Ciptakan Krisis Besar Pandemi, Kim Jong Un Tegur Pejabat Senior

Syarifah | Rabu, 30 Juni 2021 - 10:45 WIB

Ciptakan Krisis Besar Pandemi, Kim Jong Un Tegur Pejabat Senior FOTO : Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menghadiri rapat pleno komite pusat Partai Buruh di Pyongyang, Korea Utara dalam foto ini disediakan oleh Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA) pada 10 Februari 2021. (REUTERS)


PYONGYANG (Otonominews) - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un mengecam pejabat tinggi partai penguasa atas kegagalan dalam pekerjaan anti-epidemi yang menyebabkan krisis besar. Krisis ini bahkan berpotensi membahayakan keselamatan negara dan orang-orang.

Laporan oleh kantor berita negara KCNA belum merinci apa yang terjadi atau bagaimana hal itu bisa membahayakan orang.

Korea Utara juga belum secara resmi mengkonfirmasi kasus COVID-19, klaim yang dipertanyakan oleh pejabat Korea Selatan dan AS. Tetapi negara tertutup itu telah memberlakukan tindakan anti-virus yang ketat, termasuk penutupan perbatasan dan pembatasan perjalanan domestik.

Kim mengadakan pertemuan politbiro Partai Buruh Korea untuk membahas pengabaian tugas beberapa eksekutif partai, termasuk gagal menerapkan langkah-langkah jangka panjang yang penting untuk memerangi pandemi.

"Dia menyebutkan bahwa pejabat senior yang bertanggung jawab atas urusan negara penting mengabaikan pelaksanaan keputusan penting Partai. Dengan demikian hal itu menyebabkan kasus penting, menciptakan krisis besar dalam memastikan keamanan negara dan keselamatan rakyat serta melibatkan konsekuensi serius," kata laporan KCNA itu.

Beberapa anggota politbiro, sekretaris komite pusat dan pejabat dari beberapa lembaga negara diganti pada pertemuan itu. Meskipun KCNA tidak merinci apakah perombakan itu terkait dengan pengabaian tugas terkait pandemi.

Menurut Kee B Park dari Harvard Medical School, yang telah bekerja pada proyek perawatan kesehatan di Korea Utara, 
Korea Utara telah memperlakukan perlindungan rakyatnya dari virus corona sebagai masalah kelangsungan hidup nasional dan keputusan anti-pandemi dibuat oleh beberapa pemimpin paling seniornya.

"Tujuan utama dari strategi Korea Utara adalah untuk mencegah virus masuk ke negara itu sekaligus memperkuat kemampuan pengobatannya serta memperoleh vaksin," katanya.

Pendekatan menyeluruh dari Korea Utara dan diadakannya pertemuan publik skala besar yang berulang kali menunjukkan bahwa negara itu mungkin telah  mencegah wabah besar.

"Namun, keberhasilan itu datang dengan biaya yang mahal untuk ekonominya dan peningkatan kerentanan bagi penduduk termiskin," tambahnya.

Tahun lalu, Korea Utara mengatakan telah mengumumkan keadaan darurat dan mengunci kota perbatasan Kaesong setelah seseorang yang membelot ke Korea Selatan tiga tahun lalu, kembali melintasi perbatasan dan telah terindikasi mengidap gejala COVID-19.

Organisasi Kesehatan Dunia kemudian mengatakan hasil tes virus corona Korea Utara untuk pria itu tidak meyakinkan.