Iran: Kesepakatan Nuklir Bisa Diselamatkan Tapi Tidak dengan Negosiasi

Syarifah | Minggu, 27 Juni 2021 - 15:10 WIB

Iran: Kesepakatan Nuklir Bisa Diselamatkan Tapi Tidak dengan Negosiasi FOTO : Bendera Iran berkibar di depan markas Badan Energi Atom Internasional (IAEA) di Wina, Austria, 9 September 2019. (REUTERS)


DUBAI (Otonominews) - Pemerintah Iran memungkinkan pemulihan kembali kesepakatan nuklir 2015 dapat dilakukan melalui kekuatan besar dunia. Namun pihaknya tidak akan melakukan negosiasi selamanya.

"Dari komitmen teguh untuk menyelamatkan kesepakatan yang coba ditorpedo AS, Iran telah menjadi pihak paling aktif di Wina, mengusulkan sebagian besar rancangan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh di Twitter, merujuk pada pembicaraan yang bertujuan menghidupkan kembali kesepakatan nuklir.

Dilansir dari Reuters, Iran dan Amerika Serikat telah mengadakan pembicaraan tidak langsung tentang menghidupkan kembali perjanjian 2015 antara Teheran dan enam kekuatan dunia yang memberlakukan pembatasan pada kegiatan nuklir Teheran dengan imbalan pencabutan sanksi internasional.

Kemudian mantan Presiden AS, Donald Trump menarik Washington dari perjanjian pada tahun 2018 lalu, yang kemudian berusaha dihidupkan kembali oleh Presiden Joe Biden. Pejabat di semua pihak mengatakan ada masalah besar yang harus diselesaikan sebelum kesepakatan dapat dipulihkan.

"Masih percaya kesepakatan itu mungkin, jika AS memutuskan untuk meninggalkan warisan Trump yang gagal. Iran tidak akan bernegosiasi selamanya," cuit Khatibzadeh.

Pengawas nuklir PBB pada hari Jumat menuntut jawaban segera dari Iran tentang apakah itu akan memperpanjang perjanjian pemantauan yang berakhir dalam semalam. Seorang utusan Iran menjawab bahwa Teheran tidak berkewajiban untuk memberikan jawaban.

Pembicaraan Wina, yang dimulai pada bulan April, sekarang dalam jeda yang diperkirakan akan berlangsung hingga awal Juli, tetapi kegagalan untuk memperpanjang perjanjian pemantauan dapat membuat negosiasi tersebut menjadi kacau.