Yogyakarta, mendorong Gubernur DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) mengambil tindakan tegas. Sri Sultan Hamengkubuwono X, yang saat ini memimpin provinsi tersebut akan kembali memberlakukan lockdown di wilayahnya. 
Menurut Sultan, lonjakan tersebut disebabkan masyarakat yang kurang disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Kita kan sudah bicara untuk mengotrol wilayah RT/RW, kalau gagal terus mau apa lagi. kita belum tentu bisa cari jalan keluar. Satu-satunya cara ya lockdown total,” kata Sri Sultan HB X, Jumat (18/6).

Menanggapi rencana Sultan, walaupun masih banyak yang ragu, DPRD DIY menyatakan mendukung kebijakan Sultan untuk lockdown. 

Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana melalui keterangan tertulis di Yogyakarta mengatakan bahwa wacana lockdown tersebut sebenarnya merupakan pemikiran logis kalau pemerintah tidak bisa lagi mencegah penularan virus COVID-19. 

"Melihat dari kenyataan yang ada, wacana 'lockdown' di Yogyakarta ini sebenarnya adalah pemikiran yang logis ketika kita tidak mampu lagi mencegah laju penularan virus COVID-19 ini," kata, Huda

Wacana lockdown tersebut, lanjut fraksi PKS ini, harus dirumuskan secara mendetail agar dapat terlaksana dengan maksimal.

Menurut dia, wacana yang dilontarkan Gubernur DIY dapat dimaknai sebagai peringatan untuk seluruh warga DIY agar benar-benar mematuhi protokol kesehatan mulai dari tingkat RT/RW hingga tingkat teratas.

"Ketika upaya pencegahan telah dilakukan secara maksimal namun keadaan masih memburuk maka bukan tidak mungkin Ngarsa Dalem (Sultan HB X) memilih opsi atau pilihan terakhir adalah dilakukannya lockdown total," ujar Huda. 

Huda mengaku prihatin dengan penambahan kasus COVID-19 yang cukup tinggi pada akhir pekan ini, bahkan mencapai lebih dari 500 orang.

"Terkait dengan penyebaran COVID-19 yang sangat cepat kita tidak bisa menyalahkan siapa pun dan tidak perlu pula saling menyalahkan. Yang harus kita lakukan adalah melakukan penanganan serta pencegahan yang semaksimal mungkin untuk mencegah dampak yang lebih besar," kata dia.

Hal senada diungkapkan Ketua DPRD DIY Nuryadi, bahwa situasi penularan COVID-19 di DIY saat ini sudah memprihatinkan dan makin tidak terkendali. Oleh karena itulah ia meminta gagasan Sultan HB X untuk didukung.

“Kondisi saat ini telah berbalik 180 derajat dibandingkan saat Lebaran 2021. Kasus penularan sudah di atas 500 orang,” ungkapnya. 

Antisipasinya, lanjut Nurhadi, di wilayah harus terdapat pembatasan. Daripada kondisi DIY semakin tidak terkendali, maka gagasan Gubernur DIY perlu didukung.

Diketahui, pada Jumat (18/6), kasus konrmasi COVID-19 di DIY bertambah 592 kasus sehingga secara kumulatif mencapai 51.338 kasus.

Sementara kasus sembuh bertambah 237 kasus menjadi 44.843 kasus dan meninggal bertambah 12 kasus sehingga total kasus meninggal mencapai 1.342 kasus.