AS Lakukan Serangan Udara ke Milisi Sekuru Iran di Irak dan Suriah

Syarifah | Senin, 28 Juni 2021 - 12:16 WIB

AS Lakukan Serangan Udara ke Milisi Sekuru Iran di Irak dan Suriah FOTO : Gedung Pentagon terlihat di Arlington, Virginia, AS 9 Oktober 2020. (REUTERS)


WASHINGTON (Otonominews) - Amerika Serikat menyatakan bahwa pihaknya melakukan serangan udara terhadap milisi yang didukung Iran di Irak dan Suriah pada Minggu kemarin. Kali ini sebagai tanggapan atas serangan pesawat tak berawak oleh milisi terhadap personel dan fasilitas AS di Irak.

Dalam sebuah pernyataan, militer AS mengatakan pihaknya menargetkan fasilitas operasional dan penyimpanan senjata di dua lokasi di Suriah dan satu lokasi di Irak. 

Pernyataan itu belum mengungkapkan jumlah korban yang tewas atau terluka,  namun para pejabat mengatakan penyelidikan tengah berlangsung.

Serangan itu datang atas arahan Presiden Joe Biden, kedua kalinya dia memerintahkan serangan balasan terhadap milisi yang didukung Iran sejak menjabat lima bulan lalu. Biden terakhir memerintahkan serangan terbatas di Suriah pada Februari, saat itu sebagai tanggapan atas serangan roket di Irak.

"Seperti yang ditunjukkan oleh serangan malam ini, Presiden Biden sudah jelas bahwa dia akan bertindak untuk melindungi personel AS," kata Pentagon dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters.

Serangan itu terjadi bahkan ketika pemerintahan Biden ingin menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015 dengan Iran. Keputusan untuk membalas serangan, tampaknya menunjukkan bagaimana Biden bertujuan untuk mengkotak-kotakkan serangan defensif seperti itu. Sementara secara bersamaan melibatkan Teheran dalam diplomasi.

Kritikus Biden mengatakan Iran tidak dapat dipercaya dan menunjuk serangan pesawat tak berawak sebagai bukti lebih lanjut bahwa Iran dan kuasanya tidak akan pernah menerima kehadiran militer AS di Irak atau Suriah.

Biden dan Gedung Putih menolak mengomentari serangan pada hari Minggu. Namun Biden mengisyaratkan akan bertemu dengan presiden Israel yang akan keluar, Reuven Rivlin, di Gedung Putih pada hari Senin untuk diskusi luas yang akan mencakup upaya Iran dan AS untuk memasuki kembali kesepakatan nuklir Iran. Upaya itu telah menimbulkan keprihatinan serius di Israel, musuh bebuyutan Iran.

Para pejabat AS yakin Iran berada di balik peningkatan serangan pesawat tak berawak yang semakin canggih dan tembakan roket berkala terhadap personel dan fasilitas AS di Irak. Di mana militer AS telah membantu Baghdad memerangi sisa-sisa ISIS.

Dua pejabat AS, yang berbicara kepada Reuters dengan syarat anonim, mengatakan milisi yang didukung Iran melakukan setidaknya lima serangan pesawat tak berawak terhadap fasilitas yang digunakan oleh personel AS dan koalisi di Irak sejak April.

Pentagon mengatakan fasilitas yang ditargetkan digunakan oleh milisi yang didukung Iran termasuk Kataib Hezbollah dan Kataib Sayyid al-Shuhada.

"Salah satu fasilitas yang ditargetkan digunakan untuk meluncurkan dan memulihkan drone," kata seorang pejabat pertahanan.

Militer AS melakukan serangan dengan pesawat F-15 dan F-16, lanjut para pejabat itu, seraya menambahkan bahwa pilot berhasil kembali dari misi dengan selamat.

"Kami menilai setiap serangan mencapai target yang diinginkan," kata salah satu pejabat kepada Reuters.

Pemerintah Irak sedang berjuang untuk menghadapi milisi yang secara ideologis bersekutu dengan Iran yang dituduh menembakkan roket ke pasukan AS dan terlibat dalam pembunuhan aktivis pro-demokrasi yang damai.

Sebelumnya pada bulan Juni, Irak membebaskan komandan milisi yang bersekutu dengan Iran Qasim Muslih, yang ditangkap pada bulan Mei atas tuduhan terkait terorisme, setelah pihak berwenang menemukan bukti yang tidak cukup terhadapnya.