Korea Utara Sebut Kontak dengan AS Hanya Buang-buang Waktu

Syarifah | Kamis, 24 Juni 2021 - 08:49 WIB

Korea Utara Sebut Kontak dengan AS Hanya Buang-buang Waktu FOTO : Bendera nasional AS dan Korea Utara terlihat di Hotel Capella di pulau Sentosa di Singapura 12 Juni 2018. (REUTERS)


SEOUL (Otonominews) - Korea Utara tidak mempertimbangkan untuk melakukan upaya kontak apa pun dengan Amerika Serikat yang dinilai hanya akan membuang waktu. Hal itu ditegaskan oleh Menteri Luar Negeri Korea Utara, Ri Son Gwon, Rabu kemarin.

"Kami bahkan tidak mempertimbangkan kemungkinan kontak dengan AS, apalagi melakukannya. Hal itu tidak akan membawa kami ke mana-mana, hanya menghabiskan waktu yang berharga," kata Ri dalam sebuah pernyataan yang disiarkan media pemerintah KCNA.

Dikutip dari Reuters, dia membuat pernyataannya setelah utusan baru AS untuk Korea Utara saat berada di Seoul, bahwa pihaknya menantikan tanggapan positif segera terkait dialog bersama Pyongyang. 

Program senjata nuklir Korea Utara telah menjadi masalah yang sulit bagi Washington selama bertahun-tahun dan dalam upaya untuk mengubahnya, pemerintahan baru Presiden Joe Biden melakukan tinjauan kebijakan dan mengatakan akan mencari cara yang dikalibrasi dan praktis untuk membujuk Pyongyang melakukan denuklirisasi.

Pada Selasa lalu, saudara perempuan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Amerika Serikat tampaknya menafsirkan sinyal dari Korea Utara dengan cara yang salah.

Kim Yo Jong, seorang pejabat senior di partai yang berkuasa di Korea Utara, menanggapi penasihat keamanan nasional AS Jake Sullivan. Pada Minggu kemarin, Sullivan mengatakan, jika dia melihat pidato baru-baru ini oleh Kim Jong Un tentang persiapan untuk konfrontasi dan diplomasi dengan Korea Utara, sebagai sinyal menarik.

Menganalisis tanggapan, 38 North, sebuah proyek pemantauan Korea Utara yang berbasis di Washington, Pyongyang memperjelas bahwa pihaknya tidak memiliki rencana untuk segera terlibat segera. Terutama bukan tanpa sesuatu yang lebih konkret dari Washington daripada pengulangan formulasi kebijakan yang tidak jelas.

Namun, dikatakan bahwa pernyataan itu disusun dengan hati-hati untuk tidak langsung menolak gagasan dialog secara umum. Melainkan sebagai reaksi "suam-suam kuku" pemerintahan Biden terhadap Kim Jong Un.

Menurut 38 North, menteri luar negeri menolak kontak "tidak berarti", "tetapi implikasinya, pembicaraan yang lebih substantif masih mungkin dilakukan.

Dikatakannya juga, mungkin Korea Utara akan mengajukan keberatan untuk mengulur waktu sampai siap. Mengingat pembatasan COVID-19 masih berlaku dan kontak diplomatik tatap muka tidak dimungkinkan.